0
News
    Home Berita Featured Liga Malaysia Sepak Bola Sepak Bola Internasional

    Liga Malaysia Bikin Keputusan Aneh, Legenda Harimau Malaya Berharap Sepak Bola Negeri Jiran Tak Mati - Superball

    6 min read

     

    Liga Malaysia Bikin Keputusan Aneh, Legenda Harimau Malaya Berharap Sepak Bola Negeri Jiran Tak Mati

    Penyerang naturalisasi Timnas Malaysia, Joao Figueiredo, disanksi oleh FIFA terkait kasus pemalsuan dokumen. (DANTRI.COM.VN)

    SUPERBALL.ID - Keputusan operator Liga Malaysia (MFL) mengakui paspor empat pemain naturalisasi Harimau Malaya diharapkan tidak membunuh sepak bola Negeri Jiran.

    Sebelumnya, MFL telah mengonfirmasi pendaftaran empat pemain naturalisasi Timnas Malaysia sebagai pemain lokal.

    Keempat pemain tersebut adalah Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Hector Hevel dari Johor Darul Ta'zim (JDT) dan Gabriel Palmero dari Kuching City FC.

    MFL menjelaskan bahwa pendaftaran keempat pemain telah sesuai dengan Peraturan Kompetisi Liga Malaysia 2025/2026.

    Baca Juga: Kasus Pemain Naturalisasi Malaysia Kembali Mengalami Perkembangan Tak Terduga

    MFL berdalih keempat pemain memiliki kartu identitas sah yang dikeluarkan oleh Departemen Registrasi Nasional (NRD).

    Dalam hal ini, MFL menekankan bahwa tidak ada pelanggaran peraturan yang dilakukan oleh JDT dan Kuching City dalam pendaftaran pemain untuk musim 2025/2026.

    Artinya, kemenangan JDT dan Kuching City saat menurunkan pemain naturalisasi tersebut tidak akan dibatalkan.

    Padahal, keempat nama tersebut termasuk di antara tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang terlibat kasus pemalsuan dokumen.

    FIFA menemukan bukti bahwa dokumen ketujuh pemain telah dipalsukan untuk mendapatkan kewarganegaraan Malaysia.

    Alhasil, mereka saat ini tengah menjalani masa hukuman skorsing 12 bulan dari FIFA menyusul pelanggaran tersebut.

    Mengomentari masalah tersebut, pakar sepak bola Malaysia Zhafri Aminurashid menjelaskan bahwa situasi itu terjadi karena kesenjangan antara pemain naturalisasi dan pemain keturunan.

    Zhafri menilai Johor Darul Ta'zim (JDT) dan Kuching City FC sebagai pihak yang memanfaatkan kelemahan hukum yang ada.

    "Di sinilah letak kesenjangan antara pemain keturunan dan pemain naturalisasi. Pemain naturalisasi, mereka pertama-tama mendaftar dengan paspor."

    Baca Juga: Gagal ke ASIAN Games 2026, Media Vietnam Ejek Indonesia dan Malaysia: Protesnya Nggak Berguna!

    "Namun bagi pemain yang memiliki darah keturunan, mereka terdaftar langsung dengan kartu identitas mereka. Jadi bisa dikatakan mereka mengikuti aturan yang berlaku."

    "Masalahnya sekarang adalah mereka sudah memiliki kartu identitas yang sah, itulah sebabnya mereka dapat didaftarkan sebagai pemain lokal sesuai dengan pedoman kompetisi Liga Malaysia."

    "Mungkin sebagian orang mengatakan ini secara hukum benar tetapi secara moral salah, tetapi peraturan sudah menyatakan hal itu dan MFL bertindak dalam yurisdiksinya," kata Zhafri.

    Sementara itu, keputusan aneh MFL dengan mengakui paspor empat pemain naturalisasi palsu diharapkan tidak membunuh sepak bola Malaysia.

    Harapan itu disampaikan oleh pakar sepak bola sekaligus mantan penyerang Timnas Malaysia, Azlan Johar.

    Azlan berharap Timnas Malaysia bisa tetap meraih kesuksesan di level internasional bersama para pemain lokal.

    "Persiapan tim nasional harus terus berlanjut, sepak bola Malaysia tidak boleh mati, sepak bola Malaysia harus terus hidup dengan keunggulan," kata Azlan kepada jurnalis Astro Arena, Zulhelmi Zainal Azam.

    "Kami masih memiliki pemain lokal dan saya harap mereka berjuang sekeras mungkin karena saya berharap persiapan dapat dilakukan secepat mungkin."

    "Panggil pemain lokal dan saya yakin mereka juga ingin membuktikan kepada dunia bahwa mereka juga mampu mewakili tim nasional dan dengan demikian memberikan kesuksesan," tambahnya.

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

    Komentar
    Additional JS