Aksi Bela Palestina! Pep Guardiola: Assalamualaikum, Pemimpin Dunia Pengecut! - Semua Halaman - Superball
Aksi Bela Palestina! Pep Guardiola: Assalamualaikum, Pemimpin Dunia Pengecut! - Semua Halaman - Superball.id
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Jumat, 30 Januari 2026 | 17:20 WIB
Pep Guardiola kembali melontarkan dukungan untuk warga Gaza di Palestina yang terdampak konflik dengan Israel. (TWITTER.COM)
SUPERBALL.ID - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, sekali lagi melontarkan dukungan secara lantang untuk warga Gaza di Palestina yang jadi korban konflik.
Dukungan disuarakan Guardiola saat menjadi pembicara dalam acara amal di Barcelona bertajuk Act X Palestine pada Kamis (29/1/2026).
Acara tersebut dihadiri 30 seniman dan musisi dengan tujuan menyoroti kesulitan yang dihadapi masyarakat Palestina.
Dalam pidatonya, Guardiola turut mengenakan keffiyeh dan menyuarakan penderitaan anak-anak Gaza korban bombardir Israel.
Dengan mengucap 'Assalamualaikum', Guardiola memulai pidatonya dengan menegaskan dirinya ada di pihak yang sama dengan Gaza.
Eks pelatih Barcelona itu turut menyinggung aksi pengeboman di kota kelahirannya pada 1938, Guardiola berdiri untuk pihak yang tertindas.
"Kita berada di pihak yang tertindas," kata Pep Guardiola seperti dikutip dari Telegraph.
"Hari ini kita berdiri bersama Palestina, tetapi bukan hanya Palestina, tetapi semua perjuangan."
"Ini adalah pernyataan untuk Palestina, dan untuk kemanusiaan."
Baca Juga: Liga Champions - Tak Paham Situasi, Pep Guardiola Sempat Khawatir Lihat Taktik Jose Mourinho
"Sama seperti di Barcelona ketika kita dibom pada tahun 1938, hari ini, seperti di London dan Paris."
"Kita berdiri di hadapan dunia dan secara terbuka menunjukkan bahwa kita berdiri bersama yang terlemah."
Guardiola pun menyinggung sikap dunia yang tak acuh dengan anak-anak korban konflik di Gaza yang meminta pertolongan.
Ia merasa dunia telah meninggalkan anak-anak yang meminta pertolongan itu, tak hanya ditinggalkan bahkan ditelantarkan.
"Saya melihat seorang anak merekam dirinya sendiri, memohon 'di mana ibu saya?' di antara reruntuhan, dan dia masih tidak tahu apa yang terjadi."
"Dan saya selalu berpikir: Apa yang dipikirkan anak-anak itu? Saya pikir kita telah meninggalkan mereka sendirian, ditelantarkan."
"Saya selalu membayangkan mereka berkata, 'Di mana kalian? Datanglah dan bantu kami'."
"Dan sampai sekarang, bahkan hingga saat ini, kita belum melakukannya! Kita telah meninggalkan mereka sendirian," kata Guardiola lagi.
Tak sampai di situ, Guardiola bahkan menyindir para pemimpin dunia sebagai pengecut yang takut kehilangan kekuasaannya.
"Para penguasa adalah pengecut, mereka mengirim orang-orang tak bersalah untuk membunuh orang tak bersalah juga."
"Sementara mereka sendiri berada di rumah dengan pemanas saat cuaca dingin dan pendingin udara saat cuaca panas," pungkas Guardiola.