Ogah Dituding Jadi Biang Kerok Kegagalan Irak, Jesus Casas: Saya Tekuk Timnas Indonesia Dua Kali - Superball.id
SUPERBALL.ID - Mantan pelatih Timnas Irak, Jesus Casas, menolak mengakui bahwa dirinya menjadi penyebab Singa Mesopotamia gagal lolos otomatis ke Piala Dunia 2026.
Timnas Irak melewatkan kesempatan untuk meraih tiket otomatis ke Piala Dunia 2026 di putaran ketiga babak kualifikasi zona Asia.
Mereka gagal lolos otomatis setelah finis di posisi ketiga klasemen Grup B putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Irak terpaut satu poin dari Yordania yang bertengger di posisi kedua atau tempat terakhir untuk tiket otomatis ke Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Kiper Timnas Indonesia Berpotensi Debut Bersama Ajax Lawan Mantan Klubnya
Jesus Casas dianggap sebagai biang kerok di balik kegagalan Singa Mesopotamia merebut tiket otomatis.
Dalam dua laga terakhir sebelum dipecat, Irak meraih hasil mengecewakan melawan dua tim terbawah di Grup B.
Mereka bermain imbang 2-2 di kandang sendiri melawan Kuwait sebelum kalah dramatis dengan skor 1-2 dari Palestina.
Dua hasil tersebut membuat Singa Mesopotamia terlempar dari dua posisi teratas Grup B dengan dua laga sisa.
Graham Arnold kemudian ditunjuk untuk memimpin Irak dengan misi memenangi dua laga terakhir demi merebut posisi kedua.
Namun, Irak hanya meraih satu kemenangan atas Yordania setelah sebelumnya kalah 0-2 dari Korea Selatan.
Mereka kemudian bermain di putaran keempat dan putaran kelima sebelum merebut tiket play-off antarbenua.
Baru-baru ini, Jesus Casas menolak tudingan bahwa dirinya menjadi biang kerok di balik kegagalan Irak meraih tiket otomatis.
Ia bersikeras bahwa timnya masih memiliki peluang lolos otomatis ketika dirinya dipecat dengan dua laga sisa di putaran ketiga.
"Ketika saya meninggalkan posisi pelatih Irak, situasinya memungkinkan mereka untuk langsung lolos ke Piala Dunia."
"Itu mungkin terjadi jika tim tidak kalah di Basra melawan Korea Selatan, tetapi itu tidak terjadi," kata Casas, dikutip SuperBall.id dari Winwin.com.
Baca Juga: Derbi Timnas Indonesia Bakal Tersaji di 16 Besar Liga Champions Asia Elite
Jika Irak pada akhirnya harus bermain di putaran keempat, Casas juga optimistis bisa merebut tiket otomatis di fase itu.
Dengan dua kemenangan di putaran kedua, Casas meyakini ia bisa membawa Irak kembali mengalahkan Timnas Indonesia di ronde kempat.
"Bahkan di putaran keempat, dimungkinkan untuk meraih hasil bagus melawan Indonesia dan kemudian bermain imbang dengan Arab Saudi."
"Selama masa jabatan saya sebagai pelatih Timnas Irak, saya berhasil meraih kemenangan atas Timnas Indonesia dua kali dengan skor 5-1 dan 3-1."
"Jika saya tetap bertahan, saya juga akan menang melawan mereka di putaran keempat."
"Oleh karena itu, saya menolak untuk menyalahkan kami atas kegagalan Irak lolos otomatis karena kekalahan dari Palestina," kata Casas.
Casas juga menyayangkan keputusan Federasi Sepak Bola Irak yang tidak mengizinkan dirinya menyelesaikan misinya.
"Sayangnya, selama periode terakhir saya, hubungan antara staf teknis dan Federasi Irak menyaksikan aspek tersembunyi yang tidak saya ketahui."
"Terus terang, kepercayaan saya pada independensi keputusan teknis saya terguncang setelah saya mengetahui tindakan-tindakan tertentu yang terjadi di balik layar, yang memicu kontroversi luas di Irak."
“Sejujurnya, kami berani menerima tawaran untuk melatih Irak, dan kami datang untuk mengembangkan sepak bola Irak baik di tingkat administratif maupun teknis, dan saya pikir hasilnya membuktikan itu."
"Kami mengalahkan Jepang, dan kami menang atas Oman di Muscat, tetapi sayangnya Federasi Sepak Bola Irak tidak mengizinkan kami untuk menyelesaikan misi kami," ucapnya.