Aturan Baru FIFA di Piala Dunia 2026: Pemain Dilarang Temui Pelatih Saat Kiper Cedera - Inikata
Aturan Baru FIFA di Piala Dunia 2026: Pemain Dilarang Temui Pelatih Saat Kiper Cedera
1 Juni 2026 18.42
Salsa Maharani Putri
Author
Ukuran teks
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi akan menerapkan aturan baru yang cukup ketat selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 mendatang. Aturan ini berkaitan dengan perilaku pemain di lapangan saat terjadi insiden cedera.
Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, mengumumkan bahwa para pemain akan dilarang keras mendekati area teknis untuk berkomunikasi dengan pelatih ketika penjaga gawang mereka sedang mendapat perawatan medis di lapangan. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga kelancaran durasi pertandingan.
Pernyataan tegas Pierluigi Collina mengenai larangan tersebut:
- Wasit tidak akan lagi memberikan izin kepada kedua tim untuk menghampiri bangku cadangan saat seorang kiper terkapar karena mengalami cedera.
- Keputusan ini merupakan langkah preventif agar momen cedera tidak disalahgunakan untuk kepentingan strategi di luar waktu yang ditentukan.
Collina menjelaskan bahwa ketentuan terbaru ini telah disosialisasikan secara langsung melalui lokakarya yang melibatkan para pelatih dari 48 negara peserta Piala Dunia 2026. Pertemuan tersebut menjadi ajang bagi FIFA untuk menegaskan komitmen mereka terhadap integritas waktu permainan.
Dalam forum tersebut, FIFA menekankan bahwa perangkat pertandingan atau wasit akan bertindak jauh lebih proaktif dari sebelumnya. Mereka memiliki mandat untuk mencegah pemain menggunakan insiden cedera penjaga gawang sebagai celah mendapatkan jeda taktis atau instruksi tambahan.
Selain masalah teknis di lapangan, terdapat juga pembaruan terkait regulasi VAR dan latar belakang aturan ini:
| Aspek Perubahan | Detail Informasi Aturan |
|---|---|
| Protokol VAR | IFAB menyetujui peninjauan pelanggaran dalam fase serangan tepat sebelum bola dimainkan secara aktif. |
| Target Regulasi | Menghilangkan fenomena "jeda taktis" ilegal yang sering muncul saat kiper meminta bantuan fisioterapis. |
| Uji Coba Liga | Sejumlah liga domestik diminta melakukan eksperimen aturan ini pada sepanjang musim kompetisi 2026–2027. |
Penggunaan jeda taktis saat kiper cedera memang menjadi sorotan tajam dalam dunia sepak bola selama beberapa tahun terakhir. Situasi ini sering dianggap sebagai trik pelatih untuk memberikan arahan mendadak atau sekadar mematahkan momentum serangan tim lawan.
Sebagai contoh nyata, pada November 2025, Daniel Farke yang menjabat sebagai pelatih Leeds United sempat melontarkan kritik keras terhadap kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma. Farke menuding Donnarumma berpura-pura mengalami cedera demi mengulur waktu pertandingan.
Pola yang sering terjadi adalah seorang kiper duduk di tengah lapangan sambil menunggu tim medis datang. Pada saat yang bersamaan, pemain lain justru berlari ke pinggir lapangan untuk mendengarkan instruksi baru dari pelatih mereka di area teknis.
Meskipun International Football Association Board (IFAB) telah lama mendalami isu ini, perubahan formal dalam Laws of the Game belum sepenuhnya rampung. Namun, FIFA memutuskan untuk mengambil langkah lebih cepat dengan mengadopsi sistem yang sudah sukses di kompetisi lain.
Kebijakan serupa ternyata sudah lebih dulu diperkenalkan secara sementara oleh liga sepak bola wanita profesional di Amerika Serikat, National Women's Soccer League (NWSL). FIFA melihat keberhasilan aturan tersebut dalam meminimalisir gangguan alur pertandingan yang tidak perlu.
Berikut adalah poin-poin teknis pelaksanaan aturan saat kiper mengalami cedera di lapangan:
- Pemain dari kedua tim diwajibkan untuk tetap berada di posisi bermain masing-masing sesuai formasi terakhir.
- Pemain juga diperbolehkan berkumpul, namun terbatas hanya di area lingkaran tengah lapangan saja.
- Seluruh pemain dilarang keras mendekati bangku cadangan atau area teknis untuk berbicara dengan staf pelatih.
Pierluigi Collina berpendapat bahwa kebiasaan pemain yang meninggalkan lapangan secara masal untuk menerima arahan saat ada rekan yang cedera adalah pemandangan yang buruk. Hal tersebut dianggap tidak profesional dan merusak nilai estetika serta sportivitas dalam pertandingan sepak bola.
