Unggahan Pemain Naturalisasi Bodong Malaysia Memicu Spekulasi Liar Para Penggemar usai Lepas dari Sanksi FIFA - Superball
SUPERBALL.ID - Salah satu pemain naturalisasi Timnas Malaysia yang sempat disanksi FIFA telah menimbulkan spekulasi liar para penggemar gara-gara unggahannya di media sosial.
Sebuah unggahan Instagram Story tanpa keterangan dari bek kelahiran Spanyol itu telah memicu spekulasi yang menghubungkan bintang Harimau Malaya tersebut dengan kepindahan ke Kuching City FC.
Foto dalam unggahan tersebut menunjukkan bahwa Palmero berada di Sarawak.
Hal itu membuat beberapa penggemar berspekulasi bahwa pemain berusia 23 tahun tersebut mungkin akan segera bergabung dengan Liga Malaysia.
Baca Juga: 7 Pemain Naturalisasi Malaysia Lepas dari Sanksi, Federasi Vietnam Masih Tunggu Keadilan
Seperti diketahui, tahun lalu, Palmero termasuk di antara tujuh pemain 'naturalisasi bodong' Timnas Malaysia yang diskors oleh FIFA selama satu tahun.
Selain Palmero, keenam pemain lainnya adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Sanksi tersebut diberikan atas dugaan pemalsuan dokumen naturalisasi yang dilakukan oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Akibatnya, Palmero terpaksa harus menjalani pemutusan kontrak dengan klub-klub Spanyol, CD Tenerife dan Unionistas de Salamanca CF.
Namun, belum lama ini, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) telah menangguhkan sanksi FIFA terhadap tujuh pemain yang terlibat.
Akan tetapi, penangguhan sanksi tersebut hanya bersifat sementara, sambil menunggu keputusan akhir dari CAS.
"FAM ingin memberitahukan bahwa CAS telah menyetujui permohonan yang diajukan oleh tujuh pemain tim nasional," bunyi pernyataan FAM.
"Keputusan ini berarti bahwa larangan berpartisipasi dalam semua aktivitas sepak bola selama 12 bulan yang dijatuhkan FIFA kepada mereka ditangguhkan sementara."
"Mereka diizinkan untuk melanjutkan karier dan berpartisipasi dalam aktivitas apa pun yang terkait dengan sepak bola sampai keputusan akhir atas banding di CAS dibuat."
Penangguhan sanksi itu memungkinkan Palmero untuk kembali ke aktivitas klub sambil menunggu keputusan akhir dari CAS.
Di saat Palmero telah meninggalkan klub-klub Spanyol, para penggemar Sarawak mulai mengaitkan sang pemain dengan klub Kuching City.
Pelatih kepala Kuching City, Aidil Sharin Sahak, bulan lalu juga mengisyaratkan ketertarikan tim untuk merekrut pemain yang memiliki sejarah panjang di bidang sepak bola.
Meski demikian, ia tidak menyebutkan secara langsung siapa pemain yang diincarnya.
Hal tersebut menyebabkan media lokal dan forum penggemar berspekulasi bahwa Palmero adalah targetnya.
Namun, dengan bursa transfer Liga Malaysia (M-League) yang resmi ditutup, kepindahan ke Kuching City musim ini tidak mungkin terjadi.
Jika skenario itu benar-benar terjadi, kedatangan Palmero baru akan bisa berlangsung di tahap akhir musim.
Kuching City akan melihat Palmero sebagai tambahan yang signifikan untuk lini pertahanan mereka.
Pengalaman pemain veteran ini dapat memberikan keahlian dan visibilitas, yang akan menjadi dorongan bagi ambisi klub.
Akan tetapi, hingga saat ini, baik Palmero maupun Kuching City belum mengkonfirmasi kepindahan apa pun.