Klarifikasi AFC soal Peluang Menang Malaysia di CAS: FAM Cuma Minta Pengurangan Skorsing! - Superball
SUPERBALL.ID - Sekjen AFC Datuk Seri Windsor klarifikasi peluang menang Federasi Malaysia (FAM) di Pengadilan CAS, ternyata cuma minta pengurangan hukuman.
Setelah digembar-gemborkan memiliki peluang menang sebanyak 50 persen, Windsor John mengungkap fakta sebenarnya tuntutan FAM di Pengadilan CAS.
Windsor John menyebut permohonan FAM ke CAS hanyalah untuk mengurangi hukuman tujuh pemain keturunan palsu Malaysia yang diskorsing FIFA.
FAM tidak meminta penghapusan seluruh sanksi atau meminta Pengadilan CAS menganulir dan membatalkan skorsing FIFA terhadap tujuh pemain tersebut.
Ini menarik, karena pemberitaan media lokal Malaysia selalu menggiring opini bahwa mereka akan memenangkan kasus ini.
Ternyata tuntutan FAM hanya semata-mata mengurangi sanksi, itu secara tidak langsung mengonfirmasi bahwa Malaysia telah melakukan penipuan.
"Dari yang kami ketahui, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) hanya meminta pengurangan hukuman untuk tujuh pemain," kata Windsor John.
Pernyataan Windsor itu seperti klarifikasi atas maksudnya beberapa waktu lalu menyebut Malaysia berpeluang memenangkan banding di CAS.
Windsor yang juga warga negara Malaysia dinilai memegang peran kunci dalam skandal naturalisasi ini, khususnya dalam upaya menyelamatkan negaranya.
Baca Juga: Media Malaysia Tuding Ketum PSSI sebagai Dalang Pengaduan Skandal Naturalisasi Harimau Malaya
Ia pun dituntut bertanggung jawab untuk menemukan siapa pelaku pemalsuan dokumen pemain keturunan palsu Timnas Malaysia.
"Mengingat posisinya, AFC seharusnya bertanggung jawab untuk melacak dalang di balik skema naturalisasi ilegal FAM," tulis Harian Metro.
Alih-alih menemukan pelaku, komentar Windsor soal peluang Malaysia menang seperti blunder hingga membuatnya memberi klarifikasi.
Tapi pernyataan Windsor semakin membuat keruh polemik yang ada, ia terang-terangan membela tujuh pemain naturalisasi palsu.
Dengan menyebut mereka tidak terlibat langsung dalam pelanggaran yang dituduhkan FIFA, meski kenyataan berbanding terbalik.
"Menurut informasi yang kami terima, FAM hanya meminta agar ketujuh pemain mereka diizinkan bermain lagi jika mereka menang di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS)."
"Ini berarti bahwa ketujuh pemain ini tidak terlibat langsung dalam pelanggaran yang dituduhkan FIFA dalam kasus naturalisasi ilegal," kata Windsor lagi.
Seiring kasus ini berjalan, kabar mengejutkan kembali datang dari Malaysia yang menyeret nama Ketum PSSI, Erick Thohir.
Baca Juga: Proses Seleksi yang Tertutup dan Banyak Pembatasan Bikin Orang Baru Sulit Gabung Federasi Malaysia
Erick Thohir disebut sebagai dalang pengaduan skandal naturalisasi Malaysia ke FIFA, meski AFC menyebut pengaduan dilakukan oleh Vietnam.
Media Malaysia, MyNewsHub, mengklaim bahwa sumber mereka berasal dari anggota FIFA dari Amerika Latin, perihal Erick Thohir ini.
Namun sekali lagi, media Malaysia tersebut tak menyertakan bukti berupa kutipan maupun identitas anggota FIFA yang dimaksud.
Sementara itu, Malaysia semakin dekat dengan hari penghakiman, di mana CAS akan mengeluarkan putusan final pada 26 Februari.
Momen itu akan menjadi babak baru, apakah sepak bola Malaysia terbebas dari sanksi, atau menjadi awal kehancuran mereka.