Persebaya Surabaya Boncos Rp 15 Miliar! Derbi Suramadu Lawan Madura United Terancam Jadi Mimpi Buruk - Jawa Pos
Kapten pemain Persebaya Surabaya Bruno Moreira terancam absen jelang Derbi Suramadu karena masih pemulihan cedera. (Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya boncos hingga Rp 15 miliar jelang Derbi Suramadu melawan Madura United. Tiga pemain bintang berpotensi absen dan membuat kekuatan Green Force terancam pincang di laga krusial ini.
Kabar buruk menghampiri Persebaya Surabaya jelang menghadapi Madura United dalam matchday ke-28 Super League 2025/2026.
Laga panas ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo pada Jumat, 17 April 2026 pukul 19.00 WIB.
Bermain di kandang sendiri sejatinya menjadi keuntungan besar bagi Persebaya Surabaya. Dukungan penuh Bonek diharapkan bisa menjadi energi tambahan untuk mengamankan tiga poin penting.
Namun situasi justru berbalik menjadi tantangan berat bagi Green Force. Badai cedera menghantam skuad Persebaya Surabaya di momen yang tidak tepat.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan kondisi timnya belum sepenuhnya siap. Ia menyebut banyak pemain yang tidak bisa membantu tim karena cedera maupun sakit.
"Saat ini banyak pemain yang tidak bisa membantu tim. Saya berharap beberapa dari mereka bisa segera pulih untuk pertandingan berikutnya. Kami masih menghadapi situasi dengan banyak pemain yang cedera maupun sakit," jelas Bernardo Tavares.
Situasi ini membuat komposisi tim menjadi tidak ideal jelang laga penting. Bahkan beberapa pemain yang tampil di laga sebelumnya pun belum berada dalam kondisi terbaik.
Salah satu pemain yang menjadi sorotan adalah Leo Lelis. Bek asal Brasil itu masih dibekap cedera setelah hanya mampu bermain satu babak saat melawan Persija Jakarta.
Nilai pasar Leo Lelis yang mencapai Rp 3,04 miliar menunjukkan betapa pentingnya peran sang pemain di lini belakang. Absennya dia tentu akan menjadi kerugian besar bagi pertahanan Persebaya Surabaya.
Selain itu, kondisi Bruno Moreira juga belum sepenuhnya pulih. Padahal pemain dengan nilai pasar Rp 6,95 miliar tersebut merupakan salah satu motor serangan Green Force.
Tak hanya di lini depan, sektor penjaga gawang juga mengalami masalah serius. Ernando Ari ayng punya harga pasaran Rp 5,21 miliar dikabarkan belum berada dalam kondisi 100 persen untuk tampil di Derbi Suramadu.
Jika ditotal, nilai pasar ketiga pemain tersebut mencapai sekitar Rp 15 miliar. Angka itu mencerminkan potensi kerugian besar yang harus ditanggung Persebaya Surabaya jika mereka benar-benar absen.
“Beberapa pemain yang tampil juga belum berada dalam kondisi 100 persen. Pada pertandingan terakhir, beberapa pergantian pemain terpaksa dilakukan dengan memasukkan pemain yang baru pulih dari cedera. Itu adalah kondisi yang kami miliki saat ini,” tutur Bernardo Tavares.
Kondisi ini membuat pelatih asal Portugal itu harus memutar otak. Ia belum bisa memastikan siapa saja pemain yang siap diturunkan menghadapi Madura United.
“Untuk persiapan menghadapi Madura United, kami sebenarnya sudah mulai melakukan persiapan. Namun dengan banyaknya pemain yang cedera dan sakit, kami masih belum tahu siapa saja yang benar-benar siap bermain dan apakah mereka bisa tampil dalam kondisi 100 persen,” kata Bernardo Tavares.
Situasi ini jelas menjadi tantangan besar bagi Persebaya Surabaya. Terlebih Derbi Suramadu selalu berlangsung panas dan penuh tekanan.
Laga melawan Madura United bukan sekadar pertandingan biasa. Rivalitas kedua tim membuat duel ini selalu menyedot perhatian publik sepak bola nasional.
Dalam kondisi ideal, Persebaya Surabaya memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan di kandang. Namun dengan badai cedera yang melanda, skenario tersebut bisa berubah drastis.
Kini fokus utama tim adalah memaksimalkan pemain yang tersedia. Bernardo Tavares menegaskan seluruh pemain harus bekerja keras demi menjaga peluang tim.
“Saat ini fokus kami adalah menyiapkan pemain yang tersedia. Kami harus memastikan siapa saja yang siap membantu tim. Para pemain yang ada harus bekerja keras dan memberikan yang terbaik untuk pertandingan nanti,” pungkas Bernardo Tavares.
Situasi ini membuat Derbi Suramadu berpotensi berjalan tidak sesuai ekspektasi Green Force. Jika para pemain kunci benar-benar absen, Persebaya Surabaya harus mengandalkan kekuatan kolektif tim.
Di sisi lain, Madura United tentu melihat kondisi ini sebagai peluang emas. Mereka bisa memanfaatkan ketimpangan skuad untuk mencuri poin di kandang lawan.
Derbi Suramadu kali ini pun diprediksi berjalan lebih sengit dan penuh drama. Bukan hanya soal gengsi, tapi juga soal bagaimana Persebaya Surabaya bertahan di tengah badai cedera.