0
News
    Home Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia Featured Moh Reza Pahlevi Isfahani Sabar Karyaman Gutama Spesial Thomas Cup Thomas-Uber Cup

    Thomas Cup 2026 Jadi Sejarah Buruk Indonesia, Sabar/Reza Ungkap Penyebab Gagal Kalahkan Ganda Pelapis Prancis - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read

     

    Thomas Cup 2026 Jadi Sejarah Buruk Indonesia, Sabar/Reza Ungkap Penyebab Gagal Kalahkan Ganda Pelapis Prancis - Semua Halaman - Bolasport.com

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Bulu Tangkis
  • Rabu, 29 April 2026 | 13:40 WIB

    Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani mengungkap penyebab mereka kesulitan tampil maksimal saat tampil di partai krusial Indonesia vs. Prancis di Thomas Cup 2026.Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani mengungkap penyebab mereka kesulitan tampil maksimal saat tampil di partai krusial Indonesia vs. Prancis di Thomas Cup 2026. (PBSI)

    BOLASPORT.COM - Kegagalan tim putra Indonesia di babak penyisihan grup Thomas Cup 2026 masih menyisakan luka menyesakkan bagi penggemar bulu tangkis Tanah Air.

    Tim bulu tangkis putra Indonesia mencoreng label unggulan yang dibawa pada turnamen beregu prestisius ini.

    Datang sebagai unggulan dua, tim Merah-Putih justru keok di fase grup.

    Indonesia untuk pertama kalinya gagal lolos dari penyisihan grup setelah terjebak dalam grup 'neraka' yaitu Grup D.

    Kekalahan dengan skor 1-4 dari Prancis telah merusak semua angan-angan Indonesia yang membawa amunisi terkuat.

    Ketika tertinggal 0-3 dari Les Bleus, Indonesia sebenarnya masih membuka asa untuk lolos sebagai runner-up grup D.

    Indonesia masih bisa lolos dengan kekalahan 2-3 karena Prancis lebih dulu kalah 1-4 dari Thailand dalam persaingan yang mengerucut ke tiga negara ini.

    Namun, kesempatan terakhir pada partai keempat terlepas ketika ganda putra, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, yang menjadi wakil tumbang.

    Baca Juga: Rekap Hasil Thomas Cup 2026 - Indonesia Gagal ke Perempat Final usai Ditundukkan Prancis, Anthony Ginting Ungkap Momen Kram

    Sabar/Reza yang menempati peringkat sembilan dunia malah ambruk di tangan pasangan lapis kedua Prancis, Eloi Adam/Leo Rossi.

    Rekor selalu menang dalam 2 pertemuan sebelumnya dengan Adam/Rossi runtuh pada laga yang digelar di Forum Horsens, Denmark, Rabu (29/4/2026) dini hari waktu Indonesia.

    Unggul di awal gim pertama tidak menjamin laga mudah untuk mereka. Sabar/Resa justru gugup dan sering melakukan kesalahan sendiri, terutama di area netting.

    Permainan yang kurang menyerang alias terlalu defensif juga membuat mereka sangat mudah diporak-porandakan.

    Pelatih ganda putra Indonesia, Anthonius Budi Ariantho, sudah mewanti-wanti Sabar/Reza ketika interval, mengingatkan mereka untuk selalu bermain menyerang terus.

    Namun apa daya, agresivitas dan kepercayaan diri Adam/Rossi yang tugasnya membawa Prancis memenangi satu partai lagi, terlanjur tinggi.

    Sabar mengakui bahwa pengalaman bermain di ajang beregu yang belum banyak, cukup berpengaruh pada mental mereka.

    Sabar/Reza berkarier secara independen setelah mengundurkan diri dari Pelatnas pada 2021. Baru kali ini mereka tampil dipanggil untuk ajang Thomas Cup.

    "Kami sudah mencoba untuk mengeluarkan yang terbaik di gim tadi, tapi kami harus akui bahwa Prancis bermain sangat baik, sangat percaya diri," ujar Sabar dalam rilis pers PBSI.

    "Kami pernah bertemu mereka dua kali dan hari ini permainannya jauh berbeda dari dua pertemuan itu."

    "Pelajaran dan pengalaman besar buat kami bagaimana untuk mengontrol tekanan di turnamen beregu seperti ini. Tidak mudah apalagi dengan kondisi tim yang sedang tertinggal," tandasnya.

    Baca Juga: Indonesia Gagal di Thomas Cup 2026 hingga Fajar/Fikri Tanding sambil Tahan Air Mata, Pundit Denmark Yakin Ada yang akan Dipecat

    Eloi Adam sangat bangga bisa menjadi penentu yang memastikan kelolosan Prancis ikut ke perempat final Thomas Cup 2026 bersama Thailand dari Grup D.

    Mengalahkan Indonesia, tim yang menjuarai piala ini paling banyak dengan total 14 trofi, jelas menjadi sejarah besar bagi tim Juara Beregu Eropa 2026 ini.

    "Mungkin ini kemenangan terpenting bagi Prancis," kata Adam.

    "Sangat senang dengan hari ini, seperti skor 4-0 melawan Indonesia, yang mungkin merupakan negara yang ikonik di bulu tangkis."

    "Jadi ini sangat berarti. Dan ini tahun yang baik untuk tim Prancis," ucapnya memungkasi.

    Komentar
    Additional JS