BWF Ubah Wajah World Tour 20272030, Jumlah Turnamen Jadi 36 Ajang - Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) resmi merombak total kalender BWF World Tour periode 2027–2030 dengan menambah jumlah turnamen menjadi 36 ajang per tahun. Kebijakan ini menandai lonjakan signifikan dibanding periode sebelumnya yang hanya berkisar 26–31 turnamen, sekaligus menjadi transformasi terbesar dalam sejarah kompetisi bulu tangkis profesional.
Salah satu perubahan utama adalah integrasi penuh turnamen level Super 100 ke dalam rangkaian World Tour. Dengan kebijakan ini, seluruh jenjang kompetisi kini berada dalam satu ekosistem terpusat, sehingga jalur pengumpulan poin, hadiah, serta promosi atlet menjadi lebih jelas dan merata.
BWF juga menaikkan status Denmark Open menjadi turnamen Super 1000, menyamai Malaysia Open, All England, Indonesia Open, dan China Open. Kenaikan level ini diikuti dengan perubahan durasi pertandingan menjadi 11 hari, mencakup dua akhir pekan, guna meningkatkan nilai komersial dan daya tarik global turnamen elite tersebut.
Selain penambahan turnamen, BWF memperkenalkan format baru di sektor tunggal, di mana 48 pemain akan dibagi ke dalam fase grup sebelum memasuki babak gugur. Skema ini menjamin setiap atlet minimal menjalani dua pertandingan, sekaligus memperluas peluang representasi negara, terutama pada ajang beregu seperti Piala Sudirman serta Piala Thomas & Uber.
Peta Tuan Rumah World Tour 2027–2030
- Level Super 1000 akan digelar di China, Denmark, Inggris, Indonesia, dan Malaysia, dengan catatan durasi 11 hari serta penerapan fase grup tunggal.
- Super 750 tersebar di China, Prancis, Hong Kong, India, dan Jepang, dengan persaingan poin yang semakin ketat.
- Super 500 akan melibatkan Australia, Indonesia, Korea, Thailand, dan Singapura, sementara Super 300 difokuskan sebagai ajang pengembangan atlet di Kanada, Swiss, Amerika Serikat, Taiwan, Jerman, dan Makau.
- Super 100, yang kini resmi masuk kalender World Tour, akan digelar di Filipina, Vietnam, India, Indonesia, dan Belanda.
Dari sisi finansial, BWF memproyeksikan total hadiah uang tahunan mencapai USD 26,9 juta atau sekitar Rp426 miliar. Nilai ini menegaskan posisi bulu tangkis sebagai olahraga dengan daya tarik ekonomi global yang semakin kuat, baik bagi sponsor maupun pemegang hak siar.
Presiden BWF, Khunying Patama Leeswadtrakul, menegaskan bahwa perubahan ini bersifat fundamental.
“Kami tidak hanya membentuk serangkaian turnamen, kami membentuk budaya, identitas, dan peluang. Bulu tangkis harus imersif, cerdas, dan tak terlupakan,” ungkapnya, dikutip dari laman BWF, Senin (9/2/2026).
Bagi Indonesia, struktur baru World Tour memberikan keuntungan strategis. Status Indonesia Open yang tetap berada di level Super 1000, ditambah penambahan slot turnamen Super 500 dan Super 100, membuka peluang lebih besar bagi atlet nasional untuk mengumpulkan poin dunia di kandang sendiri. Ketika format ini mulai diterapkan pada 2027, persaingan menuju peringkat elite dunia diprediksi akan semakin ketat dan menguras stamina atlet papan atas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News