Timnas Futsal Indonesia Tanpa Tekanan, Hector Souto Siapkan ‘Kutukan Spanyol’ untuk Iran di Final Piala Asia Futsal 2026 - Bolasport
Timnas Futsal Indonesia Tanpa Tekanan, Hector Souto Siapkan ‘Kutukan Spanyol’ untuk Iran di Final Piala Asia Futsal 2026
BOLASPORT.COM - Alih-alih merasa tertekan karena harus menghadapi tim superior raksasa Asia, Iran di final Piala asia Futsal 2026. Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, melancarkan psywar berkelas bahwa Iran selalu kalah setiap bertemu pelatih asal Spanyol.
Timnas Futsal Indonesia akan menghadapi Iran dalam laga final Piala Asia Futsal 2026, di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/2/2026).
Ini akan menjadi final pertama Timnas Futsal Indonesia dalam sejarah Piala Asia Futsal, karena catatan terbaik mereka selama ini hanya mencapai perempat final.
Catatan terbaik Timnas Futsal Indonesia terakhir kali hanya di perempat final pada disi Kuwait 2022, dan mereka terhenti usai kalah 2-3 dari Jepang.
Untuk itu, ini menjadi pertama kalinya Timnas Futsal Indonesia melaju ke final dan bermain sebagai tuan rumah.
Baca Juga: Alasan Hector Souto Tak Ingin Disebut Pencetak Sejarah di Timnas Futsal Indonesia
Berhasil ke final Piala Asia Futsal 2026 tentu saja tekanan akan semakin besar karena ambisi semua pihak semakin tinggi buat tim Merah Putih.
Namun, alih-alih merasa tertekan dengan hal itu, Hector Souto justru memberikan pernyataan tegas.
Menurutnya, bagaimana ini bisa menjadi tekanan bahwa kenyataannya Timnas Futsal Indonesia baru pertama kali mencapai final.
“Pertama, tekanan itu ada di hal lain, bukan di futsal. Futsal itu bukan tekanan. Futsal itu kesenangan. Itu sangat berbeda,” ujar Hector Soutu kepada awak media dalam jumpa pers, di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
“Kedua, bagaimana mungkin kami punya tekanan jika ini adalah final pertama kami?,” ucapnya.
Pelatih asal Spanyol itu mengatakan bahwa tekanan sebenarnya justru ada di tim lawan.
Pasalnya, Iran merupakan salah satu tim terbaik di Asia, dan saat ini mereka telah mencatatkan diri mengangkat trofi 13 kali.
Untuk itu, bisa dikatakan Iran seperti nyaris tanpa celah selama tampil di Piala Asia Futsal.
Bahkan sejak ajang ini pertama kali digelar pada 1999 hingga terakhir 2024 mereka hampir selalu berhasil membawa pulang trofi.
Mereka tercatat juara 13 kali, kemudian dua kali runner-up, dan dua kali peringkat ketiga.
Kegagalan Iran terjadi saat mereka hanya menempati peringkat ketiga tahn 2006 dan 2012, kemudian tahun 2014 dan 2022 hanya keluar sebagai runner-up.
Oleh karena itu, justru mereka saat ini yang dirasa gemetar menjelang menghadapi final Piala Asia Futsal 2026.
Apalagi melihat Timnas Futsal Indonesia telah melangkah sejauh ini dan mampu mengalahkan Jepang 5-3 dalam laga semifinal.
“Sementara Iran telah memainkan 105 pertandingan di AFC dan hanya kalah empat kali. Di mana tekanan kami? Bagaimana Anda melihat tekanan itu? Iran lah yang harus menanggung tekanan. Mereka yang harus menang,” kata Hecto Souto.
“Iran punya tradisi juara di AFC. Mereka punya kualitas, banyak pemain yang bermain di luar negeri, pemain-pemain kuat, dan ekosistem yang sudah terbentuk sejak awal,” tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Hector Souto bahkan memberikan psywar dengan mengingatkan publik pada sejarah kelam Iran setiap bertemu pelatih asal Spanyol.
Dalam sejarah panjangnya Iran hampir selalu mencapai final, tetapi sejarah mencatat ada beberapa momen mereka tumbang dan menariknya aktor di balik kekalahan tersebut adalah kompatriot Souto dari Spanyol.
Pada tahun 2012, Iran disingkirkan oleh Thailand di semifinal dengan skor dramatis 5-4.
Saat itu, Thailand berada di bawah pengaruh sistem yang dibangun oleh Pulpis (Jose Maria Pazos), pelatih legendaris asal Spanyol.
Tak hanya itu, Iran juga pernah dipaksa menyerah dua kali oleh Jepang yang saat itu dilatih oleh Miguel Rodrigo, yang juga merupakan orang Spanyol.
Hector Souto seperti mengaktifkan kutukan Spanyol untuk Iran dalam laga final Piala Asia Futsal 2026 ini.
“Dari 17 edisi, mereka menjuarai 13 di antaranya. Mereka selalu mencapai final. Hanya pada 2012 mereka kalah di semifinal dari Thailand dengan skor 5-4,” jelas Hector Souto.
“Hal baiknya, mereka pernah kalah dua kali dari Miguel Rodrigo yang berasal dari Spanyol. Mereka juga kalah pada 2012 bersama Pulpis, yang juga orang Spanyol. Dan saya rasa Anda tahu saya berasal dari mana,” tuturnya.