Final Thomas Cup 2026 - Prancis Ditunggu China setelah Acak-Acak Kejuaraan dan Indonesia dengan Trio Tunggalnya - Semua Halaman - Bolasport
Final Thomas Cup 2026 - Prancis Ditunggu China setelah Acak-Acak Kejuaraan dan Indonesia dengan Trio Tunggalnya - Semua Halaman - Bolasport.com
BOLASPORT.COM - Keberhasilan Prancis mencapai final Thomas Cup 2026 muncul dari berbagai faktor, perjuangan sampai semesta yang berpihak. Namun, mengatasi China di laga puncak bakal menjadi tantangan ekstra bagi Christo Popov dkk..
Tim bulu tangkis putra Prancis menegaskan diri sebagai kejutan dalam gelaran Thomas & Uber Cup 2026.
Negara yang tadinya mentok lolos ke perempat final Thomas Cup, dan bahkan hanya dua kali, secara mengesankan dapat memelesat hingga menyegel laga puncak.
Sang juara Eropa mengalahkan India dengan skor 3-0 dalam pertandingan semifinal yang berlangsung di Forum Horsens, Denmark, Sabtu (2/5/2026).
India bukan korban pertama. Lawan-lawan kuat lainnya telah dilewati oleh pasukan Negeri Mode yaitu Jepang (3-0) di perempat final dan Indonesia (4-1) di babak penyisihan grup.
Menariknya, gebrakan Prancis itu selalu diiringi susunan pertandingan yang menguntungkan mereka: 3 partai tunggal di awal, diikuti partai ganda kedua, dan ditutup partai ganda pertama.
Kekuatan Prancis memang terletak di sektor tunggalnya dengan trio Christo Popov (rank ke-4 dunia), Alex Lanier (ke-10), dan Toma Junior Popov (ke-17).
Indonesia yang kuat di sektor ganda pun tidak dapat menurunkan duet andalan, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, sampai posisi tertinggal 0-4.
Kemenangan 4-1 atas Indonesia memastikan kelolosan Prancis dari fase grup. Indonesia angkat koper karena kalah dalam selisih partai yang dimenangi dari Thailand dan Prancis.
Susunan pertandingan yang menguntungkan Prancis itu sontak menuai pro dan kontra. Namun, tidak ada aturan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang dilanggar.
Dalam regulasi, ada delapan opsi order of play di Thomas dan Uber Cup, tidak hanya susunan selang-seling: tunggal ke-1, ganda ke-1, tunggal ke-2, ganda ke-2, dan tunggal ke-3.
OPSI ORDER OF PLAY THOMAS CUPMS1-MD1-MS2-MD2-MS3MS1-MD2-MS2-MD1-MS3
MS1-MS2-MD1-MS3-MD2
MS1-MS2-MD2-MS3-MD1
MS1-MS2-MS3-MD1-MD2
MS1-MS2-MS3-MD2-MD1
MS1-MD1-MS2-MS3-MD2
MS1-MD2-MS2-MS3-MD1
Penyesuaian bisa dilakukan apabila ada pemain yang bermain rangkap. Susunan pertandingan diatur sedemikian rupa agar pemain tidak bermain secara beruntun.
Dalam hal ini, Prancis memanfaatkan aturan pendampingnya yaitu pemain yang bermain rangkap harus memainkan partai tunggal terlebih dahulu.
Alhasil, tidak ada pilihan selain urutan yang membawa Prancis melangkah jauh. Tiga tunggal putra duluan, ganda putra pertama belakangan.
Hal itu bukan tanpa sebab. Christo dan Junior Popov selaku tunggal pertama dan ketiga juga merupakan ganda putra pertama Prancis dalam ranking dunia.
Dua pemain berdarah Bulgaria itu memang selalu bermain rangkap di turnamen yang diikuti.
Itulah kenapa partai ganda putra pertama ditaruh di urutan terakhir ketika Prancis menurunkan dua Popov bersaudara untuk partai tunggal dan ganda sekaligus.
"Saya pikir kami bisa menjadi senjata yang bagus untuk Prancis walau itu bukan tujuan utama kami," ucap Toma Popov setelah dia dan adiknya menjadi Juara Eropa tahun lalu.
Christo berujar, "Pertandingan ganda sangat menyenangkan. Bagi saya, mungkin kakak saya juga, pertandingan ganda adalah cara kami untuk menikmati pertandingan."
Popov bersaudara tumbuh di keluarga yang bulu tangkis banget.
Melansir dari Le Parisien, ayah mereka, Toma adalah mantan pemain badminton dan kini menjadi pelatih sementara ibu mereka, Tvsetomira, wasit tepok bulu.
Bahkan, paman mereka yakni Mihail Popov adalah pebulu tangkis yang pernah tampil di Olimpiade pada edisi Sydney 2000.
Tentunya, sukses Prancis tak cuma faktor keluarga Popov belaka. Kekuatan mereka di sektor tunggal tidak akan lengkap tanpa keberhasilan seorang Alex Lanier menembus persaingan level elite.

Jika Popov bersaudara berlatih di Fos-sur-Mer, di klub yang dilatih ayah mereka sendiri, Lanier merupakan binaan INSEP, pusat pembinaan atlet nasional di Prancis.
Kesuksesan wonderkid seangkatan Alwi Farhan untuk menjadi tunggal putra kedua Prancis, bahkan sempat yang pertama, memungkinkan susunan pertandingan favorit mereka ini.
Dengan opsi pertandingan yang mustahil diutak-atik, cara mengalahkan Prancis adalah dengan mencuri poin dari sektor tunggal mereka.
Thailand menjadi negara yang berhasil melakukannya di Thomas Cup 2026 dengan memenangi partai tunggal pertama dan tunggal keduanya sebelum menang 4-1.
Di final Thomas Cup 2026, Prancis akan menghadapi negara lainnya yang berpeluang untuk mengatasi 'perisai' tiga tunggal mereka itu.
Prancis akan menghadapi China yang merupakan satu-satunya negara dengan keunggulan peringkat atas amunisi mereka untuk ketiga partai tunggal.
Shi Yu Qi, Li Shi Feng, dan Weng Hong Yang, mereka semua bukan lawan yang mudah bagi Christo Popov, Alex Lanier, dan Toma Junior Popov.
Sedangkan kalau persaingan berlanjut ke partai ganda, pasukan Negeri Tirai Bambu berada di atas angin karena pemain yang lebih baik.
China lolos setelah mengalahkan Denmark dengan skor 3-0.
REKAP HASIL SEMIFINAL THOMAS CUP 2026
Prancis 3-0 India
- MS1: Christo Popo vs Ayush Shetty 21-11, 21-9
- MS2: Alex Lanier vs Kidambi Srikanth 21-16, 21-18
- MS3: Toma Junior Popov vs Prannoy H. S. 21-19, 21-16
- MD2: Eloi Adam/Leo Rossi vs Hariharan Amsakarunan/M. R. Arjun tidak dimainkan
- MD1: Christo Popov/Toma Junior Popov vs Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty tidak dimainkan
China 3-0 Denmark
- MS1; Shi Yu Qi vs Anders Antonsen 21-16, 21-5
- MD1: Liang Wei Keng/Wang Chang vs Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen 21-18, 21-17
- MS2: Li Shi Feng vs Magnus Johannesen 21-19, 18-21,
- MD2: Chen Bo Yang/Liu Yi vs Mathias Christiansen/Daniel Lundgaard tidak dimainkan
- MS3: Weng Hong Yang vs Ditlev Jaeger Holm tidak dimainkan