Persetan Sanksi FIFA, Malaysia Ogah Menunggu 10 Tahun: Kita Butuh Banyak Naturalisasi! - Semua Halaman - Superball
Persetan Sanksi FIFA, Malaysia Ogah Menunggu 10 Tahun: Kita Butuh Banyak Naturalisasi! - Semua Halaman - Superball.id
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 5 April 2026 | 08:21 WIB
Timnas Malaysia tidak bisa menunggu 10 tahun untuk pengembangan pemain lokal, mending naturalisasi banyak pemain. (INSTAGRAM.COM/FAMALAYSIA)
SUPERBALL.ID - Pengamat sepak bola Malaysia Zulakbal Abdul Karim menegaskan Harimau Malaya butuh banyak pemain naturalisasi baru agar menjadi tim kuat.
Pernyataan Zulakbal Abdul Karim itu muncul setelah Malaysia keok 1-3 dari Vietnam di laga terakhir Kualifikasi Piala Asia 2027.
Dalam pertandingan itu, Peter Cklamovski selaku pelatih Malaysia menurunkan kombinasi pemain lokal, keturunan dan naturalisasi.
Di manat Zulakbal, Malaysia tak hanya kalah dalam segi taktis tapi juga strategi dan kualitas pemain yang dimiliki di dalam skuad.
"Saya melihat dalam pertandingan hari Selasa kami menggunakan tiga kategori pemain lokal, keturunan, dan naturalisasi," kata Zulakbal.
"Tetapi kami tetap tidak bisa mengalahkan Vietnam, secara teknis, kita berada di bawah Vietnam. Secara taktis, juga di bawah," imbuhnya.
Zulakbal menyinggung bagaimana terakhir kali Malaysia berhasil mengalahkan Vietnam dengan skor telak 4-0, saat masih diperkuat pemain keturunan palsu.
Oleh karena itu, Malaysia dinilai sangat membutuhkan para pemain naturalisasi baru guna memperkuat kekuatan Harimau Malaya.
Langkah ini bukan sebuah tindakan putus asa, Zulakbal menganggapnya sebagai respons sementara dalam membangun ulang kekuatan skuad.
Baca Juga: Pelatih Persib Bandung Restui Putranya Membela Timnas Malaysia
"Jika Anda melihat rekornya, kami pernah mengalahkan Vietnam dengan telak sebelumnya karena tujuh pemain yang terlibat dalam skandal dokumen itu."
"Jadi ya, kita memang membutuhkan pemain naturalisasi dan pemain keturunan lokal baru jika kita ingin mengalahkan Vietnam lagi," kata Zulakbal lagi.
Skandal pemalsuan dokumen naturalisasi memang sangat memalukan, tapi Zulakbal meminta pencarian pemain keturunan jangan sampai berhenti.
Malaysia diminta untuk belajar dari kesalahan sebelumnya, tentu agar lebih jujur dalam menaturalisasi pemain.
Mengapa Zulakbal seakan ngotot agar naturalisasi pemain tetap dilakukan, karena baginya sepak bola Malaysia tidak dapat menunggu 10 tahun untuk sukses.
"Belajarlah dari kesalahan. Kita harus memahami aturan FIFA agar tidak mengulangi kesalahan yang sama."
"Pemain naturalisasi dan pemain keturunan lokal masih sangat dibutuhkan oleh sepak bola Malaysia," katanya lagi.
Zulakbal sadar akan kualitas bakat lokal, oleh karena itu untuk mengasah kemampuan mereka, pemain naturalisasi memang sangat dibutuhkan.
Baca Juga: Pakar Malaysia Tawarkan Saran kepada Harimau Malaya untuk Bisa Balas Dendam terhadap Vietnam
"Jika kita ingin mengembangkan bakat lokal, itu membutuhkan waktu. Kita tidak bisa menunggu 10 tahun sebelum maju."
"Jadi menurut saya pengembangan pemain lokal dan naturalisasi harus berjalan bersamaan, untuk dampak langsung dan jangka panjang," pungkas Zulakbal.
Langkah ini juga dilakukan sebagai persiapan Malaysia tampil di Piala AFF 2026 yang digelar medio Juli hingga Agustus ini.
Selain itu, Malaysia juga butuh kekuatan baru untuk tampil di Piala ASEAN FIFA yang digelar akhir tahun 2026 ini.
Menarik dinantikan seperti apa kejutan yang akan diberikan Malaysia untuk sepak bola Asia Tenggara.