Toma Junior Popov Bangga Bawa Prancis Jadi Tim Terbaik Eropa usai Tumbangkan Denmark - Bolasport
Toma Junior Popov Bangga Bawa Prancis Jadi Tim Terbaik Eropa usai Tumbangkan Denmark
BOLASPORT.COM - Tunggal putra Prancis, Toma Junior Popov, sangat bahagia menjadi penentu kemenangan timnya dalam melibas Denmark di final Kejuaraan Beregu Eropa 2026.
Tim bulu tangkis putra Prancis menobatkan diri menjadi yang terbaik di Eropa.
Trofi juara dan keping medali emas tersemat di beregu putra Prancis setelah memenangkan Kejuaraan Beregu Eropa 2026 yang digelar di Turki, Minggu (15/2/2026).
Prancis menang comebak atas tim juara bertahan dengan skor akhir 3-2.
Poin kemenangan Les Bleus diraih di partai kelima yang memainkan ganda putra kejutan, Thom Gicquel/Toma Junior Popov.
Siapa sangka, Gicquel yang biasanya bermain fokus di ganda campuran, begtu cepat beradaptasi dalam permainan ganda putra bersama Popov.
Duet tersebut membuat ganda kedua andalan Denmark, Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard, kalang kabut menelan kekalahan.
Toma Junior Popov yang menjadi pemain tertua di skuad Prancis saat ini, dari awal memang merasa bertanggung jawab akan kekuatan timnya.
Susunan pemain yang sudah disiapkan jelas telah dipikirkan baik-baik oleh Prancis.
Termasuk merangkapkan Toma Popov di tunggal putra dan ganda putra, adalah keberanian yang membuahkan hasil manis.
"Agak menakutkan, harus saya akui. Tapi, saya pemain tertua di tim. Saya harus memimpin dengan memberi contoh.," ujar Toma Junior Popov dikutip BolaSport.dom dari L'Equipe.
Di sektor tunggal, Toma Popov nyaris saja 'terpeleset' ketika menghadapi tunggal ketiga Denmark, Ditlev Jaeger Holm, sebelum menang tiga gim.
Namun perjuangannya membuat Prancis berbalik unggul 2-1 yang juga memperbesar peluang berlanjutnya laga sampai partai terakhir.
Sebab di partain keempat, Prancis jelas sudah menyadari akan kalah dari ganda pertama Denmark yang dipimpin Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen.
"Saya rasa saya merasa lebih banyak tekanan sebelum pertandingan tunggal (ketika Prancis dan Denmark imbang 1-1)," akunya.
"Saya harus memenangkan pertandingan itu untuk bisa lolos ke pertandingan ganda."
"Itu adalah langkah yang diperlukan untuk memimpin tim menuju kemenangan."
"Memenangkan pertandingan tunggal benar-benar membebaskan saya. Begitu saya beralih ke pertandingan ganda, saya jauh lebih tenang, jauh lebih percaya diri, terutama karena ada dua orang di lapangan."
"Thom dan saya langsung cocok, seperti sudah biasa, dan kami berhasil," ucapnya.
Kemenangan ini menjadi gelar beregu putra pertama bagi Prancis di Kejuaraan Beregu Eropa.
Popov sendiri menegaskan bahwa hasil ini diraih dengan jerih payah mereka dalam mematangkan persiapan hingga utak-atik susunan pemain demi menghadapi Denmark yang punya keunggulan di tunggal dan ganda.
"Kami membuktikan hari ini bahwa kami tidak curang dalam meraih kemenangan," tegas kakak Christo Popov ini.
"Kami mendapatkannya dengan kerja keras. Tim Denmark datang dengan tim terbaik mereka."
"Saya pikir itu adalah pertarungan yang sesungguhnya, dan akhirnya berbalik menguntungkan kami."
Tunggal putra 27 tahun berperingkat 17 dunia ini juga menegaskan kesiapan Prancis dalam menghadapi Thomas Cup 2026, yang akan berlangsung di Denmark, pada 24 April sampai 3 Mei 2026.
"Kami sedang membuat sejarah. Gelar ini akan meninggalkan warisan, dan kami akan terus maju," kata Popov.
"Kami akan pergi ke Thomas Cup dengan penuh percaya diri. Kami memiliki tim yang mampu memenangkan medali."
"Jika kami bisa menargetkan yang lebih tinggi, mari kita targetkan yang lebih tinggi," ujarnya.
Baca Juga: Impian Indonesia Juara Thomas Cup 2026 Terancam, Prancis Jadi Rival Sulit selain Denmark