AS Tolak Masuk Wasit Terbaik Afrika untuk Piala Dunia 2026, FIFA Tak Berkutik? - Kompas
AS Tolak Masuk Wasit Terbaik Afrika untuk Piala Dunia 2026, FIFA Tak Berkutik?
NEW YORK, KOMPAS.com - Harapan Omar Abdulkadir Artan untuk mencatat sejarah sebagai wasit Somalia pertama yang memimpin pertandingan Piala Dunia harus kandas bahkan sebelum turnamen dimulai.
Pemerintah Amerika Serikat menolak masuk Artan pada akhir pekan lalu, membuat wasit terbaik Afrika 2025 itu dipastikan tidak dapat bertugas pada Piala Dunia 2026 yang mulai bergulir pada Jumat (12/6/2026).
FIFA mengonfirmasi Artan tidak akan dapat mengikuti pelatihan maupun memimpin pertandingan selama turnamen berlangsung karena masalah keimigrasian yang berada di luar kewenangan badan sepak bola dunia tersebut.
Baca juga: Carlo Ancelotti Tak Buru-buru soal Neymar, Brasil Tak Takut Siapa Pun
"FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk dalam proses pemberian visa. Kami telah diberi tahu oleh otoritas terkait bahwa status Tuan Artan tidak akan berubah untuk saat ini," demikian pernyataan juru bicara FIFA pada Senin (9/6/2026), dikutip dari Reuters.
Bedah Kekuatan Grup F Piala Dunia 2026, Duel Belanda Vs Jepang di Grup Neraka
Kasus ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana FIFA dapat melindungi perangkat pertandingan yang telah ditunjuk secara resmi untuk bertugas pada ajang sepak bola terbesar di dunia.
Omar Abdulkadir Artan sikapi positif
Artan sendiri memilih tetap bersikap positif meski peluangnya tampil di Piala Dunia sirna.
Baca juga: Visa AS Belum Jelas, Delegasi Timnas Iran Tetap Berangkat ke Meksiko
Dalam pernyataan yang dirilis usai insiden tersebut, ia menyampaikan terima kasih kepada FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang telah mendukungnya selama proses persiapan menuju Piala Dunia.
"Saya ingin berterima kasih kepada FIFA dan CAF atas semua dukungannya. Saya berjanji akan terus menjaga kualitas kepemimpinan saya sebagai wasit dan fokus pada tantangan berikutnya di masa depan," ujar Artan.
"Saya juga berterima kasih kepada keluarga besar sepak bola atas semua pesan dukungannya. Saya mendoakan rekan-rekan saya sukses di Piala Dunia dan berharap dapat bergabung kembali dengan mereka pada kompetisi-kompetisi berikutnya," tambahnya.
Baca juga: Alasan John Herdman Pulangkan Marc Klok dari TC Timnas Indonesia
Menurut keterangan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP), seorang warga negara Somalia tiba di Bandara Internasional Miami dari Istanbul pada Sabtu (7/6/2026) sebelum akhirnya dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk masuk ke wilayah AS.
Meski tidak menyebut nama Artan secara langsung, CBP mengonfirmasi individu tersebut menjalani pemeriksaan tambahan sebelum akhirnya ditolak masuk.
Otoritas AS tidak menjelaskan secara rinci alasan penolakan tersebut. Mereka hanya menyebut adanya persoalan yang berkaitan dengan proses pemeriksaan keamanan atau vetting.
Baca juga: Staf Manajerial Timnas Iran Dipersulit AS Dapat Visa Jelang Piala Dunia 2026
"Penentuan kelayakan masuk dilakukan berdasarkan kasus per kasus dengan mempertimbangkan informasi penegakan hukum, keamanan nasional, dan data imigrasi yang tersedia saat pemeriksaan dilakukan," demikian pernyataan CBP.
Kebijakan imigrasi ketat pemerintahan Trump
Kasus yang menimpa Artan kembali menyoroti kebijakan imigrasi ketat pemerintahan Presiden Donald Trump menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Tahun lalu, pemerintah AS memberlakukan larangan perjalanan yang mencakup warga dari 12 negara, termasuk Somalia.
Baca juga: Bintang Irak Ditahan 7 Jam di Bandara AS Jelang Piala Dunia 2026
Padahal, berdasarkan laporan sejumlah media internasional, Artan telah mengantongi visa yang masih berlaku untuk memasuki Amerika Serikat.
Artan bukan sosok sembarangan dalam dunia perwasitan Afrika.
Ia dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik Afrika 2025 oleh CAF dan dipandang sebagai salah satu perangkat pertandingan paling menjanjikan di benua tersebut.
Baca juga: Suporter Iran Kecewa Masalah Visa Tim Melli di Piala Dunia 2026
Karena itu, kegagalannya tampil di Piala Dunia bukan hanya menjadi pukulan pribadi, tetapi juga menghilangkan kesempatan Somalia untuk mencatat sejarah melalui kehadiran wasitnya di panggung sepak bola terbesar dunia.
Sementara itu, Kedutaan Besar Somalia di Washington belum memberikan tanggapan resmi terkait kasus tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Bedah Kekuatan Grup E Piala Dunia 2026, Misi Kebangkitan Jerman