PBSI Tak Sanggup dan Pilih Mundur, BWF Buka Bidding Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Junior 2026 Lagi - Bolasport
BOLASPORT.COM - PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia) membatalkan rencana sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior 2026. Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) segera mencari opsi pengganti dari negara lain.
BWF telah resmi membuka proses bidding yang baru dalam rangka menggelar Kejuaraan Dunia Junior 2026.
Turnamen mayor yang memuat event beregu (Suhandinata) dan individu ini dari pebulu tangkis di bawah usia 19 tahun ini rencananya digelar pada 12-18 Oktober 2026.
Semula, ajang bulu tangkis bergengsi di level junior ini sudah diplot untuk bergulir di Indonesia, tepatnya Kota Solo, Jawa Tengah.
Namun PBSI belum lama ini mengonfirmasi ketidaksanggupan mereka dalam menyelenggarakan turnamen.
Dalam laman resmi BWF, PBSI disebut tidak sanggup untuk melanjutkan persiapan sehingga memutuskan mundur.
"BWF mengkonfirmasi bahwa PBSI telah melepaskan haknya sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026," demikian bunyi keterangan BWF.
"PBSI menyatakan bahwa menyelenggarakan acara ini tidak lagi memungkinkan dan mengambil keputusan sulit ini demi kepentingan terbaik semua peserta dan pemangku kepentingan."
"BWF kini sedang berupaya menunjuk tuan rumah baru untuk memastikan kelanjutan yang sukses dari turnamen penting ini."
"Proses penawaran telah dibuka kembali."
BWF memberikan timeline dengan tiga fase.
Fase pertama adalah pengajuan bagi negara yang berminat untuk menjadi tuan rumah. Tenggat pengiriman mengirimkan dokumen permohonan adalah tanggal 28 Februari 2026.
Fase kedua adalah kunjungan lapangan dan penyusunan daftar kandidat negara terpilih pada 15 Maret 2026.
Fase terakhir terjadi pada akhir kuartal pertama 2026.
Dewan BWF akan memutuskan negara mana yang akan ditunjuk. kemudian negara tuan rumah dan BWF akan menandatangani perjanjian.
Sementara itu, berdasarkan keterangan resmi PBSI, evaluasi dan diskusi internal menyeluruh telah dilakukan terkait penyelenggaraan turnamen ini.
Kesimpulan didapat bahwa bahwa PBSI menyatakan Indonesia tidak dapat melanjutkan persiapan sebagai tuan rumah dalam kondisi saat ini.
Hal ini sebagaimana diutarakan oleh Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto.
"Pengembalian hak tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026 merupakan keputusan yang sulit," kata pria yang akrab disapa Koh Rudy itu.
"Namun langkah ini diambil setelah pertimbangan yang sangat matang dan diskusi internal yang komprehensif, dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi seluruh pihak serta keberlangsungan penyelenggaraan kejuaraan secara optimal," ujarnya.