Usai Jatim Viral, Insiden Tendangan Kungfu Juga Terjadi di Liga 4 Yogyakarta, Komdis PSSI Siap Hukum Tegas - Semua Halaman - Bolasport
Usai Jatim Viral, Insiden Tendangan Kungfu Juga Terjadi di Liga 4 Yogyakarta, Komdis PSSI Siap Hukum Tegas - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 7 Januari 2026 | 16:45 WIB
insiden tendangan kungfu terjadi lagi kali ini di lanjutan Liga 4 Provinsi DIY antara UAD FC Yogyakarta Vs Kafi Jogja. Pertandingan tersebut digelar d Lapangan Sitimulyo, Piyungan, Bantul pada Selasa (6/1/2026). (ISTIMEWA)
BOLASPORT.COM - Insiden tendangan kungfu di sepak bola nasional kembali terjadi, setelah viral di Jawa Timur kini terjadi di Liga 4 Yogyakarta.
Setelah viral di Jawa Timur, insiden tendangan kungfu terjadi lagi kali ini di lanjutan Liga 4 Provinsi DIY antara UAD FC Yogyakarta Vs Kafi Jogja.
Pertandingan tersebut digelar d Lapangan Sitimulyo, Piyungan, Bantul pada Selasa (6/1/2026).
Dilansir BolaSport.com dari Tribun Jogja, pemain Kafi Jogja, Dwi Aan terlihat mengangkat kaki dengan tinggi saat berebut bola dengan pemain UAD FC, Amirul pada menit ke-72.
Kaki Dwi Aan lalu mengenai kepala Amirul yang membuat pemain UAD FC tersebut terjatuh.
Baca Juga: RESMI - Tim Championship Juga Dapat Pemain Asing Spanyol Imbas Liga India yang Bubar
Insiden tendangan kungfu yang terjadi di ajang Liga 4 berujung pada keputusan tegas Putra Jaya Pasuruan untuk memutus kontrak Muhammad Hilmi karena melanggar prinsip sportivitas (Tangkapan Layar PSSI Jatim)
Wasit yang memimpin laga langsung memberikan kartu kuning kepada Dwi Aan.
Potongan video tersebut kemudian viral di media sosial dan mendapat respons negatif dari publik.
Kejadian ini seolah mengulang insiden serupa yang terjadi di Liga 4 Jawa Timur dalam laga Putra Jaya Pasuruan Vs Perseta Tulungagung.
Pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi menendang bagian dada pemain Perseta Tulungagung, Firman Nugraha.
Sementara itu, Komisi Disiplin Asprov PSSI DIY masih mendalami insiden tendangan kungfu tersebut.
“Kami akan melakukan pendalaman terkait kasus ini," kata Sekretaris Umum PSSI DIY, Wendy Umar Senoadji.
"Pendalaman dilakukan dari rekaman video untuk melihat unsur kesengajaan serta intensi pemain yang bersangkutan terhadap lawan."
Baca Juga: Head to Head Persib Vs Persija - Maung Bandung Belum Terkalahkan di El Classico bareng Bojan Hodak
Logo PSSI atau Ilustrasi PSSI. (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
"Dari situ nantinya akan kami ambil kesimpulan terkait sanksi atau hukuman,” tambahnya.
Wendy sendiri menilai secara kasat mata bila insiden tersebut seharusnya dihukum kartu merah.
“Namun dari pandangan mata jelas bahwa seharusnya pemain itu dihukum kartu merah, itu clear,” kata Wendy.
Dalam mendalami kasus tersebut, Komdis PSSI DIY juga akan melakukan evaluasi kinerja wasit.
“Untuk wasit, kami serahkan kepada Komite Wasit untuk didalami dan dievaluasi sesuai kewenangan mereka,” kata Wendy.
“Asprov PSSI DIY tidak mentolerir tindakan-tindakan yang mencederai fair play."
"Baik itu kepada pemain maupun siapapun yang berada dalam lingkup sepak bola."
"Kami ingin kompetisi ini menjadi ajang pembinaan yang sehat."
"Semua pihak harus menjunjung tinggi sportivitas dan keselamatan,” tambahnya.