0
News
    Home Berita Featured Piala Afrika Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Senegal

    Gegara Protes Senegal, Gelar Piala Afrika 1976 Timnas Maroko Terancam Dicopot - Viva

    5 min read

     

    Gegara Protes Senegal, Gelar Piala Afrika 1976 Timnas Maroko Terancam Dicopot

    VIVA – Kontroversi baru mencuat dalam sepak bola Afrika setelah Federasi Sepak Bola Guinea meminta Confederation of African Football (CAF) meninjau ulang hasil Piala Afrika 1976 yang dimenangkan Timnas Maroko.

    Gugatan tersebut muncul pada Maret 2026 menyusul polemik pencabutan gelar Piala Afrika 2025 dari Timnas Senegal, yang kemudian diberikan kepada Maroko.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Permintaan Guinea berangkat dari dugaan ketidakkonsistenan CAF dalam menegakkan regulasi, khususnya terkait insiden dalam laga penentuan di Addis Ababa pada 1976. Saat itu, Maroko sempat meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit sebelum akhirnya kembali melanjutkan pertandingan.

    Timnas Senegal Sadio Mane mengangkat piala usai mengalahkan Timnas Maroko dalam final Piala Afrika 2025

    Photo :
    • Reuters

    Dalam sistem kompetisi Piala Afrika 1976, juara ditentukan melalui fase grup final, di mana pertandingan terakhir menjadi penentu. Guinea sempat unggul lebih dulu pada menit ke-33 melalui gol Cherif Souleymane. Namun, Maroko berhasil menyamakan skor lewat Ahmed Makrouh pada menit ke-86, sehingga laga berakhir imbang 1-1.

    Hasil seri tersebut cukup untuk mengantarkan Maroko meraih gelar juara Piala Afrika 1976. Namun, situasi tersebut kini kembali dipersoalkan di tengah polemik terbaru yang melibatkan Senegal dan Maroko dalam edisi 2025.

    Sebelumnya, keputusan CAF mencabut gelar Senegal dipicu oleh protes yang diajukan Maroko terkait pertandingan final yang berlangsung di Prince Moulay Abdellah Stadium, Rabat, pada 18 Januari. Dalam laga tersebut, Senegal tetap dinyatakan menang meski sempat melakukan walk out sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan wasit.

    Kemenangan Timnas Maroko

    Guinea menilai, jika insiden walk out menjadi dasar keputusan tegas dalam kasus Senegal, maka kejadian serupa pada 1976 juga seharusnya mendapatkan perlakuan yang konsisten. Federasi Sepak Bola Guinea bahkan secara terbuka meminta agar hasil turnamen tersebut ditinjau ulang.

    “Kembalikan trofi tahun 1976 kepada kami,” demikian pernyataan resmi Federasi Sepak Bola Guinea, seperti dikutip dari The Sun.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Kasus ini menjadi kompleks karena regulasi modern—yang menetapkan kekalahan otomatis 0-3 bagi tim yang meninggalkan lapangan—belum berlaku pada era 1970-an. Hal tersebut menjadi pertimbangan penting dalam menentukan apakah hasil pertandingan puluhan tahun lalu dapat diubah secara retroaktif.

    Hingga kini, CAF belum mengambil keputusan final dan masih mempelajari seluruh aspek hukum serta regulasi yang berlaku saat itu. Sengketa ini berpotensi berlanjut ke Court of Arbitration for Sport (CAS) apabila tidak tercapai kesepakatan di tingkat federasi.


    Komentar
    Additional JS