0
News
    Home Berita Featured Liga Champions Liga Italia Napoli Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Juara Liga Italia tetapi Gagal ke Fase Gugur Liga Champions, Conte Ngotot Napoli Bukan Disingkirkan Chelsea - Bolasport

    7 min read

     

    Juara Liga Italia tetapi Gagal ke Fase Gugur Liga Champions, Conte Ngotot Napoli Bukan Disingkirkan Chelsea


    Antonio Conte gagal membawa Napoli lolos ke fase gugur Liga Champions setelah dikalahkan Chelsea 2-3, Rabu (28/1/2026) di Stadion Diego Armando Maradona. (ANDREAS SOLARO/AFP)

    BOLASPORT.COM - Pelatih NapoliAntonio Conte, bersikeras tim asuhannya tidak tersingkir dari Liga Champions gara-gara dikalahkan Chelsea.

    Berstatus juara Liga Italia, Napoli gagal melangkah ke fase knock-out Liga Champions.

    Dikalahkan Chelsea 2-3 di kandang sendiri pada matchday terakhir fase liga, Rabu (28/1/2026), I Partenopei hanya finis di peringkat 30 klasemen.

    Walhasil, Scott McTominay dkk. gagal lolos ke fase gugur yang hanya tersedia bagi tim-tim yang finis di 24 besar klasemen.

    Dalam jumpa pers usai pertandingan, Conte sebagai pelatih Napoli ngotot menyatakan bahwa tim asuhannya tidak tersingkir lantaran dikalahkan Chelsea.

    Conte lebih menyoroti hasil pertandingan-pertandingan sebelumnya di mana Napoli banyak membuang kesempatan.

    I Vesuviani memang tidak pernah berada di posisi yang nyaman di klasemen Liga Champions musim ini.

    Dari pertandingan pertama di mana mereka kalah 0-2 dari Man City, Napoli sudah berada di posisi ke-30.

    Baca Juga: Hasil Liga Champions - Joao Pedro Brace, Palmer 2 Assist, Chelsea Bikin Napoli Tersingkir

    Kemenangan 2-1 atas Sporting CP sempat mengangkat Napoli ke peringkat 19.

    Akan tetapi, mereka kemudian konsisten berada di posisi 20-an sejak matchday 3 menyusul kekalahan 2-6 dari PSV, imbang 0-0 melawan Eintracht Frankfurt, menang 2-0 atas Qarabag, dan takluk 0-2 dari Benfica.

    Masuk ke matchday 8, Napoli sudah berada di bibir jurang eliminasi karena hanya imbang 1-1 melawan Copenhagen di laga sebelumnya padahal rivalnya itu cuma bermain dengan 10 orang sejak menit ke-35.

    Hasil laga melawan Copenhagen itu yang disebut Conte sebagai faktor yang sebetulnya membuat Napoli tersingkir.

    "Ada kebanggaan besar dan rasa puas dari kekalahan melawan Chelsea ini," kata Conte kepada Sky Sport.

    "Walaupun separuh tim tidak bisa tampil karena cedera, kami bermain lebih bagus daripada Chelsea dan layak mendapatkan hasil lebih baik."

    "Saya bilang kepada para pemain bahwa satu-satunya kekecewaan adalah laga melawan Copenhagen, yang praktis memberikan kiamat bagi kami."

    "Hari ini kami terpaksa memperjuangkan kelolosan dengan menghadapi sebuah klub top."

    Baca Juga: Hasil Lengkap Liga Champions - Liverpool Pesta Setengah Lusin Gol, Real Madrid dan PSG Malah Terpeleset ke Play-off

    "Jangan lupa bahwa klub ini adalah juara dunia dan memiliki pemain-pemain hebat di bangku cadangan maupun di lapangan."

    "Saya bangga pada penampilan para pemain malam ini. Kami menekan mereka dan menciptakan peluang mencetak gol. Sangat disayangkan, kami pantas lolos ke play-off."

    Kapten Napoli, Giovanni Di Lorenzo, sepakat dengan pelatihnya.

    "Hasil yang menyakitkan tetapi kami tidak tersingkir karena pertandingan malam ini," ujarnya seperti dikutip dari Football Italia.

    "Kami membuat kesalahan-kesalahan pada banyak pertandingan sebelumnya."

    "Kami membuang terlalu banyak poin dan sekarang harus membayarnya."

    "Malam ini kami memainkan pertandingan yang sangat bagus, sayang hasilnya tidak sesuai."

    Rekor Antonio Conte di Liga Champions bertambah buruk gara-gara hasil ini.

    Baca Juga: Rekap Liga Champions - Inggris Dominan di 8 Besar, 6 Kampiun Masuk Play-off, 3 Tim Top Malah Tersingkir

    Dari 7 kali tampil di UCL sebagai pelatih, sudah 4 kali Conte gagal lolos ke fase knock-out.

    Eks pelatih Juventus, Inter Milan, dan Timnas Italia ini lanjut mengungkapkan apa perbedaan antara bermain di Eropa dengan Serie A.

    "Di Liga Champions, Anda sering mendapati tim-tim yang bermain terbuka. Ada intensitas yang membutuhkan kecepatan dan duel," katanya.

    "Bukan berarti Liga Champions kurang taktikal tetapi duel-duelnya lebih terbuka sehingga Anda perlu berlari lebih banyak untuk mempertahankan lapangan."

    "Di Italia, Anda sering mendapati lawan yang hanya menunggu di belakang sehingga Anda harus cakap dalam menemukan cara mencetak gol."

    "Tujuan saya dan tim adalah bermain dengan tempo yang tinggi."

    "Tetapi ingat, ada 13 pemain kami yang absen. Saya mencoba menyuntikkan mentalitas kepada pemain yang ada, mentalitas yang membantu kami memenangi scudetto dan Supercoppa."

    "Kami perlu tumbuh dan dengan lebih banyak pemain tersedia, masa depan tim ini bisa lebih baik," pungkasnya.

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

    Komentar
    Additional JS