0
News
    Home AFC Berita CAS Featured Naturalisasi Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Malaysia

    Sekjen AFC Rasa Jubir Federasi Malaysia, Sebar Informasi Tidak Resmi soal Putusan Final CAS - Semua Halaman - Superball

    4 min read

     

    Sekjen AFC Rasa Jubir Federasi Malaysia, Sebar Informasi Tidak Resmi soal Putusan Final CAS - Semua Halaman - Superball.id

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

    Senin, 16 Februari 2026 | 12:00 WIB


    Sekretaris Jenderal AFC Datuk Seri Windsor John. (FIFA.COM)

    SUPERBALL.ID - Sekjen AFC asal Malaysia Windsor John sebarkan informasi tidak resmi ke publik soal putusan final Pengadilan CAS. 

    Windsor John berani membeberkan informasi tidak resmi yang diterima AFC soal potensi putusan final Pengadilan CAS atas kasus skandal naturalisasi Malaysia. 

    Hal itu disampaikan Sekjen AFC dari Malaysia ini, saat publik Negeri Jiran penuh tanda tanya perihal masa depan sepak bola negaranya. 

    Pasalnya, Malaysia terancam skorsing berat dari FIFA setelah pemalsuan dokumen terhadap tujuh pemain asing yang dinaturalisasi secara keturunan. 

    Namun Windsor membawa angin segar, dengan menyebut potensi Malaysia menang di Pengadilan CAS berada di angka 50 persen. 

    Dan tidak sampai di situ, Windsor bahkan membocorkan informasi tidak resmi yang didapat AFC soal potensi putusan final CAS. 

    Malaysia bisa langsung memainkan ketujuh pemain naturalisasi tersebut jika banding mereka diterima oleh CAS. 

    "Dari informasi tidak resmi yang kami terima jika banding berhasil," kata Windsor John seperti dikutip dari Stadium Astro. 

    "Maka pemain dan FAM berhasil memenangkan kasus ini, maka skorsing biasanya akan langsung berakhir."

    Baca Juga: Media Vietnam Senang Lihat Malaysia Tuding Erick Thohir Pelapor Skandal Naturalisasi

    "Dan pemain dapat bermain untuk klub, itu yang pertama," imbuhnya. 

    Namun jangan senang dulu, Malaysia juga bisa gigit jari bahkan menangis tujuh hari tujuh malam, jika banding mereka ditolak mereka. 

    Pasalnya, CAS berpotensi memperpanjang skorsing yang sebelumnya telah diberikan FIFA, dan itu menjadi kegagalan terbesar federasi. 

    "Dan jika pemain dan asosiasi gagal, maka CAS juga dapat mengeluarkan keputusan untuk memperpanjang skorsing karena gagal memenangkan kasus tersebut," kata Windsor lagi. 

    Tak berhenti di situ, Windsor juga membuka informasi lain perihal tuntutan FAM dan ketujuh pemain naturalisasi palsu di CAS. 

    Bahwa mereka hanya menginginkan keringanan hukuman, bukan pembatalan sepenuhnya atas skorsing yang dijatuhkan FIFA. 

    "Namun yang kami terima adalah informasi bahwa ketika para pemain menang, mereka hanya memohon agar hukuman skorsing dikurangi, itu saja," kata Windsor lagi. 

    Tak berhenti di situ, Windsor bahkan melihat peluang Malaysia memenangkan banding ini dengan alasan yang sudah dijelaskan di atas.

    Baca Juga: Klarifikasi AFC soal Peluang Menang Malaysia di CAS: FAM Cuma Minta Pengurangan Skorsing!

    Lebih tepatnya dengan narasi bahwa ketujuh pemain naturalisasi tidak terlibat secara langsung dalam proses pemalsuan dokumen. 

    "Jika dia menang, dia bisa bermain besok," kata Windsor melanjutkan. 

    "Jika saya adalah pengacara pemain tersebut, dari perspektif itu saya akan mengajukan banding ke CAS."

    "Yang berarti pemain tersebut tidak terlibat langsung dalam kesalahan yang dituduhkan FIFA kepadanya," pungkasnya. 

    Menarik dinantikan seperti apa putusan final Pengadilan CAS atas kasus ini yang akan dirilis pada 26 Februari mendatang. 

    Komentar
    Additional JS