0
News
    Home Arema FC Berita Derbi Jawa Timur Featured Liga Indonesia Persebaya Surabaya Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Stadion Kanjuruhan Super League

    Breaking News! Derbi Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Terancam Pindah, Tak Bisa Gunakan Stadion Kanjuruhan - Jawa Pos

    6 min read

     

    Breaking News! Derbi Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Terancam Pindah, Tak Bisa Gunakan Stadion Kanjuruhan


    Derbi Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya berpotensi pindah dari Stadion Kanjuruhan. (Persebaya)

    JawaPos.com — Rencana laga panas antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 28 April mendatang mendadak diselimuti ketidakpastian. Stadion Kanjuruhan yang semula diproyeksikan menjadi venue utama belum mendapatkan lampu hijau dari kepolisian.

    Situasi ini langsung memantik perhatian publik, terutama pecinta sepak bola Jawa Timur yang menanti duel sarat gengsi tersebut. Derby klasik ini memang selalu menghadirkan tensi tinggi, baik di dalam maupun luar lapangan.

    Rencana pertandingan tersebut masih tertahan setelah Polres Malang belum mengeluarkan rekomendasi izin penggunaan Stadion Kanjuruhan.

    Keputusan itu muncul usai rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pihak di Aula Polres Malang, Selasa (15/4/2026).

    Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi menjelaskan rapat tersebut membahas dua agenda penting Arema FC. Yakni laga melawan Persis Solo pada 18 April dan duel kontra Persebaya Surabaya pada 28 April.

    Hasilnya cukup kontras antara dua pertandingan tersebut. Laga melawan Persis Solo dipastikan tetap digelar di Stadion Kanjuruhan, sementara duel melawan Persebaya Surabaya masih tertahan tanpa kepastian.

    “Laga kandang lawan Persis sudah bisa dilaksanakan di Kanjuruhan. Kalau Persebaya, dengan beberapa pertimbangan kami belum siap,” ujar Taat.

    Menurutnya, pertandingan melawan Persebaya Surabaya masuk kategori berisiko tinggi terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. Status ini membuat aparat harus ekstra hati-hati sebelum memberikan izin.

    Ada sejumlah faktor yang menjadi bahan pertimbangan serius pihak kepolisian. Mulai dari potensi gangguan keamanan hingga dinamika sosial yang belum sepenuhnya kondusif.

    “Ada penolakan dari keluarga korban, mahasiswa, dan suporter, baik melalui surat maupun media sosial,” jelasnya.

    Penolakan tersebut tak bisa dipandang sebelah mata karena berkaitan dengan luka lama pasca Tragedi Kanjuruhan 2022. Trauma sosial yang masih terasa menjadi salah satu alasan utama kehati-hatian aparat.

    Selain itu, aktivitas di media sosial juga menjadi sorotan. Polisi menilai dinamika yang berkembang berpotensi memicu provokasi hingga ujaran kebencian yang bisa berdampak pada situasi di lapangan.

    “Kami melihat ada potensi gangguan kamtibmas dari aktivitas di media sosial,” imbuhnya.

    Meski begitu, keputusan akhir belum sepenuhnya ditetapkan. Hasil rapat koordinasi masih akan dilaporkan ke Polda Jawa Timur untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

    Pihak kepolisian memperkirakan keputusan final akan keluar dalam waktu dekat. Salah satu opsi yang mengemuka adalah pemindahan lokasi pertandingan ke stadion lain.

    Opsi ini menjadi jalan tengah agar laga tetap bisa digelar tanpa mengorbankan aspek keamanan. Meski demikian, belum ada kepastian terkait stadion alternatif yang akan digunakan.

    Di sisi lain, kepastian justru sudah didapat untuk laga Arema FC kontra Persis Solo. Pertandingan tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan sedang sehingga tetap diizinkan berlangsung di Kanjuruhan.

    Namun, ada catatan penting yang harus dipatuhi dalam pelaksanaannya. Laga tersebut akan digelar tanpa kehadiran suporter tamu guna meminimalisir potensi konflik.

    Langkah antisipasi juga disiapkan secara matang oleh aparat keamanan. Salah satunya dengan melakukan penyekatan di sejumlah titik perbatasan wilayah.

    Penyekatan ini melibatkan kerja sama antara Polda Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tujuannya jelas, yakni mencegah kedatangan suporter Persis Solo ke Malang.

    Beberapa titik yang menjadi fokus pengamanan antara lain Pacitan, Magetan, Ngawi, dan Nganjuk. Wilayah-wilayah tersebut dianggap sebagai jalur potensial mobilisasi suporter.

    Situasi ini menunjukkan betapa sensitifnya atmosfer sepak bola di Jawa Timur, terutama ketika melibatkan laga besar. Keputusan yang diambil bukan semata soal pertandingan, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial.

    Bagi Arema FC dan Persebaya Surabaya, ketidakpastian ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Persiapan tim harus tetap berjalan meski venue pertandingan belum jelas.

    Di sisi lain, suporter kedua tim juga dihadapkan pada realitas yang tidak mudah. Harapan menyaksikan laga klasik secara langsung harus berbenturan dengan pertimbangan keamanan yang lebih luas.

    Kini, publik hanya bisa menunggu keputusan final dari pihak berwenang. Apakah derby panas tetap digelar sesuai jadwal atau benar-benar dipindahkan ke tempat lain.

    Yang jelas, laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya bukan sekadar pertandingan biasa. Lebih dari itu, ini adalah ujian besar bagi semua pihak dalam menjaga sepak bola tetap aman dan manusiawi.


    Komentar
    Additional JS