0
News
    Home Berita Erick Thohir Featured Panjat Tebing Spesial

    Korban Pelecehan Seksual Cabor Panjat Tebing Jadi 10 Atlet, Erick Thohir Geram - Bolasport

    5 min read

     

    Korban Pelecehan Seksual Cabor Panjat Tebing Jadi 10 Atlet, Erick Thohir Geram


    Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menanggapi bertambahnya kasus peleceha seksual di cabor panjat tebing (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik IndonesiaErick Thohir, menyampaikan keprihatinan mendalam dan kecaman keras atas bertambahnya jumlah atlet panjat tebing yang diduga menjadi korban kekerasan fisik dan pelecehan seksual dalam lingkungan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).

    Sesuai keterangan yang disampaikan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), bahwa korban yang melapor kini bertambah.

    Dari delapan atlet (lima atlet putra dan tiga atlet putri) menjadi 10 atlet.

    Menurut Erick Thohir, keselamatan, martabat, dan masa depan atlet adalah prioritas utama.

    Kata Erick Thohir, tidak ada tempat bagi kekerasan seksual dalam dunia olahraga Indonesia.

    Termasuk pelatnas yang seharusnya menjadi tempat tumbuh kembang dan berkembangnya para atlet terbaik tanah air.

    Baca Juga: Klasemen Super League Pekan 23-24 - Persis Solo Mentas dari Juru Kunci, Bhayangkara FC Tembus 5 Besar

    "Kami menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk pelecehan dan kekerasan,” tegas Erick Thohir.

    Erick Thohir juga memastikan bahwa para atlet yang melapor akan mendapatkan perlindungan penuh dari segala bentuk intimidasi maupun tekanan.

    Korban mendapatkan jaminan bahwa hak dan kelangsungan karier mereka tidak akan dirugikan.

    “Hingga saat ini jumlah atlet panjat tebing yang melapor menjadi korban kekerasan fisik dan pelecehan seksual bertambah."

    "Negara berpihak pada atlet untuk melindungi kerahasiaan identitas pelapor dan memberikan perlindungan penuh bagi mereka dari segala bentuk tekanan, intimidasi termasuk juga perlindungan untuk kelangsungan karier mereka."

    "Kami juga mendorong agar pendampingan hukum dan psikologis jangka panjang dapat diberikan untuk menjaga masa depan para korban,” ujar Erick Thohir.

    Baca Juga: Reaksi Manajer Honda Team Asia usai Veda Melejit pada Moto3 Thailand 2026

    Erick Thohir berharap kasus ini menjadi momentum untuk evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan di pelatnas.

    Termasuk memperkuat mekanisme pengawasan, sistem pelaporan yang aman dan rahasia.

    Serta penerapan kebijakan perlindungan atlet di seluruh cabang olahraga.

    “Kasus ini menjadi pelajaran kita bersama, dan penyelesaian kasus bukanlah titik akhir karena kita harus memperbaiki sistem agar kejadian serupa tidak pernah terulang."

    "Ini momentum untuk melakukan reformasi menyeluruh dalam tata kelola perlindungan atlet."

    "Kita harus memastikan bahwa olahraga Indonesia bersih, aman, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan."

    Baca Juga: Hasil Liga Italia - Sassuolo Luar Biasa, 10 Pemain I Neroverdi Sukses Tumbangkan Atalanta

    "Saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal kasus ini hingga tuntas,” pungkas Erick Thohir.

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

    Komentar
    Additional JS