Kelemahan Serangan Persib Bandung Terlalu Monoton yang Dieksploitasi Ratchaburi - VIVA
Kelemahan Serangan Persib Bandung Terlalu Monoton yang Dieksploitasi Ratchaburi
VIVASoccer - Kekalahan telak Persib Bandung 0-3 dari Ratchaburi FC pada leg pertama 16 besar AFC Champions League Two (ACL Two) 2025/2026 memunculkan evaluasi taktik serius, termasuk pola distribusi serangan yang dinilai terlalu mudah dibaca lawan.
Berdasarkan laporan pertandingan dan evaluasi awal pelatih, tekanan tinggi serta pembacaan pola serangan menjadi faktor utama dominasi klub Thailand tersebut sepanjang laga.
Ratchaburi langsung unggul cepat pada menit kelima melalui Pedro Tana. Gol awal itu memaksa Persib bermain lebih terbuka sehingga jalur serangan mereka semakin mudah diprediksi.
Pola Heatmap Serangan Persib
Dari analisis distribusi serangan sepanjang laga, mayoritas upaya Persib terjadi melalui sisi sayap dan crossing cepat. Namun pola ini berulang sehingga lini belakang Ratchaburi mampu menutup ruang sejak awal fase build-up.
Tekanan tinggi yang diterapkan tuan rumah membuat lini belakang Persib sering kehilangan opsi progresi vertikal. Hal ini mengakibatkan bola lebih sering dialirkan ke area flank sebelum akhirnya kehilangan momentum di sepertiga akhir lapangan.
Minimnya variasi serangan juga membuat peluang yang tercipta menjadi terbatas. Beberapa kesempatan, seperti tembakan Uilliam Barros dan upaya Berguinho, gagal mengubah jalannya pertandingan karena mudah diantisipasi.
Zona Rawan Kehilangan Bola
Secara taktis, area tengah menuju half-space kanan menjadi titik rawan kehilangan bola.
Ketika Persib mencoba melakukan transisi cepat, Ratchaburi memanfaatkan pressing kolektif untuk merebut bola dan melancarkan serangan balik cepat yang kemudian menghasilkan gol kedua dan ketiga.
Dominasi pressing tersebut membuat Persib kesulitan mengembangkan serangan terstruktur sejak fase build-up.
Pelatih Bojan Hodak bahkan mengakui timnya gagal memulai pertandingan dengan baik, yang berdampak langsung pada kontrol permainan.
Kekalahan 0-3 membuat Persib membutuhkan kemenangan minimal empat gol di leg kedua untuk lolos ke perempat final ACL Two.
Evaluasi heatmap serangan diprediksi menjadi fokus utama tim pelatih, terutama dalam menciptakan variasi build-up, memaksimalkan ruang tengah, serta mengurangi pola serangan yang repetitif agar tidak mudah dibaca kembali oleh Ratchaburi.*