Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home AVC Cup Berita Bola Voli Featured Spesial Timnas Indonesia Voli

    Final AVC Cup 2026 - Ada Doni saat Farhan Cedera, Indonesia Mau Gagalkan Sapu Bersih Korea di Putra-Putri - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read

     

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Voli
  • Minggu, 28 Juni 2026 | 10:06 WIB

    Pemain Timnas voli Indonesia, Doni Haryono, bereaksi saat tampil dalam pertandingan menghadapi India di semifinal AVC Cup 2026 di Amdavad, India, 27 Juni 2026. (ASIAN VOLLEYBALL CONFEDERATION)

    BOLASPORT.COM - Sejarah lainnya berada di depan mata ketika Tim nasional bola voli putra Indonesia menapaki final AVC Cup 2026. Tantangan dihadapi untuk sebuah pencapaian hebat lainnya.

    Timnas voli Indonesia ndonesia selangkah lagi menjadi juara AVC Cup alias ajang regional selama kalender Volleyball Nations League.

    Apabila berhasil, ini akan menjadi gelar yang pertama bagi Indonesia, baik di putra maupun putri sejak tampil perdana pada 2023.

    Timnas voli putri lebih dulu menapakinya pada 2023 saat menjadi tuan rumah Gresik walau berakhir kalah 2-3 dari Vietnam.

    Kali ini, giliran Timnas voli putra yang berjuang dengan Korea Selatan sebagai lawan pada laga puncak AVC Cup 2026.

    Korea Selatan bukan lawan yang mudah. Tim asuhan Issanaye Ramires Ferraz adalah satu-satunya tim yang mengalahkan Indonesia di turnamen kali ini.

    Korea mengalahkan Indonesia dengan skor 0-3 (22-25, 25-22, 21-25) di babak penyisihan grup.

    Baca Juga: Hasil Semifinal AVC Cup 2026 - Doni Haryono Senjata Pamungkas, Indonesia Bungkam India Lewat Drama 5 Set

    Harus diakui Indonesia saat itu tampil kurang prima. Menjalani laga pertamanya di Veer Savarkar Sports Complex, Amdavad, Jasen Nataniel Kilanta cs. bak demam panggung.

    Penerimaan menjadi salah satu titik lemah Indonesia kala itu dengan sering terjadi overpass.

    Jika memperhitungkan laga kedua kontra Qatar, empat set pertama dijalani Indonesia dengan hasil negatif. Namun, tim asuhan Reidel Toiran tampil perkasa sejak saat itu.

    Indonesia mencetak kemenangan atas Qatar, Thailand, Oman, dan terkini ialah India selaku tuan rumah di semifinal.

    Kekuatan mental menjadi faktor krusial saat 3 dari 4 kemenangan diraih Indonesia melalui laga lima set penuh.

    Keyakinan pun tumbuh jelang menghadapi Korea yang berpeluang menjadi juara lagi setelah tim putrinya lebih dulu melakukannya di ajang yang sama awal bulan ini.

    (Ki-Ka) Lim Sung-jin, Jeong Han-yong, Choi Jun-hyeok, dan Hwang Tae-keui dari Korea Selatan saat pertandingan menghadapi Indonesia di babak penyisihan grup AVC Cup 2026 di Amdavad, India, 21 Juni 2026.(Ki-Ka) Lim Sung-jin, Jeong Han-yong, Choi Jun-hyeok, dan Hwang Tae-keui dari Korea Selatan saat pertandingan menghadapi Indonesia di babak penyisihan grup AVC Cup 2026 di Amdavad, India, 21 Juni 2026. (ASIAN VOLLEYBALL CONFEDERATION)

    "Tidak ada yang tidak mungkin. Kami tetap seperti tadi, bermain lepas tapi tetap serius, dan bertanggung jawab pada tugas masing-masing."

    "Kami akan habis-habisan. Perkara menang atau kalah itu nanti di akhir," tukas asisten pelatih, Nur Widayanto, melalui PBVSI.

    Melihat ke belakang, Indonesia selalu kalah dari Korea dalam enam pertemuan terakhir.

    Sebelum di fase grup AVC Cup 2026, Indonesia dipaksa menyerah di AVC Cup 2024 (0-3), Asian Games 2022 (2-3), Asian Championship 2023 (2-3), Asian Games 2018 (0-3), dan Asian Championship 2017 (0-3).

    Tantangan ekstra dihadapi Indonesia dengan kebugaran pemain. Laga-laga panjang tampaknya mulai mempengaruhi kondisi fisik.

    Salah satu yang terdampak ialah Farhan Halim.

    Pemain yang sepanjang turnamen tampil apik dalam aspek serangan, servis, dan penerimaan itu mengalami cedera punggung saat pertandingan menghadapi India.

    Untungnya, sejak laga-laga awal, para pemain di bangku cadangan selalu menjawab kepercayaan untuk mengubah situasi.

    Terkini ialah Doni Haryono. Outside hitter berpengalaman itu tampil krusial saat menggantikan Farhan pada set keempat dan set kelima.

    Jeda singkat tak sampai 24 jam mesti benar-benar dimanfaatkan untuk pemulihan sekaligus mengatur pola pikir.

    "Farhan Halim ada masalah di punggung yang membuat kualitas servis dan serangan kita menurun," kata Nur Widayanto lagi.

    "Alhamdulillah Doni bisa menyesuaikan. Dia bisa mencetak poin saat menyerang dan bagus dalam penerimaan bola pertama," ungkapnya.

    Komentar
    Additional JS