0
News
    Home Berita CAS FAM Featured FIFA Sepak Bola Sepak Bola Internasional Timnas Malaysia

    Ungkap Celah Hukum, Pengacara Malaysia Sebut FAM Berpotensi Menang Lawan FIFA di CAS - Semua Halaman - Superball

    5 min read

     

    Ungkap Celah Hukum, Pengacara Malaysia Sebut FAM Berpotensi Menang Lawan FIFA di CAS - Semua Halaman - Superball.id

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

    Rabu, 11 Februari 2026 | 18:00 WIB


    ederasi Sepak Bola Malaysia (FAM) disebut memiliki peluang menang melawan FIFA di CAS. (THETHAO247.VN)

    SUPERBALL.ID - Ada celah dalam statuta FIFA yang berpotensi memberikan keuntungan kepada Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) untuk memenangi kasus di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

    Pandangan tersebut disampaikan oleh pengacara olahraga asal Malaysia, Zhafri Aminurrashid.

    Zhafri berpendapat bahwa kekuatan argumen FAM terletak pada masalah akta kelahiran yang dikeluarkan oleh dua negara berdaulat.

    Sedangkan FIFA dipandang tidak memiliki kekuasaan absolut untuk menolak atau menentukan bahwa dokumen resmi Malaysia palsu.

    Baca Juga: Gagal Kriminalisasi Indonesia, AFC Kambing Hitamkan Vietnam dalam Skandal Naturalisasi Malaysia

    Menurutnya, hal ini bisa menjadi faktor penentu utama jika CAS menerima akta kelahiran yang dikeluarkan oleh Malaysia sebagai sah.

    Apabila CAS mengesahkan akta kelahiran itu, maka tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia bisa terbebas dari sanksi FIFA.

    "Dari segi dokumen, kami memiliki argumen yang kuat karena kami adalah negara berdaulat."

    "Ketika sebuah negara berdaulat menerbitkan dokumen resmi, dokumen tersebut harus diakui oleh negara lain."

    "Di sinilah celah itu berada, yaitu dokumen mana yang akan dikategorikan sebagai dapat digunakan oleh badan induk," kata Zhafri kepada Sukan Sinar.

    Lebih lanjut, Zhafri mengatakan bahwa jika akta kelahiran yang diajukan oleh Malaysia diterima, itu akan cukup untuk memenuhi peraturan FIFA.

    Peraturan naturalisasi FIFA mensyaratkan bukti keturunan setidaknya memiliki hubungan darah dengan kakek atau nenek.

    "Berdasarkan dokumen tersebut, dapat kita katakan bahwa semua syarat telah terpenuhi agar pemain tersebut dapat bermain."

    "Pertanyaannya sekarang adalah, apakah pihak-pihak tersebut berani menyatakan bahwa salah satu akta kelahiran tersebut palsu?"

    "Ini adalah kasus untuk menentukan keaslian."

    "Jadi, kedua pihak, FIFA dan FAM, perlu membuktikan bahwa akta kelahiran yang mereka pegang bukanlah palsu," katanya.

    Baca Juga: Sosok Ini Dipercaya Bisa Bangkitkan Kembali Sepak Bola Malaysia

    Namun, ia mengakui bahwa peluang untuk memenangkan kasus tersebut masih terbuka dan 50-50.

    Menurut Zhafri, CAS harus memilih salah satu akta kelahiran yang sah untuk mengambil keputusan akhir.

    "CAS perlu memutuskan mana yang mereka percayai."

    "Belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah bahwa CAS telah mengesahkan kedua akta kelahiran dari dua negara yang berbeda."

    "Jika skenario ini terjadi, saya yakin FIFA akan mengubah statuta dan peraturan mereka di masa mendatang untuk menutup celah ini," kata Zhafri.

    Sebelumnya, FIFA telah menghukum tujuh pemain Malaysia karena dianggap melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA terkait pemalsuan dokumen.

    Mereka adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal dan Hector Hevel.

    FAM telah membawa kasus ini ke CAS dan proses sidang diperkirakan akan berlangsung pada 26 Februari 2026.

    Sambil menunggu keputusan akhir, hukuman skorsing 12 bulan yang dijatuhkan FIFA kepada tujuh pemain ditangguhkan sementara oleh CAS.

    Komentar
    Additional JS