Alwi Farhan dan Raymond/Joaquin Belum Cukup, Indonesia Mencemaskan Tuju Thomas Cup 2026- Bolasport
Alwi Farhan dan Raymond/Joaquin Belum Cukup, Indonesia Mencemaskan Tuju Thomas Cup 2026
BOLASPORT.COM - Memiliki pemain muda menjanjikan seperti Alwi Farhan dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tak membuat Indonesia lepas dari tantangan menghadapi Thomas Cup 2026.
Kejuaraan Beregu Asia 2026 yang digelar di Qingdao, China lalu menjadi tolok ukur kekuatan tim putra Merah Putih sebelum menjejakkan kaki ke ajang yang lebih tinggi.
Ya, Thomas Cup 2026 pada 24 April sampai 3 Mei di Horsens, Denmark menjadi pembuktian berikutnya bagi Indonesia untuk mengetahui sejauh mana tim putra bisa bersaing.
Kemunculan Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah untuk sektor tunggal putra dan duet Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi tanda positif regenerasi Indonesia.
Di sisi lain, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang debut pada pertengahan tahun 2025 lalu sebagai racikan baru juga kian menggeliat di level dunia.
Selain itu, masih ada duet non-pelatnas Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang bisa menjadi penentu dan membantu Indonesia di masa krusial.
Kendati demikian, Ketua Bidang Pengembangan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menjelaskan bahwa tim putra tak boleh terlena mengingat ada pemain yang menunjukkan performa yang kurang sesuai harapan.
"Performa beberapa pemain tidak sesuai harapan," kata Eng Hia, seperti dilansir BolaSport.com dari Kompas.id.
"Ini tentu akan menjadi evaluasi untuk meningkatkan performa tim putra menjelang Piala Thomas," tuturnya menambahkan.
Baca Juga: Alwi Farhan Jadi Contoh Perbandingan saat Tunggal Putra Malaysia Meredup
Ungkapan dari Eng Hian tersebut menjadi alarm bagi sejumlah nama yang tidak begitu mumpuni ketika membela Indonesia pada ajang Kejuaraan Beregu Asia 2026 lalu.
Tantangan mengerucut untuk mencari ganda putra pelapis saat Fajar/Fikri dan Sabar/Reza kian mapan dengan status mereka di peringkat 10 besar dunia.
Duet Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat sampai Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tak begitu optimal.
Menurut laporan Kompas.id, sektor ganda putra yang menjadi jaminan poin Indonesia hanya menorehkan 3 kemenangan dari total 8 laga sejak penyisihan hingga semifinal Kejuaraan Beregu Asia 2026.
Pola permainan Leo/Bagas belum memiliki patern, atau corak yang mumpuni di mana hal itu terlihat saat menghadapi Malaysia pada babak perempat final.
Sementara itu, Raymond/Joaquin juga sempat kesulitan di ajang ini di mana mereka hanya mencatatkan 1 kemenangan dari total 3 laga yang dijalani.
Kondisi ini jelas tak menjadikan tim Garuda tampak baik-baik saja mengingat hanya Fajar/Fikri dan Sabar/Reza yang bisa diandalkan meraih poin.
Kedalaman skuad untuk sektor ganda putra patut dimiliki jika ingin melangkah jauh pada turnamen beregu putra paling bergengsi di dunia tersebut.
Bergeser ke sektor tunggal putra, amunisi ketiga untuk nomor ini juga masih belum pasti arahnya meski sudah ada 2 pilar yaitu Jonatan Christie dan Alwi Farhan.
Jonatan dan Alwi sendiri tidak ikut serta pada Kejuaraan Dunia 2026 di mana untuk sektor ini diplot untuk pemain pelapis seperti Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed, Prahdiska Bagas Shujiwo hingga Richi Duta Ricardo.
Dilema kian terlihat setelah Anthony Sinisuka Ginting menjadi tunggal putra ke-3 pada Kejuaraan Beregu Asia 2026 lalu.
Keuntungan dari sisi strategi akan dimiliki Indonesia jika masih memanggi Anthony yang menjadi bagian dari kesuksesan saat merebut gelar Thomas Cup 2020 lalu.
Langkah ini tentu memiliki risiko tersendiri jika diplot sebagai tunggal putra ketiga untuk Thomas Cup 2026 lantaran pemain asal Cimahi, Jawa Barat itu belum berada dalam level terbaik lagi.
Baca Juga: Setengah Hati Herry IP Buka Pintu Thomas Cup 2026 untuk Penghancur Leo/Bagas