Pressing Ratchaburi Lumpuhkan Winger Persib, Maung Bandung Hilang Arah - VIVA
Pressing Ratchaburi Lumpuhkan Winger Persib, Maung Bandung Hilang Arah
VIVASoccer - Persib Bandung menghadapi evaluasi besar di sektor sayap setelah takluk 0-3 dari Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL Two) 2025/2026, Rabu (11/2/2026).
Minimnya efektivitas winger dan kegagalan duel flank menjadi salah satu faktor utama yang membuat Maung Bandung kesulitan mengembangkan serangan sepanjang laga.
Sejak awal pertandingan, Ratchaburi tampil agresif dengan tekanan tinggi dan serangan cepat dari sisi lapangan.
Gol cepat pada menit kelima membuat Persib dipaksa bermain lebih terbuka, namun justru gagal mengoptimalkan eksploitasi sektor sayap sebagai jalur progresi bola.
Winger Minim Kontribusi Progresif
Persib sebenarnya memiliki beberapa momen menyerang melalui pergerakan sisi lapangan. Namun peluang yang tercipta, termasuk dari percobaan Uilliam Barros dan Berguinho, belum mampu mengancam secara signifikan gawang Ratchaburi.
Minimnya penetrasi sayap membuat build-up Persib menjadi stagnan. Crossing yang dilepaskan juga kurang efektif karena Ratchaburi berhasil menjaga organisasi pertahanan dengan baik serta memanfaatkan transisi cepat untuk menciptakan peluang balik.
Tekanan Tinggi Ratchaburi Redam Peran Winger
Ratchaburi menerapkan pressing agresif sejak awal pertandingan yang membuat pemain Persib kesulitan menjaga penguasaan bola di area flank. Tekanan ini memaksa winger Persib lebih banyak bertahan dibanding melakukan penetrasi ke sepertiga akhir.
Situasi tersebut membuat supply bola ke striker berkurang drastis. Persib akhirnya lebih sering bermain direct tanpa pola serangan sayap yang terstruktur.
Pergantian Pemain Tak Ubah Dinamika Sayap
Pelatih Bojan Hodak mencoba merotasi pemain dengan memasukkan beberapa opsi menyerang, termasuk Sergio Castel dan pemain ofensif lainnya.
Namun perubahan tersebut belum mampu meningkatkan kualitas duel di sisi lapangan maupun mengubah momentum pertandingan.
Debut Layvin Kurzawa juga belum memberi dampak signifikan dalam menguatkan serangan dari sisi kiri, karena tekanan lawan tetap dominan sepanjang pertandingan.
Tantangan Leg Kedua dan Evaluasi Taktik
Kekalahan 0-3 membuat Persib harus menang minimal empat gol pada leg kedua untuk lolos ke perempat final, sebuah tugas yang sangat berat.
Evaluasi taktik pada sektor sayap diperkirakan menjadi fokus utama tim pelatih. Persib perlu meningkatkan kualitas transisi menyerang, akurasi crossing, serta koordinasi winger dengan fullback untuk menciptakan overload di sisi lapangan pada leg kedua mendatang.*