0
News
    Home Badminton Asia Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia Featured PBSI Spesial

    Ketum PBSI Dapat Penghargaan Badminton Asia, Penguatan Ekosisten Bulu Tangkis Digalakkan - Bolasport

    5 min read

     

    Ketum PBSI Dapat Penghargaan Badminton Asia, Penguatan Ekosisten Bulu Tangkis Digalakkan

    Ketua Umum PBSI, Fadil Imran, mendapatkan penghargaan Badminton Asia dalam rangkaian Annuan General Meeting Badminton Asia di Bali, 27-28 Maret 2026. (PBSI)

    BOLASPORT.COM - Ketua Umum PBSIFadil Imran, mendapatkan penghargaan Badminton Asia atas kepemimpinannya dan tata kelola Federasi dalam membentuk masa depan bulu tangkis.

    Penghargaan tersebut diserahkan saat Indonesia menjadi tuan rumah rangkaian Badminton Asia Exco Meeting, Annual General Meeting (AGM), Badminton Asia Award dan Gala Dinner 2026.

    Rangkaian acara tersebut berlangsung pada 27-28 Maret di Bali.

    Acara ini dihadiri Presiden Badminton World Federation (BWF) Khunying Patama Leewadtrakul, Presiden Badminton Asia Kim Jong-soo beserta para anggota asosiasi bulutangkis se-Asia.

    Dalam kesempatan tersebutlah, Ketua Umum PBSI Fadil Imran yang juga menjabat sebagai Vice President Badminton Asia menerima penghargaan Meritorious Award untuk kategori Governance And Leadership pada ajang Badminton Asia Awards 2026.

    Penghargaan tersebut diberikan kepada para eksekutif yang memiliki kepemimpinan dan tata kelola Federasi untuk membentuk masa depan bulutangkis yang lebih baik.

    Baca Juga: Vietnam International Challenge 2026 - Didampingi Ihsan Maulana Mustofa, Kata Richi Richardo usai Raih Gelar Pertama

    Fadil mengatakan bahwa penghargaan tersebut dipandang sebagai cerminan kerja kolektif seluruh ekosistem bulutangkis nasional, mulai dari atlet, pelatih, hingga pengurus dan pemangku kepentingan.

    “Ini bukan capaian individu. Ini adalah tentang tanggung jawab bersama, kepada atlet, penggemar, dan generasi mendatang,” kata Fadil dalam kata sambutannya, dikutip Bolasport dari rilis pers PBSI.

    Di tengah persaingan yang kian ketat dengan berbagai bentuk hiburan dan dunia digital, bulu tangkis dinilai menghadapi titik krusial dan relevansi menjadi kata kunci. 

    Bulutangkis harus tetap relevan atau akan tertinggal.

    Tiga agenda utama disorot.

    Pertama, menjaga relevansi dengan menghadirkan olahraga yang lebih dekat dan menarik bagi generasi muda.

    Kedua, memastikan inklusivitas, agar bulutangkis tidak eksklusif bagi elit, melainkan hidup di tengah masyarakat.

    Ketiga, memperkuat fondasi masa depan melalui tata kelola yang transparan, profesional, dan inovatif, termasuk pemanfaatan sport science dan engagement digital.

    Upaya transformasi tersebut, lanjut Fadil, tengah dijalankan, mulai dari pembinaan, manajemen organisasi, hingga pendekatan ke komunitas.

    Sebagai negara dengan tradisi kuat di cabang bulutangkis, Indonesia menempatkan bulutangkis sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan bangsa. Namun, masa depan olahraga ini ditegaskan tidak dapat dibangun sendiri.

    “Masa depan bulu tangkis ditentukan oleh kolaborasi dengan berbagi pengetahuan, membangun kepercayaan, dan melangkah bersama,” tegas Fadil.

    Selain menjadi forum strategis, rangkaian AGM di Bali juga diharapkan memperkuat tata kelola dan kolaborasi antar anggota federasi di kawasan Asia.

    Tak cuma itu, acara ini diharapkan juga menghadirkan penyelenggaraan yang profesional dan berkesan bagi seluruh delegasi.

    Baca Juga: Belum Tentu sampai Jumpa Raymond/Joaquin, Herry IP Beri Pencerahan ke Chia/Soh Jelang Kejuaraan Asia 2026

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

    Komentar
    Additional JS