0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Iran

    Menteri Olahraga Iran Kirim Sinyal Keras: Tanpa Jaminan Keamanan, Tak Ada Piala Dunia - Viva

    5 min read

     

    Menteri Olahraga Iran Kirim Sinyal Keras: Tanpa Jaminan Keamanan, Tak Ada Piala Dunia

    VIVA – Ketidakpastian menyelimuti partisipasi Timnas Iran di Piala Dunia 2026. Di tengah memanasnya konflik geopolitik, pemerintah Iran secara terbuka menyatakan kemungkinan besar timnya tidak akan tampil jika pertandingan tetap digelar di Amerika Serikat.

    Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menegaskan bahwa keikutsertaan negaranya sangat bergantung pada keputusan FIFA terkait lokasi pertandingan.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    “Iran akan dipastikan tampil di Piala Dunia jika permintaan kami kepada FIFA diterima,” ujar Donyamali dalam wawancara dengan Anadolu Agency dikutip Rabu, 8 April 2026.

    Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali

    Photo :
    • Tehran Times

    Sejak serangan militer pada 28 Februari lalu, hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel langsung memanas dan berkembang menjadi konflik terbuka di kawasan Timur Tengah. Serangan tersebut diikuti aksi balasan berupa rudal dan drone dari Teheran ke sejumlah target di kawasan, membuat situasi keamanan kian tidak menentu dan memicu kekhawatiran, termasuk bagi keselamatan tim nasional Iran jika harus bertanding di wilayah Amerika Serikat.

    Iran diketahui dijadwalkan menjalani seluruh laga fase grup di wilayah Pantai Barat Amerika Serikat. Namun, pernyataan Presiden AS, Donald Trump, justru memperkeruh suasana.

    Trump sempat menyebut Iran “dipersilakan” datang, tetapi di sisi lain ia mengakui tidak yakin soal keamanan mereka. “Saya tidak benar-benar percaya itu tepat bagi mereka untuk berada di sini, demi keselamatan mereka sendiri,” katanya.

    Pernyataan tersebut langsung direspons oleh federasi sepak bola Iran. Ketua federasi, Mehdi Taj, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengambil risiko.

    “Ketika Trump secara eksplisit menyatakan tidak dapat menjamin keamanan tim nasional Iran, kami tentu tidak akan bepergian ke Amerika,” ujar Taj.

    Sebagai solusi, Iran meminta agar pertandingan mereka dipindahkan ke Meksiko, salah satu tuan rumah bersama dalam turnamen yang juga digelar di Amerika Serikat dan Kanada. Namun, harapan tersebut pupus.

    Presiden FIFA, Gianni Infantino, memastikan bahwa seluruh pertandingan akan tetap berlangsung sesuai jadwal awal.

    “Pertandingan akan dimainkan di tempat yang telah ditentukan, sesuai hasil undian,” kata Infantino usai bertemu perwakilan federasi Iran.

    Penolakan ini membuat posisi Iran semakin rumit. Meski demikian, Donyamali menegaskan bahwa para pemain tetap menjalani persiapan seperti biasa dan siap tampil jika situasi memungkinkan.

    Ia juga mendesak FIFA serta negara tuan rumah untuk memberikan jaminan keamanan maksimal bagi timnya.

    “Dalam kondisi seperti ini, peluang Iran untuk bermain di Amerika sangat kecil. Namun jika jaminan keamanan diberikan, pemerintah akan mengambil keputusan akhir,” ujarnya.

    Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan dimulai pada 11 Juni di Meksiko. Sementara itu, Amerika Serikat dan Kanada akan menggelar pertandingan pertama mereka sehari setelahnya. Laga final akan berlangsung pada 19 Juli di New Jersey.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Iran direncanakan membuka turnamen dengan menghadapi Selandia Baru pada 16 Juni di Los Angeles, sebelum bertemu Belgia enam hari kemudian di kota yang sama. Laga terakhir fase grup dijadwalkan berlangsung di Seattle Amerika Serikat pada 26 Juni.

    Situasi ini menjadi sorotan global, bukan hanya dari sisi olahraga, tetapi juga menyangkut keselamatan atlet di tengah konflik geopolitik yang belum mereda.


    Komentar
    Additional JS