0
News
    Home Arbeloa Berita Featured Liga Champions Sepak Bola Sepak Bola Internasional Slavko Vincic Spesial

    Arbeloa Kecam Wasit Vincic Seusai Kartu Merah Eduardo Camavinga - Beritasatu

    3 min read

     

    Arbeloa Kecam Wasit Vincic Seusai Kartu Merah Eduardo Camavinga


    Pemain Real Madrid Arda Guler (kanan) merayakan gol kedua timnya di depan pelatih Alvaro Arbeloa, kiri depan, pada pertandingan sepak bola leg kedua perempat final Liga Champions melawan Bayern Munich di Munich, Jerman, Rabu, 15 April 2026. (AP/Tom Weller)

    Munich, Beritasatu.com — Pelatih Real Madrid, Álvaro Arbeloa, melontarkan kritik keras terhadap keputusan wasit Slavko Vincic yang dinilainya “tidak dapat dijelaskan” saat mengusir Eduardo Camavinga dalam laga melawan Bayern Munich di Liga Champions, Rabu (15/4/2026) waktu setempat atau Kamis (16/4/2026) dini hari WIB.

    Insiden tersebut terjadi di penghujung pertandingan ketika Slavko Vincic meniup peluit setelah penyerang Bayern, Harry Kane, terjatuh akibat kontak ringan dari Camavinga dan tampak kesakitan sambil memegangi tulang keringnya.

    Wasit kemudian mengeluarkan kartu kuning kedua untuk Camavinga, meski sempat terlihat lupa pemain tersebut telah menerima kartu sebelumnya. Setelah diingatkan oleh para pemain Bayern seperti Jamal Musiala, Joshua Kimmich, dan Aleksandar Pavlović, Vincic akhirnya mengusir pemain Madrid itu.

    Tak lama berselang, Luis Díaz mencetak gol penyeimbang menjadi 3-3, yang membuat Bayern unggul agregat 5-4. Michael Olise kemudian memastikan kemenangan Bayern melalui gol pada masa tambahan waktu, sehingga agregat akhir menjadi 6-4.

    “Semuanya berakhir dengan kartu merah,” kata Arbeloa.

    “Ini luar biasa. Anda tidak bisa mengusir pemain karena tindakan ini. Ini tidak adil dalam pertandingan seperti itu, dan yah, kami sangat, sangat kecewa, sangat marah, tetapi juga selamat kepada Bayern Munich,” ujar pelatih asal Spanyo itu.

    Pada sisi lain, Arda Guler mencetak dua gol dan Kylian Mbappé menambah satu gol, saat Madrid sempat mengancam melakukan comeback setelah kalah 1-2 pada leg pertama di Madrid.

    Arbeloa menegaskan, keputusan pengusiran tersebut “sama sekali tidak dapat dijelaskan dan tidak adil.”

    “Pertandingan lepas dari kendali kami, dan saya merasa sangat buruk untuk para pemain saya, atas usaha yang telah mereka berikan,” ujarnya.

    Arbeloa bangga dengan penampilan para pemainnya. “Saya sangat bangga pada mereka, pada para penggemar, pada semua orang yang melakukan perjalanan, pada mereka yang di rumah, dan pada klub. Yang paling menyakitkan dari kekalahan ini adalah kami tidak akan memenangi gelar Eropa keenam belas tahun ini, dan karena cara kekalahan ini terjadi,” tambahnya.

    Kekalahan ini membuat Madrid berpotensi menutup musim tanpa trofi untuk dua musim beruntun. Di kompetisi domestik, mereka tertinggal sembilan poin dari Barcelona di La Liga dengan tujuh pertandingan tersisa, serta telah tersingkir dari Piala Spanyol oleh Albacete Balompié pada Januari.

    Bagi Mbappé, situasi ini juga membuka kemungkinan menjalani musim kedua tanpa gelar besar sejak bergabung dari Paris Saint-Germain pada 2024.

    Sementara itu, Paris Saint-Germain justru berhasil menjuarai Liga Champions musim berikutnya dan kembali melaju ke semifinal. Mereka akan menghadapi Bayern Munich pada akhir bulan ini hingga Mei mendatang.
     


    Komentar
    Additional JS