0
News
    Home Berita Featured Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Pengamat Eropa Sebut Indonesia Tak Punya Banyak Pemain Berbakat Hasil Pembinaan: Jujur Saja! - Semua Halaman - Superball

    5 min read

     

    Pengamat Eropa Sebut Indonesia Tak Punya Banyak Pemain Berbakat Hasil Pembinaan: Jujur Saja! - Semua Halaman - Superball.id

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

    Minggu, 12 April 2026 | 13:18 WIB

    Kritik pengamat Eropa terhadap sistem pembinaan sepak bola Indonesia. (INSTAGRAM.COM/OLEROMENY)

    SUPERBALL.ID - Pengamat sepak bola asal Slovenia, Jernej Kamense, mengklaim Timnas Indonesia tidak punya banyak pemain yang benar-benar berbakat hasil pembinaan

    Sebuah kritik keras dari pengamat Eropa terhadap kenyataan sepak bola Indonesia yang tidak punya banyak pemain berbakat hasil pembinaan

    Hal itu disampaikan Jernej Kamense dalam wawancara bersama salah satu media Vietnam, Dantri.com.vn, pada Minggu (12/4/2026). 

    Jernej awalnya menyoroti sistem pembinaan sepak bola di Vietnam yang tidak maksimal karena sejumlah alasan, termasuk fasilitas yang ada. 

    Lalu dipaksa wartawan Dantri.com.vn untuk membandingkan sistem pembinaan Vietnam dengan Thailand dan Indonesia

    Jernej pun jujur mengaku bahwa ia tidak begitu mengikuti perkembangan sepak bola kedua negara tersebut, apalagi sistem pembinaan yang dipakai. 

    Namun, ia berani berkata bahwa baik Thailand dan Indonesia sama-sama tidak punya banyak pemain yang benar-benar berbakat. 

    Ia menyebut pemahaman sepak bola dalam skala dan lingkungan profesionalitas masih belum benar-benar dipahami di Asia Tenggara. 

    Dan hal itu tak hanya terjadi di Vietnam, Thailand maupun Indonesia, tapi semua negara yang ada di wilayah tersebut.

    Baca Juga: 100 Tahun Sepak Bola Malaysia Belum ke Piala Dunia, Pengamat Lokal: Jiran Bisa Lolos 20 Tahun Lagi!

    "Jujur saja, saya tidak begitu familiar dengan sistem pembinaan pemain muda di Thailand atau Indonesia."

    "Namun, kedua negara sepak bola tersebut juga belum menghasilkan banyak pemain yang benar-benar berbakat."

    "Orang-orang tidak benar-benar memahami skala dan lingkungan profesionalisme sejati."

    "Saya kira situasinya serupa di negara-negara Asia Tenggara lainnya," kata Jernej Kamense. 

    Lebih lanjut, sentilan tajam juga disampaikan Kamense perihal kebiasaan negara-negara ASEAN mendatangkan pemain dengan nama besar. 

    Seperti halnya Keisuke Honda saat menukangi Kamboja, lalu Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia hingga Harry Kewell yang melatih klub Vietnam. 

    Ketiga nama itu punya nama besar di kancah sepak bola, tapi bagi Kamense, pelatih dengan kualifikasi terbaik pun tidak akan menyulap sepak bola suatu negara secara total.

    Penunjukan pelatih yang tepat adalah tentang bagaimana mereka nyaman dan cocok dengan lingkungan yang dilatihnya, itu di mana Kamense.

    Baca Juga: Banyak Denda, Malaysia Masih Buang-buang Uang TC di Thailand, Pengamat Lokal Mengecam!

    "Ini bukan hanya tentang menemukan pelatih dengan kualifikasi, membawanya ke negara tersebut, dan berpikir mereka akan membuat perubahan total."

    "Yang penting adalah mereka cocok dengan lingkungan di sana," kata Jernej Kamense lagi.

    "Di Asia Tenggara, siapa pun bisa mengaku sebagai ahli, bahkan jika mereka tidak benar-benar memahami subjeknya."

    "Tetapi dunia sedang berubah, dan saya melihat banyak anak muda, generasi baru."

    "Dan pelatih di Asia Tenggara yang sabar, mau mendengarkan dan belajar menjadi pelatih sejati," pungkasnya. 

    Komentar
    Additional JS