0
News
    Home Barcelona Berita Featured Liga Champions Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Presiden Barcelona Ngamuk, 'Serang' Wasit Usai Keok di Liga Champions - detik

    3 min read

     

    Presiden Barcelona Ngamuk, 'Serang' Wasit Usai Keok di Liga Champions

    Foto: REUTERS/Bruna Casas
    Madrid -

    Presiden BarcelonaJoan Laporta, marahm-marah usai tersingkir dari Liga Champions. Ia menyerang wasit yang dinilai sangat merugikan timnya.

    Barcelona disingkirkan Atletico di perempatfinal Liga Champions dengan agregat 2-3. Usai kalah 0-2 di leg pertama, Lamine Yamal dkk cuma bisa menang 2-1 di leg kedua, Rabu (15/4) dini hari WIB.

    Pada leg kedua di Wanda Metropolitano, Barcelona kepayahan melawan Atletico. Selain kesulitan memanfaatkan banyak peluang, tim tamu juga kena kartu merah di pertengahan babak kedua, yakni Eric Garcia yang diusir karena melanggar Alexander Sorloth.

    Kartu merah ini jadi yang kedua ditelan Barcelona saat melawan Atletico di perempatfinal. Pada leg pertama, wasit Istvan Kovacs juga mengusir Pau Cubarsi karena melanggar Giuliano Simeone.

    Joan Laporta menilai, wasit di perempatfinal, yakni Kovacs dan Clement Turpin, sangat mempengaruhi hasil Barcelona di perempatfinal. Ia menyebut kinerjanya memalukan.

    "Pertama-tama, selamat kepada Atlético atas lolosnya ke semifinal, tetapi itu tidak mengurangi fakta bahwa wasitnya memalukan," kata Laporta, melansir ESPN.

    "Ini tidak dapat diterima. Setelah di leg pertama, kami tidak diberi penalti (untuk handball Marc Pubill) dan (Pau Cubarsí) juga diusir padahal seharusnya hanya diberi kartu kuning karena Giuliano tidak menguasai bola."

    "Wasit membuat keputusan yang tepat dengan memberi kartu kuning pada awalnya, tetapi VAR menuntut kartu merah yang benar-benar merusak peluang kami. Keputusan wasit telah berdampak besar pada pertandingan ini. Pada leg kedua, situasinya sama saja," kecamnya.

    Soal leg kedua, Laporta akan protes lagi terkait kartu merah Eric Garcia. Ia menilai wasit Clement Turpin sangat buruk kepemimpinannya.

    "Untuk kartu merah Eric, Jules Kounde bisa saja mencapai bola, jadi Eric bukan pemain terakhir. Wasit sudah mengeluarkan kartu kuning dan VAR kembali campur tangan," katanya.

    "Gol Ferran [yang dianulir karena offside] juga seharusnya sah. Ada penalti juga terhadap Dani Olmo, dan permainan keras terhadap Fermín tidak dapat diterima. Bibirnya benar-benar robek. Bahkan tidak ada kartu kuning! Ini tidak dapat diterima."

    "Kami mengajukan protes setelah leg pertama dan UEFA mengatakan 'tidak dapat diterima.' Kami akan meminta penjelasan lebih lanjut. Klub juga akan mengajukan protes lagi, karena yang tidak dapat diterima adalah apa yang terjadi pada kami pada hari Selasa sekali lagi," kata Joan Laporta.


    Komentar
    Additional JS