0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Miguel Almiron Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Paraguay Timnas Turki

    Almiron Jadi Pemain Pertama yang Dikartu Merah karena Menutup Mulut - Kompas

    5 min read

     

    Almiron Jadi Pemain Pertama yang Dikartu Merah karena Menutup Mulut

    KOMPAS.com - Gelandang serang timnas Paraguay, Miguel Almiron, menjadi pemain pertama yang mendapat kartu merah karena menutup mulut dalam situasi agresif terhadap lawan.

    Momen ini terjadi di laga Grup D Piala Dunia 2026 Turkiye vs Paraguay di Stadion San Francisco Bay Area pada Sabtu (20/6/2026).

    Hal tersebut terjadi pada injury time babak pertama saat Paraguay tengah memimpin berkat gol cepat Matias Galarza dari tembakan gledek di luar kotak penalti pada detik ke-65.

    Kejadian datang saat Miguel Almiron mendatangi bek Turkiye Mert Muldur dan mengatakan sesuatu kepadanya sembari memakai tangan untuk menutup mulut.

    Meksiko Berpesta! Jadi Tim Pertama yang Lolos ke Babak 32 Besar di Piala Dunia 2026

    Sang bek Turkiye tanpa ragu langsung menyadari apa yang telah terjadi dan mengadukannya ke asisten wasit.

    Baca juga: Brasil Salip Jerman, Kembali Jadi Tim Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia

    Sontak, VAR meminta wasit utama Ivan Arcides Barton Cisneros untuk melihat monitor pinggir lapangan dan keputusan wasit pun tegas.

    "Terima kasih, terima kasih saya akan mengusir nomor 10 (Almiron), oke," tutur wasit Cisneros kepada VAR seperti tertangkap oleh kamera televisi.

    Keputusan tersebut pun diumumkan oleh sang wasit kepada seluruh stadion.

    Baca juga: Hasil Amerika Serikat Vs Paraguay 4-1, Intervensi VAR Tuai Komentar

    "Nomor 10, Paraguay, menutup mulutnya. Keputusan, kartu merah," tuturnya dengan nada tegas yang disambut sorak sorai penonton.

    Ini adalah kartu merah pertama di dunia sepak bola akibat regulasi tersebut setelah FIFA mengimplementasikannya untuk Piala Dunia 2026 ini.

    Keputusan Diambil di Kongres FIFA

    Keputusan tersebut diambil dalam rapat khusus Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) di Vancouver, Kanada, April lalu.

    Isu serius soal pemain yang menutupi mulut saat berkonfrontasi menjadi sorotan pada Februari ketika pemain sayap Benfica, Gianluca Prestianni, mengangkat bajunya saat berbicara dengan Vinicius Jr dari Real Madrid di ajang pertandingan Liga Champions.

    Pemain asal Argentina itu dituduh melakukan pelecehan rasis dan awalnya dihukum larangan bermain satu pertandingan.

    Baca juga: Skor Brasil Vs Haiti, Matheus Cunha Akhiri Dahaga Gol bagi Samba

    Setelah penyelidikan UEFA, Prestianni dinyatakan bersalah atas perilaku homofobik dan dilarang bermain selama enam pertandingan - tiga di antaranya ditangguhkan.

    Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengatakan ia ingin menerapkan sesuatu yang memiliki "efek jera" dan mendukung pemberian kartu merah dalam situasi tersebut.

    "Jika seorang pemain menutupi mulutnya dan mengatakan sesuatu, dan ini memiliki konsekuensi rasis, maka dia harus dikeluarkan, jelas," ujar Infantino seperti dikutip dari BBC.

    Baca juga: Ujar Pochettino Soal Cedera Christian Pulisic pada Debut Piala Dunia 2026

    "Harus ada anggapan bahwa dia telah mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak dikatakan, jika tidak, dia tidak perlu menutupi mulutnya.

    "Apabila tidak memiliki sesuatu untuk disembunyikan, Anda tidak akan menutupi mulut ketika mengatakan sesuatu. Itu saja, sesederhana itu."

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Hasil Piala Dunia 2026 Meksiko Vs Korsel 1-0, El Tri Tim Pertama Lolos 32 Besar!

    Komentar
    Additional JS