Bukan Sekedar Pertandingan, Film Dokumenter Timnas Indonesia ‘The Longest Wait’ Bakal Ungkap Rahasia Ruang Ganti - Semua Halaman - Bolasport
Bukan Sekedar Pertandingan, Film Dokumenter Timnas Indonesia ‘The Longest Wait’ Bakal Ungkap Rahasia Ruang Ganti - Semua Halaman - Bolasport.com
BOLASPORT.COM - Perjuangan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 bakal tersaji dalam film dokumenter ‘The Longest Wait’ yang dijadwalkan tayang pada 18 Juni 2026. Film ini bukan hanya soal pertandingan, tetapi akan membongkar lapisan cerita tersembunyi tentang pengorbanan, air mata, hingga pergulatan batin pemain demi mimpi Piala Dunia.
Setelah hampir sembilan dekade terkunci dalam penantian, mimpi Timnas Indonesia kembali ke panggung dunia tak lagi sekedar angan dalam dua tahun lalu.
Perjuangan berdarah-darah Skuad Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026 ini diabadikan dalam film dokumenter sinematik ‘The Longest Wait’, sebuah refleksi mendalam tentang identitas dan harapan bangsa yang tak pernah padam.
Film dokumenter ini dipastikan bakal tayang serentak di bioskop-bioskop seluruh Indonesia pada 18 Juni 2026.
Film in resmi diperkenalkan kepada publik di XXI Plaza Senayan, Jakarta, pada 29 April 2026.
Film berjudul The Longest Wait ini tak hanya akan menampilkan perjuangan Jay Idzes dan kawan-kawan di lapangan saja.
Akan tetapi, ini juga akan memperlihatkan sisi yang belum pernah dilihat pecinta sepak bola Tanah Air.
Hal-hal yang belum diketahui publik, sehingga film ini akan menunjukkan latar belakang yang beragam.
Dari perjuangan para pemain Timnas Indonesia yang bermain di negara lain hingga bergabung dengan tim setiap kali bermain.
Selain itu juga akan ada cerita dan membongkar rahasia yang ada di ruang ganti.
Pelatih Timnas U-20 Indonesia sekaligus legenda timnas Indonesia mengaku bahwa ini merupakan film yang bagus.
“Film ini adalah sebuah apresiasi buat pemain dan pelatih. Semoga dengan film ini masyarakat akan semakin bangga dengan tim nasional Indonesia,” ujar Nova Arianto kepada awak media termasuk BolaSport.com di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (29/4/2026).
“Yang pasti ini menjadi sebuah apresiasi yang sangat tinggi kepada pemain dan pelatih, karena kita tahu kita sangat dekat dengan World Cup,” ucapnya.
Untuk itu, Nova menilai bahwa film ini akan menunjukkan apa yang terjadi di balik belakang layar.
Ini akan menunjukkan apa yang selama ini tersembunyi dan tidak diketahui publik nantinya.
“Dan pastinya film ini akan membuat kita semakin masyarakat. Masyarakat akan lebih tahu lagi tentang perjuangan pemain,” kata Nova Arianto.
Baca Juga: Shayne Pattynama Dulu Bermain di Eropa, Kini Jadi Pelapis di Persija
“Karena mungkin saat ini masyarakat hanya bisa melihat di pertandingan saja, tetapi dari film ini masyarakat akan bisa melihat apa yang dilakukan oleh pemain di luar lapangan.”
Film dokumenter ini diproduksi oleh Fremantle Indonesia dan Beach House Pictures, a Fremantle company, rumah produksi pemenang penghargaan kelas dunia seperti Emmy Awards, serta kreator di balik dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee & Jessica Wongso.
The Longest Wait menghadirkan pendekatan sinematik dengan akses dan perspektif yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Produser Eksekutif The Longest Wait & Pendiri Bersama Beach House Pictures, Donovan Chan ini mengatakan bahwa sejak awal film ini tidak hanya diposisikan sekedar cerita.
Akan tetapi, ini akan menjadi refleksi dari perjalanan dan perjuangan sebuah bangsa untuk bisa mencapai mimpi.
“Sejak awal, kami melihat ini lebih dari sekadar kisah sepak bola. Ini tentang sebuah bangsa yang telah menunggu, berharap, dan tidak pernah benar-benar melepaskan mimpinya,” kata Donovan Chan.
“The Longest Wait memberi kami kesempatan langka untuk menangkap bukan hanya apa yang dilihat orang di lapangan, tetapi juga semua yang terjadi di baliknya.”
Senada dengan Executive Producer of The Longest Wait & Managing Director of Fremantle Indonesia, Sakti Parantean, menegaskan bahwa film ini tak hanya berbicara sekedar laga.
Untuk itu, diharapkan banyak banyak yang bisa menonton agar bisa melihat dan juga merasakan perjuangan para pemain Timnas Indonesia untuk tampil di Piala Dunia.
“Kami percaya ini adalah cerita yang dimiliki semua orang Indonesia. Bukan hanya tentang tim nasional, tapi tentang harapan yang kita rasakan bersama di stadion, di rumah, di mana pun kita berada,” ucap Sakti Parantean.
Sementara itu, pemain Timnas Indonesia yang turut merasakan perjuangan untuk mimpi Piala Dunia yakni Shayne Pattynama pun mengaku bahwa film ini sangat berarti untuknya dan juga semua pihak menurutnya.
Pemain Persija Jakarta itu mengatakan bahwa film dokumenter ini sangat berarti bagi banyak orang.
Menurutnya, prosesnya sangat berjalan dengan baik dan organik seperti kata kuncinya adalah mendapat kepercayaan, memiliki perasaan yang baik.
Film ini mulai digarap sejak perjuangan Timnas Indonesia di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 hingga putaran keempat.
Untuk itu, ia menilai bahwa para pemain selama pengarapan film ini semua merasa nyaman dengan kamera di sekitar untuk berbicara dengan benar dan ia memastikan tidak ada yang dipaksakan.
Menurutnya dalam film ini semua berjalan normal dan natural memperlihatkan apa yang terjadi di balik layar perjuangan Timnas Indonesia.
“Sekali lagi saya sangat senang menjadi bagian dari ini, begitu juga dengan pemain lain. Saya rasa semua orang sangat menantikannya, rekan-rekan di tim juga sangat menantikan dokumenter ini. Seperti yang saya katakan, saya sendiri belum melihatnya, jadi saya sangat bersemangat,” tutur Shayne.
“Ya seperti yang saya katakan ini bukan sekedar sepak bola. Ini tentang negara, tepat di mana Ayah dan keluarga saya lahir. Bisa mencapai Piala Dunia bukan hanya sesuatu yang Anda impikan sebagai pemain sepak bola, tetapi juga mewakili seluruh negara.”
“Kami melewati masa-masa indah, pertandingan yang bagus saat kami menang, tetapi Anda juga melihat pertandingan di mana kami kalah dan kami semua merasa emosional.”
“Anda akan melihatnya paling banyak di dokumenter karena kami tahu bagaimana prosesnya, tetapi di dalam dokumenter Anda akan melihat dengan tepat bagaimana perasaan kami di ruang
ganti, bagaimana keadaan kami setelah pertandingan, sebelum pertandingan,
tekanannya, saat kami bercanda satu sama lain.”
“Semuanya akan Anda lihat, jadi bukan hanya saat kami bertanding, Anda akan melihat segalanya,” ujarnya.