Como Ikut Jadi Sorotan di Balik Kegagalan Italia ke Piala Dunia 2026 - Kompas
Como Ikut Jadi Sorotan di Balik Kegagalan Italia ke Piala Dunia 2026
KOMPAS.com - Kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026 ikut memicu sorotan terhadap klub-klub di Serie A (Liga Italia), termasuk Como.
Pesohor Italia, Aldo Zilli, menilai minimnya pemain lokal menjadi salah satu masalah dalam perkembangan sepak bola Italia.
"Serie A memiliki sangat sedikit pemain Italia, kami memiliki banyak pemain muda berbakat dan tim U21 mungkin lebih baik daripada tim utama, tetapi kami harus menunggu beberapa tahun untuk mereka," katanya, dilansir dari talkSPORT, Rabu (1/4/2026).
"Tim seperti Como tidak memiliki satu pun pemain Italia di dalamnya dan telah banyak dikritik."
Baca juga: Timnas Italia Kembali Gagal ke Piala Dunia, Spinazzola Menangis
Ia juga menyinggung peran akademi dalam pembinaan pemain. Menurutnya, banyak klub belum maksimal dalam mengembangkan talenta muda.
"Banyak tim di Italia tidak menggunakan akademi mereka dan tidak menghasilkan pemain berkualitas, putra saya pernah bermain di Como jadi saya tahu apa yang terjadi di balik layar."
"Sampai hal itu berubah, sepak bola tidak akan menjadi lebih baik, tetapi bahkan jika kami pergi ke Piala Dunia, kami akan langsung pulang," terangnya.
Baca juga: Sandro Tonali Pahlawan Azzurri, Bicara Monster dan Fokus ke Laga Penentu
Italia Gagal Lolos Tiga Kali Beruntun
Timnas Italia kembali gagal tampil di Piala Dunia setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina pada babak play off.
Pertandingan berakhir imbang hingga perpanjangan waktu sebelum ditentukan lewat adu penalti.
Italia harus bermain dengan 10 orang sejak babak pertama setelah Alessandro Bastoni menerima kartu merah.
Baca juga: Tandem Jay Idzes Ancam Timnas Italia Jelang Final Playoff Piala Dunia 2026

Meski sempat bertahan, mereka akhirnya kalah dalam adu penalti.
Sandro Tonali menjadi satu-satunya penendang Italia yang berhasil mencetak gol.
Sementara Bosnia mampu mencetak seluruh peluang dari titik putih.
Hasil ini membuat Italia absen untuk ketiga kalinya secara beruntun dari Piala Dunia setelah sebelumnya gagal pada edisi 2018 dan 2022.
Baca juga: Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Presiden FIGC Gabriele Gravina Didesak Mundur
Kritik untuk Performa Tim
Zilli juga menilai performa Italia saat menghadapi Bosnia belum maksimal.
Ia menyebut lawan tampil lebih agresif sepanjang pertandingan.
"Saya bahkan belum melepas (kaos) ini untuk tidur, saya menangis sepanjang malam."
Baca juga: Pujian Pelatih Swedia Usai Hattrick Viktor Gyokeres Benamkan Ukraina
"Bosnia lebih baik dari kami, mereka lebih agresif dari kami, mereka memiliki striker yang tampil bagus di pertandingan besar dan mereka bermain di kandang sendiri yang membuat kami kesulitan."
"Kami mengubah formasi karena kartu merah, kami menciptakan semua peluang yang bisa kami dapatkan dalam pertandingan, kami tidak memanfaatkan peluang kami sehingga kami dihukum dan memang seharusnya begitu."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang