Promosi-Degradasi Pelatnas PBSI pada Akhir Tahun Ditiadakan, PBSI Dorong Keberlanjutan untuk Masa Depan - Semua Halaman - Bolasport
Promosi-Degradasi Pelatnas PBSI pada Akhir Tahun Ditiadakan, PBSI Dorong Keberlanjutan untuk Masa Depan - Semua Halaman - Bolasport.com
BOLASPORT.COM - Promosi degradasi Pelatnas PBSI setiap akhir tahun dihentikan. Sebagai gantinya, setiap pemain akan mendapat target dan tenggat waktu untuk membuktikan kelayakan mereka.
Akhir tahun biasanya menjadi momen yang mendebarkan di Cipayung.
Sebab, pada periode pergantian tahun lah biasanya wajah-wajah baru diperkenalkan serta nama-nama yang harus memberikan tempatnya.
Adapun kali ini lain ceritanya.
PBSI melalui Bidang Pembinaan dan Prestasi mengambil jalan berbeda saat mengumumkan keputusan strategis terkait arah pembinaan nasional ke depannya.
Setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap struktur pelatnas, performa atlet, beban kompetisi dan efektivitas program jangka panjang, PBSI menghentikan tradisi lama ini.
Keputusan ini merupakan bagian dari penataan ulang strategi pembinaan.
Harapannya agar stabilitas pembinaan diperkuat, kesinambungan program latihan dijaga, dan para atlet makin siap dalam menghadapi agenda turnamen internasional yang kian padat.
Pemulangan dan pemanggilan atlet Pelatnas PBSI pada akhir tahun yang telah berjalan selama ini menjadi mekanisme evaluasi rutin yang dinilai efektif pada kondisi sebelumnya.
Namun setelah melalui diskusi dengan jajaran pelatih, tim sport science, dan divisi teknis, PBSI menilai bahwa telah dimulai fase yang membutuhkan stabilisasi komposisi atlet.
Kerbelanjutan diperlukan untuk mendukung kesinambungan pembinaan dan memaksimalkan transisi menuju siklus kompetisi padat dan besar yang dimulai awal tahun mendatang.
Kabid Binpres PBSI, Eng Hian, menyampaikan bahwa bukan berarti PBSI menurunkan standar atau meniadakan evaluasi.
Evaluasi atlet ditentukan oleh KPI (Key Performance Indicator) yang sudah ditentukan oleh pelatihnya masing-masing.
Jika seorang atlet tidak mencapai KPI yang telah ditetapkan maka akan terkena degradasi.
Oleh karena itu jangka waktu degradasi setiap atlet akan berbeda tergantung dari KPI mereka masing-masing.
"Sementara itu untuk sistem promosi akan dilakukan lewat mekanisme Seleknas PBSI yang akan dilaksanakan setiap awal tahun," ucap Eng Hian.
"Jumlah pengambilan pemain harus sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh bidang pembinaan prestasi PP PBSI dan untuk jumlah akan disesuaikan dengan kebutuhan atlet di Pelatnas."
Di sisi lain, program Seleksi Nasional dilanjutkan seperti dituangkan dalam PO 012 Tahun 2025 tentang Mekanisme Rekrutmen, Promosi, dan Degradasi Atlet serta Pelatih Pelatnas PP PBSI
Ketentuan Seleksi Nasional adalah sebagai berikut:
- Jumlah peserta Seleknas adalah 16 atlet tunggal dan 16 pasang atlet ganda
- Juara Kejurnas Taruna berhak menjadi peserta Seleknas (Wild Card)
- Atlet Tunggal dan Ganda dari 15 terbaik Ranking Nasional PBSI berhak menjadi peserta Seleknas
- Atlet prestasi dan/atau potensi hasil pantauan Tim Pemandu Bakat (Potensi) atau atlet yang disetujui oleh Kabid Binpres Pelatnas dan Wakil Ketua Umum I PP. PBSI;
- Atlet lolos verifikasi data usia dari Tim Keabsahan yang ditunjuk oleh PP. PBSI
- Lewat
Dengan aturan yang baru, Eng Hian berharap proses pembinaan atlet dan rekrutmen pelatih nasional dapat berjalan secara lebih transparan, objektif, dan profesional.
"Peraturan ini menjadi acuan bersama agar setiap keputusan didasarkan pada kinerja, prestasi, dan evaluasi yang terukur," ucap pria yang akrab disapa Didi.
Dengan demikian, peningkatan prestasi bulu tangkis Indonesia dapat lebih didorong secara berkelanjutan.
"Melalui sistem ini, kami menargetkan peningkatan konsistensi prestasi di level Asia dan dunia, termasuk capaian optimal pada target utama kami, " ujar Eng Hian.
Kejuaraan Dunia, event beregu mayor seperti Sudirman dan Thomas-Uber Cup, serta Olimpiade Los Angeles 2028 menjadi target utama PBSI.
Olimpiade 2028 ditetapkan PBSI sebagai target jangka panjang dalam rapat analisa dan evaluasi (Anev) rencana kerja 2026 di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.
Seluruh langkah strategis yang dibahas—mulai dari pembinaan usia muda hingga penguatan tata kelola organisasi—merupakan bagian dari proses berkelanjutan menuju prestasi puncak.
Fadil Imran selaku Ketua Umum juga mengingatkan bahwa kekuatan PBSI tidak hanya terletak pada atlet di lapangan, tetapi pada soliditas organisasi di belakang mereka.
Sinergi pengurus, pelatih, tim pendukung, dan seluruh ekosistem bulutangkis nasional menjadi fondasi utama dalam mencapai target bersama.
"Mari kita mulai tahun ini dengan niat yang baik, langkah yang selaras dan tujuan yang jelas."
"Apa yang kita lakukan di PBSI bukan sekadar tugas organisasi, tetapi amanah untuk menjaga bulutangkis sebagai kebanggaan dan kegembiraan bangsa," pungkasnya.