0
News
    Home Berita Featured Rangking FIFA Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Malaysia

    Skandal Pemain Ilegal Hancurkan Ranking FIFA Malaysia: Sanggupkah Harimau Malaya Mengejar Dominasi Timnas Indonesia? - Superball

    5 min read

     

    Skandal Pemain Ilegal Hancurkan Ranking FIFA Malaysia: Sanggupkah Harimau Malaya Mengejar Dominasi Timnas Indonesia?


    Terpuruk karena skandal naturalisasi pemain ilegal, akankah Malaysia mampu mengejar dominasi Timnas Indonesia. (FAM.ORG.MY)

    SUPERBALL.ID - Kabar duka menyelimuti sepak bola Malaysia setelah rilis terbaru ranking FIFA per April 2026 menunjukkan kejatuhan dramatis skuad Harimau Malaya. 

    Di tengah keterpurukan ini, Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Dr. Mohammed Taufiq Johari, menyerukan langkah darurat untuk memulihkan martabat sepak bola negara yang kini tertinggal jauh di belakang sang rival abadi, Timnas Indonesia.

    Skandal naturalisasi pemain ilegal tak hanya membuat hancur citra sepak bola Malaysia, skuad Harimau Malaya rasakan dampak terbesarnya. 

    Terjun Bebas ke Peringkat 138 Dunia

    ​Berdasarkan data resmi FIFA edisi April 2026, Malaysia harus menerima kenyataan pahit turun 17 anak tangga dari peringkat 121 menjadi peringkat 138 dunia. 

    Kejatuhan ini bukan sekadar karena performa di lapangan, melainkan akibat sanksi berat dari AFC dan FIFA.

    ​Sanksi tersebut dijatuhkan setelah Malaysia dinyatakan kalah WO (0-3) dalam dua pertandingan kualifikasi melawan Nepal dan Vietnam. 

    Penyebabnya sangat fatal, penggunaan tujuh pemain naturalisasi ilegal yang dokumennya terbukti bermasalah.

    Akibatnya, poin yang sudah dikumpulkan Harimau Malaya hangus seketika, membuat mereka kini bahkan berada di bawah Filipina (135).

    Baca Juga: Persetan Sanksi FIFA, Malaysia Ogah Menunggu 10 Tahun: Kita Butuh Banyak Naturalisasi!

    Disparitas Jauh dengan Timnas Indonesia

    ​Kondisi ini berbanding terbalik dengan Timnas Indonesia. Skuad asuhan John Herdman saat ini kokoh di peringkat 122 dunia setelah penampilan solid di ajang FIFA Series 2026.

    ​Dengan selisih 16 posisi, publik sepak bola Malaysia kini dihantui rasa khawatir bahwa jurang kualitas dengan Indonesia akan semakin lebar. 

    Jika Indonesia terus konsisten menembus putaran final turnamen besar, Malaysia justru harus memulai proses reformasi dari nol akibat skandal administratif tersebut.

    Seruan Dr. Mohammed Taufiq: Reformasi FAM adalah Harga Mati

    ​Menanggapi krisis ini, Dr. Mohammed Taufiq Johari menyatakan kekecewaan mendalam dan mendesak Federasi Bolasepak Malaysia (FAM) untuk melakukan perombakan total. 

    Menurutnya, insiden pemain ilegal adalah noda besar yang menghancurkan kepercayaan publik.

    ​"Ini adalah peluang untuk kita memulihkan martabat sepak bola negara," kata Taufiq seperti dikutip Superball.id dari laman BHarian.com.

    "Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara lama. Reformasi internal di FAM harus segera dilakukan, termasuk transparansi dalam proses naturalisasi."

    ​Beliau juga menekankan pentingnya pengembangan talenta lokal melalui akademi yang berkelanjutan. 

    Baca Juga: Pelatih Persib Bandung Restui Putranya Membela Timnas Malaysia

    Alih-alih hanya bergantung pada solusi instan naturalisasi yang justru berisiko hukum jika tidak dilakukan dengan teliti.

    Ambisi Mengejar Ketertinggalan

    ​Meski sedang dalam titik terendah dalam 17 tahun terakhir, pemerintah Malaysia berkomitmen untuk memberikan ruang bagi perbaikan. 

    Target utama mereka saat ini adalah menstabilkan organisasi dan mencoba membangun kekuatan baru di Piala AFF 2026 mendatang. 

    ​Pertanyaannya kini, mampukah Malaysia bangkit dan mengejar ketertinggalan dari Indonesia, ataukah dominasi Skuad Garuda di kawasan Asia Tenggara akan bertahan lebih lama? 

    Satu hal yang pasti, publik Malaysia kini menuntut bukti nyata, bukan sekadar janji di atas kertas.

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

    Komentar
    Additional JS