Debut Pahit Layvin Kurzawa dan Sergio Castel di Persib Bandung, Bojan Hodak: Butuh Waktu - Tribunnews.
Dua pemain baru Persib Bandung, Layvin Kurzawa dan Sergio Castel menjalani debut pahit saat berhadapan dengan Ratchaburi FC, Rabu (11/2/2026).
Ringkasan Berita:
- Debut Pemain Baru: Layvin Kurzawa dan Sergio Castel jalani debut saat Persib kalah 0-3 dari Ratchaburi FC; keduanya dinilai masih butuh adaptasi.
- Analisis Pelatih: Bojan Hodak soroti kebobolan cepat, cuaca panas, serta kekalahan duel lini tengah sebagai penyebab kegagalan.
- Misi Balas Dendam: Persib wajib menang minimal 4-0 pada leg kedua di GBLA, 18 Februari mendatang.
TRIBUNJABAR.ID - Dua pemain baru Persib Bandung, Layvin Kurzawa dan Sergio Castel menjalani debut pahit saat berhadapan dengan Ratchaburi FC, Rabu (11/2/2026).
Pada laga leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026, tersebut, Persib Bandung kalah di Ratchaburi Stadium dengan skor 3-0.
Sergio Castel masuk di menit ke-58 menggantikan Andrew Jung saat Persib Bandung masih berusaha untuk memperkecil ketertinggalan.
Sementara, Layvin Kurzawa masuk di menit ke-83 menggantikan Alfeandra Dewangga untuk memperkuat lini pertahanan.
Menanggapi debut kedua pemainnya itu, pelatih Persib Bandung Bojan Hodak menilai keduanya memang masih memerlukan adaptasi.
"Keduanya adalah pemain baru dan tentu saja membutuhkan waktu untuk menyatu dengan pemain yang lain," kata Bojan Hodak dalam jumpa pers setelah pertandingan.
"Tapi kedua pemain tersebut memiliki potensi untuk bermain dan mereka bisa membantu kami di liga nanti dan bermain sebagai 11 pemain pertama," sambungnya.

Baca juga: Federico Barba Optimis Persib Bandung Kuat di Kandang saat Jamu Ratchaburi FC
Adapun, Persib Bandung akan kembali menghadapi Ratchaburi FC pada leg kedua yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu, 18 Februari 2026.
Agar bisa membalikkan keadaan dan lolos ke babak 16 besar, Persib Bandung harus menang minimal dengan skor 4-0 atau selisih satu agregat gol.
Jalannya Laga
Sejak peluit pertama dibunyikan, Ratchaburi FC bermain sabar dalam menyusun serangan.
Sementara, Persib Bandung cenderung tampil defensif tanpa memberikan tekanan yang ketat.
Saat pertandingan baru memasuki 5 menit, tuan rumah berhasil membuka keunggulan lewat gol Tana.
Tana memanfaatkan umpan terukur Denilson Jr setelah serangan dari sisi kiri.
Gol ini membuat kendali permainan sepenuhnya berada di tangan Ratchaburi FC.
Persib Bandung sempat mencoba bangkit dan menciptakan peluang emas melalui Frans Putros serta sundulan Uilliam Barros.
Sayangnya, ketangguhan kiper Kampon Phatomakkakul menggagalkan upaya tersebut.
Di babak kedua, Persib Bandung bermain lebih agresif dan terbuka.

Naas, justru Ratchaburi yang menambah keunggulan pada menit ke-53 melalui sundulan Gabriel Mutombo.
Meski Bojan Hodak memasukkan tenaga baru seperti Saddil Ramdani, Adam Alis, hingga pemain debutan Layvin Kurzawa dan Sergio Castel, pertahanan tuan rumah tetap sulit ditembus.
Ratchaburi akhirnya mengunci kemenangan pada menit ke-84 setelah Tana mencetak gol keduanya dalam situasi satu lawan satu.
Skor telak 3-0 menutup pertandingan leg pertama ini untuk keunggulan tim tuan rumah.
Faktor Kekalahan Persib Bandung
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menilai timnya tidak memulai pertandingan dengan kondisi terbaik.

Baca juga: Federico Barba Hampiri Bobotoh setelah Persib Bandung Kalah, Minta Dukungan di GBLA
Ia mengakui pada awal laga, tepatnya 10 menit pertama, Persib Bandung sudah berada dalam situasi sulit setelah kebobolan lebih dulu.
"Setelah itu, perlahan kami mulai bangkit, punya peluang tapi kami tidak bisa memanfaatkan peluang itu," ucap Bojan Hodak dalam konferensi pers setelah laga.
"Beberapa peluang sangat bagus, mengenai tiang, dan ada beberapa kesempatan lainnya, tapi kami tidak mencetak gol," sambungnya.
Menurut pelatih asal Kroasia itu, situasi di babak kedua semakin menyulitkan karena Persib Bandung kalah dalam duel di lini tengah.
Ia menyebut, penguasaan bola kedua lebih banyak dimenangkan oleh Ratchaburi.
"Setelah melakukan pergantian pemain, kami mencoba sesuatu yang berbeda. Tapi kami tahu mereka berbahaya dalam serangan balik, dan kami tidak cukup hati-hati," ujar Bojan.
Ia menambahkan bahwa laga tersebut menjadi salah satu pertandingan yang berat baginya, terlebih dengan kondisi cuaca yang berbeda dan cukup menyulitkan bagi Persib Bandung.
"Tapi pada akhirnya, mereka memang lebih baik hari ini, saya merasa menyesal karena begitu banyak suporter (Persib) yang datang dan menciptakan atmosfer luar biasa, tetapi sayangnya hari ini mereka adalah tim yang lebih baik," kata dia.
Bojan juga menyoroti perbedaan level permainan di kompetisi ini dibandingkan dengan Liga Indonesia yang levelnya masih lebih rendah memang tidak mudah dan membutuhkan adaptasi.
"Saya pikir di babak pertama, selain gol yang kami kebobolan, kami bermain cukup bagus. Di babak kedua, alasan utamanya adalah cuaca di sini panas," tutur Bojan Hodak.
"Anda lebih banyak berkeringat, kehilangan energi lebih banyak, dan itu menjadi keuntungan bagi tim tuan rumah," sambungnya.
(Tribunjabar.id/Rheina, Lutfi Ahmad Mauludin)
Baca berita Persib Bandung lainnya di Tribunjabar.id.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Persib-Bandung-Sergio-Castel-menjalani-debut-Ratchaburi-ACL-2.jpg)