Collina mengakui bahwa penjaga gawang memang memiliki hak untuk mendapatkan perawatan medis jika benar-benar merasa kesakitan. Namun, ia menegaskan bahwa hak tersebut tidak berlaku bagi pemain lain untuk mengambil waktu istirahat atau sesi diskusi strategi mendadak.
Walaupun aturan ini sangat ketat, Collina memastikan bahwa wasit tidak akan langsung memberikan kartu kuning kepada pemain yang mencoba mendekati pelatih. Fokus utama dari kebijakan ini adalah edukasi dan penegakan disiplin posisi selama insiden berlangsung di lapangan.
Ia merasa situasi di mana lapangan hanya diisi oleh wasit, kiper, dan fisioterapis sementara pemain lain berada di pinggir lapangan terlihat sangat aneh. FIFA ingin memastikan bahwa atmosfer pertandingan tetap terjaga meskipun permainan harus dihentikan sementara waktu.
Informasi tambahan mengenai sanksi FIFA terhadap klub-klub di Indonesia:
| Klub Terkait | Penyebab Sanksi FIFA | Dampak Sanksi |
|---|---|---|
| PSIS Semarang | Tunggakan gaji dua mantan pemain asing dari era manajemen lama yang belum terselesaikan. | Larangan melakukan pendaftaran pemain baru untuk memperkuat skuat di musim mendatang. |
| Persib Bandung | Sengketa kontrak dengan mantan pemain mereka, Daisuke Sato, yang berujung ke ranah hukum. | Masuk dalam daftar cekal atau "Registration Ban" FIFA yang berlaku mulai akhir Mei 2026. |
Sanksi yang menimpa klub besar Indonesia seperti PSIS Semarang dan Persib Bandung menunjukkan betapa tegasnya FIFA dalam menegakkan aturan administratif. Hal ini menjadi pengingat bagi seluruh manajemen klub untuk lebih profesional dalam mengelola kontrak pemain profesional.
Di sisi lain, persiapan Piala Dunia 2026 juga mencakup aspek finansial yang sangat menggiurkan bagi negara-negara peserta yang berhasil melaju jauh. FIFA telah mengumumkan kenaikan total hadiah yang sangat signifikan dibandingkan dengan edisi-edisi Piala Dunia sebelumnya.
Tim yang berhasil keluar sebagai juara dunia pada tahun 2026 dipastikan akan membawa pulang hadiah uang tunai sebesar 50 juta dolar AS. Nilai tersebut setara dengan Rp890 miliar, mencatatkan kenaikan sekitar 50 persen dari besaran hadiah di masa lalu.
Turnamen akbar ini dijadwalkan akan menggelar total 104 pertandingan yang tersebar di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Jadwal lengkap mulai dari babak fase grup hingga laga final di New York telah dipersiapkan dengan matang oleh panitia penyelenggara.
Poin penting terkait perkembangan tim nasional Indonesia di kancah internasional:
- PSSI dikabarkan hampir merampungkan proses penunjukan pelatih baru untuk menggantikan posisi yang sebelumnya ditinggalkan.
- John Herdman muncul sebagai kandidat terkuat setelah melalui berbagai tahapan seleksi ketat oleh federasi.
- Agenda terdekat Timnas Indonesia adalah mengejar poin penting di kualifikasi setelah sempat absen pada agenda FIFA Match Day.
Sejumlah pengamat sepak bola nasional, termasuk Oki Rengga dan Greg Nwokolo, turut memberikan pandangan mereka terkait sosok pelatih ideal. Mereka menekankan bahwa Timnas saat ini membutuhkan sosok yang berani mengambil keputusan mandiri tanpa intervensi pihak luar.
Greg Nwokolo bahkan menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi membutuhkan pelatih yang hanya bicara soal pembangunan fondasi atau proses jangka panjang. Menurutnya, skuat Garuda saat ini sudah memiliki dasar yang cukup kuat dan lebih membutuhkan hasil instan yang nyata di lapangan.
Dengan adanya aturan baru dari FIFA dan dinamika internal sepak bola nasional, tahun 2026 diprediksi akan menjadi periode yang penuh tantangan. Seluruh pihak, mulai dari pemain hingga federasi, dituntut untuk cepat beradaptasi dengan standar sepak bola modern yang semakin ketat.

Salsa Maharani Putri
Reporter muda yang aktif meliput isu sosial, pendidikan, olahraga, dan generasi muda. Gaya penulisan ringan namun tetap informatif dan relevan.