Hapus Sekat Lokal dan Disapora, John Herdman Tegaskan Musuh Timnas Indonesia Bukan Rekan Setim - Bolasport
Hapus Sekat Lokal dan Disapora, John Herdman Tegaskan Musuh Timnas Indonesia Bukan Rekan Setim
BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan musuh sesungghnya skuad Garuda berada di luar saja bukan dalam skuad sendiri. Untuk itu, ia berharap tak ada perpecahan atau perdebatan antara pemain lokal maupun diaspora.
Dinamika Timnas Indonesia yang diperkuat pemain lokal dan diaspora selalu menjadi sorotan bahkan sering jadi perdebatan.
Alih-alih merasa terusik dengan perdebatan tersebut, John Herdman justru memberikan respons berkelas.
Pelatih berusia 50 tahun tersebut menilai bahwa kehadiran pemain dari berbagai latar belakang bukanlah soal urusan administrasi atau dokumen legal belakang.
Baca Juga: John Herdman Bicara Tentang Kekuatan Terbesar Timnas Indonesia, Sekaligus Jadi Ancaman
Ia menegaskan bahwa jati diri pemain tidak ditentukan oleh warna paspor sebelumnya.
Hal ini diungkapkan dengan jelas saat ia membeberkan soal filosofi yang dia bawa untuk menukangi Timnas Indonesia.
“Saya tidak melihat paspor, saya melihat orang,” ujar John Herdman sebagaimana dikutip BolaSport.com dari YouTube resmi Timnas Indonesia, Sabtu (31/1/2026).
Ia tak ingin ada lagi perdebatan atau sekat terkait pemain lokal dan diaspora.
Ini karena John Herdman percaya bahwa keberagaman latar belakang budaya di skuad Timnas Indonesia justru bisa jadi kekuatan tersebdiri.
Menurutnya, akan sangat bagus apabila keberagaman ini disatukan dengan baik, bahkan ia meyakini ini bisa jadi senjata mematikan bagi lawan.
Namun, ia juga mengakui bahwa ini juga bisa menjadi bumerang apabila salah kelola.
Untuk itu, ia berharap tak ada pihak yang menghabiskan energi hanya untuk memperdebatkan soal latar belakang ini.
Menurutnya, perbedaan latar belakang antara pemain lokal dan diaspora ini seharusnya bisa menjadi ruang untuk saling memahami nilai dan kekuatan masing-masing.
“Dan saya merasak keberagaman adalah kekuatan terbesar kita,” kata John Herdman.
“Itu juga bisa menjadi kelemahan yang sangat besar jika kita memilih kelemahan. Begitu pun jika kita memilihnya sebagai kekuatan,” ucapnya.
Baca Juga: Winger Tajam Tim Australia Berdarah Medan Terbuka Bela Timnas Indonesia, John Herdman Tertarik?
“Keberagaman pemain lokal kita dengan para pemain diaspora dan bagaimana kita saling berbagi dan memahami latar belakang masing-masing, nilai mereka, kekuatan mereka.”
Mantan pelatih Timnas Kanada tersebut menegaskan agar seleluh elemen tim dan pendukung berhenti menciptakan kubu-kubu di dalam tubuh Timnas Indonesia.
John Herdman menegaskan bahwa sebenarnya musuh Timnas Indonesia ada di lapangan bukan rekan setim sendiri.
Untuk itu, ia berharap tak akan ada perpecahan di ruang ganti maupun media sosial terkait pemain lokal maupun diaspora.
Menurutnya semua pemain yang membela Timnas Indonesia tentu saja berjuang untuk tim Merah Putih.
Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, ia menekankan bahwa musuh skuad Garuda adalah lawan bukan rekan setim sendiri.
“Jadi, ini tentang kita melawan mereka (tim lawan), bukan kita melawan diri kita sendiri,” tegas John Herdman.
“Itu bagian dari proses dan butuh waktu, sehingga kita menghormati bahwa keragaman adalah kekuatan kita,” ungkapnya.
Pelatih yang pernah membawa Timnas Putri dan Putra Kanada lolos ke Piala Dunia tersebut mengakui bahwa memang butuh waktu untuk menyatukan perbedaan.
Apalagi menyatukan berbagai latar belakang budaya yang berbeda dalam satu visi permainan.
Ia mempercayai bahwa ini tentu butuh waktu dan tak akan didapatkan secara instan.
Namun, John Herdman mempercayai bahwa keberagaman akan benar-benar menjadi kekuatan saat semua pihak memilih menjadikan kekuatan.
Apalagi dengan dukungan penuh dari masyarakat Indonesia, tentu semua bakal berusaha memberikan yang terbaik buat tim Merah Putih.
“Dan dengan 280 juta orang di belakang kami, kita memiliki peluang sangat besar. Namun kami harus merangkulnya secara kolektif, nilai 280 juta orang, itulah bagian dari perjalanan ini,” jelas John Herdman.
“Sehingga keragaman akan menjadi kekuatan kita ketika kita memilih untuk menjadikan kekuatan kita.”
“Dan kepemimpinan saya akan membantu mereka memilih kekuatan,” tutur mantan pelatih Timnas Putri Selandia Baru.