Demi Lolos ASIAN Games 2026, PSSI Diminta Terus-terusan Protes ke Jepang - Semua Halaman - Superball
Demi Lolos ASIAN Games 2026, PSSI Diminta Terus-terusan Protes ke Jepang - Semua Halaman - Superball.id
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:00 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir (kanan) dan Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari (kiri), sedang memberikan keterangan kepada awak media di Media Center Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Senayan, Jakarta, Jumat (20/2/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
SUPERBALL.ID - PSSI diminta terus memperjuangkan hak sepak bola Indonesia tampil di ASIAN Games 2026 setelah sempat dipastikan tidak lolos.
Tuntutan untuk PSSI itu datang dari Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, pada Jumat (13/3/2026) di Jakarta.
Menurutnya, PSSI harus proaktif menekan Jepang selaku tuan rumah ASIAN Games 2026, agar Indonesia bisa tampil pada ajang tersebut.
Padahal Timnas U-23 Indonesia memang tidak lolos ke ASIAN Games karena gagal di babak kualifikasi yang digelar di Piala Asia U-23 2026.
Timnas U-23 Indonesia yang saat itu diasuh Gerald Vanenburg gagal memastikan lolos ke putaran final usai menyudahi kualifikasi hanya sebagai runner-up.
Sementara Jepang selaku tuan rumah ASIAN Games 2026 menetapkan aturan, bahwa hanya tim yang tampil putaran final Piala Asia U-23 2026 yang lolos.
Dalam hal ini, hanya dua negara asal Asia Tenggara yang lolos ke ASIAN Games tahun ini, yakni Vietnam dan Thailand.
Entah apa yang menjadi dasar Raja Sapta Oktohari menuntut PSSI agar terus proaktif menyuarakan perjuangan dan mengajak negara lainnya.
"Kami mengimbau kepada PSSI supaya proaktif dan menyuarakan secara lantang (terkait penerapan aturan yang membuat Timnas Sepak Bola Indonesia) tidak tampil di Asian Games 2026)," kata Raja Sapta.
Baca Juga: Kriteria Peserta Asian Games 2026 Diubah, Timnas U-23 Indonesia Diuntungkan
Raja Sapta berdalih jika sampai saat ini belum ada perubahan dari penyelenggara soal aturan yang ditetapkan perihal persyaratan kontestan.
Ketua KOI ini juga berharap Indonesia menjadi negara penggerak dari protes ini dan pada akhirnya dapat diikuti negara-negara lainnya.
Raja Sapta meyakini, apabila tekanan yang dilakukan Indonesia secara sporadis dan masif, maka hal itu akan dapat mengubah sikap Jepang.
"Jadi kami menyampaikan kepada masyarakat sepak bola Indonesia bahwa per hari ini belum ada perubahan."
"Dan kami terus menyuarakan bersama dengan negara-negara lain dirugikan dengan kebijakan itu."
"Kalau komunikasi dibangun secara sporadis dan ini bisa disuarakan secara masif."
"Saya rasa tekanan-tekanan itu bisa diberikan dan penggeraknya dari Indonesia," pungkas Raja Sapta.
Beberapa hari yang lalu, Dewan Olimpiade Asia (OCA) dikabarkan telah membatalkan peraturan yang ditetapkan Jepang soal pembatasan kontestan.
Menurut unggahan ASEAN Football, hal itu dilakukan OCA setelah munculnya protes dan keberatan dari beberapa negara atas sikap Jepang.
OCA disebut telah menolak aturan partisipasi berbasis kualifikasi dan semua asosiasi sepak bola nasional bebas mendaftarkan diri ke ASIAN Games 2026.
Meski begitu, belum ada konfirmasi resmi dari OCA perihal kabar yang disampaikan ASEAN Football ini, jadi sifatnya masih sebatas spekulatif.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pun seolah tak mau terlibat dengan kontroversi ini, mereka hanya bertanggung jawab atas penyelenggaraan.
Terkait aturan dan regulasi, AFC menyerahkan sepenuhnya kepada tuan rumah, hal ini disampaikan oleh sang sekjen, Datuk Seri Windsor John.