Usai Jadi Korban Pelemparan Petasan, Kiper Timnas Indonesia Pertanyakan Motif Pelaku - Semua Halaman - Superball
Usai Jadi Korban Pelemparan Petasan, Kiper Timnas Indonesia Pertanyakan Motif Pelaku - Semua Halaman - Superball.id
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Kamis, 5 Februari 2026 | 16:05 WIB
iper Timnas Indonesia, Emil Audero, mempertanyakan motif pelaku pelemparan petasan kepadanya saat membela Cremonese. (X.COM/SERIEA_ID)
SUPERBALL.ID - Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi, mempertanyakan motif pelaku pelemparan petasan yang menyasar dirinya saat membela Cremonese.
Insiden itu terjadi kala Cremonese menjamu pemuncak klasemen Inter Milan di laga pekan ke-23 Liga Italia, Senin (2/2/2026) dini hari WIB.
Emil Audero terjatuh di lapangan setelah dilempari petasan oleh oknum penggemar Inter yang berada di belakang gawang.
Audero terkena ledakan asap yang terjadi di dekatnya hingga membuat pertandingan dihentikan selama beberapa menit.
Baca Juga: Ikut Tren Pemain Diaspora ke Super League, Bomber Timnas Indonesia Pilih Rival Klub Kota Leluhurnya
Beruntung, Audero masih bisa melanjutkan pertandingan meski mengalami cedera ringan dengan bekas luka bakar di kakinya.
Mengenang kembali momen tersebut baru-baru ini, Audero mengatakan bahwa insiden pelemparan petasan itu sulit dicerna.
"Ini sesuatu yang sulit dicerna, karena Anda berpikir bahwa mengingat keadaannya, itu bisa lebih buruk."
"Pada hari Minggu, saya mendapat pukulan yang sangat keras di telinga dan lutut kanan saya, kulit di antara kaus kaki dan celana pendek saya terbakar, sementara saya merasakan pukulan keras di telinga saya."
"Dan saya akan menjalani pemeriksaan untuk memastikan tidak ada kerusakan," katanya kepada Paolo Tomaselli dari Corriere della Sera.
Mantan kiper Inter Milan itu kemudian melanjutkan dengan menceritakan kronologi terjadi insiden tersebut.
"Saya melihat sesuatu di tanah, tetapi itu sering terjadi dan Anda menghadapinya tanpa rasa takut, tetap fokus pada pertandingan."
"Saya mencoba menarik perhatian wasit dan dalam sekejap terjadi ledakan, saya tidak punya waktu untuk menghindar," kata Audero.
Berbicara kepada Gazzetta dello Sport, kiper berusia 29 tahun itu juga mempertanyakan motif dari sang pelaku pelemparan.
Baca Juga: Mauro Zijlstra Dikontrak 2,5 Tahun, Persija Buka Pintu Bomber Timnas Indonesia Kembali ke Eropa
"Saya ingin bertanya kepada siapa pun yang melempar petasan itu mengapa," kata pemilik 4 caps bersama Timnas Indonesia.
"Mengapa Anda memutuskan untuk melukai orang lain dan diri Anda sendiri? Jelaskan kepada saya arti dari semua ini," tambahnya.
Audero kemudian menyimpulkan dengan refleksi tentang makna olahraga, khususnya sepak bola.
"Sepak bola harus menyampaikan nilai-nilai, dan ia memiliki kekuatan yang sangat besar dalam hal itu," kata Audero.
"Sepak bola adalah tentang kesenangan, keterampilan, kualitas, komitmen, dan gairah. Inilah prinsip-prinsip yang ingin dan harus kita sampaikan."
"Itulah mengapa apa yang terjadi tidak dapat diterima, terutama pada saat yang sensitif seperti ini," tambahnya.
Pelaku pelemparan petasan telah berhasil diidentifikasi dan ditangkap dalam waktu 48 jam setelah insiden terjadi.
Jaksa Milan, Francesco Cajani, telah meminta pengesahan penangkapan dan tahanan rumah terhadap penggemar Inter berusia 19 tahun itu.
Pelaku dituntut untuk tidak pidana melempar bahan berbahaya di acara olahraga dengan hukuman mulai dari satu hingga empat tahun.
Sementara itu, peringatan khusus dan denda sebesar 50.000 euro diberikan kepada Inter atas ulah pendukungnya.
Tak hanya itu, seluruh penggemar Nerazzurri juga mendapat hukuman larangan mendukung timnya di tiga laga tandang beruntun.