0
News
    Home Berita Featured Piala Asia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Singapura

    Di Balik Lolosnya Singapura ke Piala Asia, Ada Penggalangan Dana Rp10 Miliar yang Bikin Kaget - Viva

    4 min read

     

    Di Balik Lolosnya Singapura ke Piala Asia, Ada Penggalangan Dana Rp10 Miliar yang Bikin Kaget

    VIVA – Sepak bola Singapura sedang berada di momen bersejarah setelah memastikan diri lolos ke putaran final Piala Asia 2027. Namun di tengah euforia tersebut, Federasi Sepak Bola Singapura justru mengambil langkah yang tidak biasa dan memicu tanda tanya publik: meminta masyarakat ikut menyumbang dana untuk tim nasional.

    Langkah ini terbilang mengejutkan karena dilakukan tidak lama setelah federasi menerima suntikan dana sangat besar dari sektor swasta. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar, apakah sepak bola Singapura benar benar kekurangan dana, atau ada strategi jangka panjang yang sedang dibangun.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Keberhasilan Singapura lolos ke Piala Asia 2027 memang bukan pencapaian biasa. Mereka memastikan tiket setelah menang 1-0 atas Bangladesh dan menutup babak kualifikasi tanpa kekalahan serta menjadi juara grup.

    Ini menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya Singapura lolos ke Piala Asia melalui jalur kualifikasi. Sebelumnya, mereka tampil di Piala Asia 1984 karena berstatus sebagai tuan rumah, bukan karena lolos dari kualifikasi. Fakta lainnya, Singapura juga menjadi tim dengan peringkat FIFA terendah di antara seluruh peserta putaran final, yaitu peringkat 148 dunia.

    Karena itu, federasi melihat kelolosan ini bukan sekadar prestasi sesaat, tetapi momentum untuk membangun ulang fondasi sepak bola nasional mereka.

    Minta Donasi Publik, Federasi Punya Alasan

    Federasi Sepak Bola Singapura kemudian meluncurkan kampanye penggalangan dana melalui platform donasi nasional. Target yang ingin dikumpulkan mencapai 500.000 dolar Singapura atau lebih dari 10 miliar rupiah.

    Dalam pernyataan resminya, federasi menjelaskan bahwa dana dari masyarakat bukan hanya untuk membiayai keberangkatan tim ke Piala Asia, tetapi untuk membangun sistem sepak bola secara keseluruhan, mulai dari tim nasional, pengembangan pemain muda, hingga peningkatan infrastruktur dan program pembinaan jangka panjang.

    Jika diterjemahkan, pesan federasi kurang lebih berbunyi bahwa kontribusi masyarakat akan membantu menjaga standar di balik lambang tim nasional, mendukung persiapan tim, mengembangkan pemain, dan membangun peta jalan jangka panjang sepak bola Singapura.

    Mereka juga menekankan bahwa keberhasilan lolos ke Piala Asia adalah milik seluruh masyarakat Singapura, hasil dari kerja keras, disiplin, dan kepercayaan selama bertahun tahun.

    Sudah Dapat Dana Besar, Kenapa Masih Minta Donasi?

    Yang membuat publik semakin terkejut, kampanye donasi ini muncul hanya beberapa minggu setelah Ketua Federasi Sepak Bola Singapura yang juga pengusaha besar mengumumkan dana investasi sekitar 50 juta dolar Singapura untuk sepak bola nasional.

    Dari jumlah tersebut, sekitar 10 juta dolar Singapura sudah mulai digunakan sejak awal 2026 untuk pengembangan tim nasional, pembinaan usia muda, dan perbaikan fasilitas.

    Karena itu, sebagian media dan publik mempertanyakan keputusan federasi yang masih meminta donasi dari masyarakat. Ada yang menilai langkah tersebut mengejutkan, tetapi federasi menjelaskan bahwa donasi publik bukan semata soal uang, melainkan soal membangun rasa memiliki antara tim nasional dan masyarakat.

    Dengan kata lain, federasi ingin membangun ekosistem sepak bola yang tidak hanya bergantung pada sponsor atau orang kaya, tetapi juga didukung langsung oleh masyarakat. Model seperti ini sebenarnya cukup umum di negara dengan budaya sepak bola kuat, di mana suporter merasa menjadi bagian langsung dari perjalanan tim nasional.

    Meski memiliki tujuan jangka panjang, respons awal dari masyarakat ternyata masih jauh dari harapan. Dalam beberapa jam pertama setelah kampanye dibuka, jumlah donasi yang masuk masih sangat kecil, hanya ratusan dolar Singapura dari beberapa donatur saja.

    Namun federasi tetap optimistis. Mereka menilai kampanye ini bukan hanya soal berapa uang yang terkumpul sekarang, tetapi bagaimana membangun hubungan jangka panjang antara tim nasional dan masyarakat menjelang Piala Asia 2027.

    Jika dilihat lebih dalam, langkah Singapura ini sebenarnya menunjukkan perubahan cara pandang dalam membangun sepak bola nasional. Mereka tidak hanya fokus pada hasil jangka pendek, tetapi mencoba membangun sistem yang berkelanjutan.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Dana dari investor besar digunakan untuk infrastruktur dan sistem, sementara donasi publik digunakan untuk membangun keterlibatan dan rasa memiliki. Strategi ini membuat tim nasional tidak hanya menjadi milik federasi, tetapi menjadi milik seluruh masyarakat.

    Dengan peringkat FIFA yang masih rendah dan status sebagai tim underdog di Piala Asia 2027, Singapura tampaknya sadar bahwa mereka tidak bisa hanya mengandalkan bakat pemain. Mereka harus membangun sistem, budaya, dan dukungan publik jika ingin bersaing dalam jangka panjang di level Asia.


    Komentar
    Additional JS