Pandit Belanda: Maarten Paes ke Ajax Bukan untuk Jadi Kiper Nomor 1 - Bolasport
Pandit Belanda: Maarten Paes ke Ajax Bukan untuk Jadi Kiper Nomor 1
BOLASPORT.COM - Pemain timnas Indonesia, Maarten Paes, direkrut Ajax Amsterdam bukan untuk menjadi kiper nomor satu.
Hal tersebut diungkapkan pengamat sepak bola Belanda, Cristian Willaert, menyoal kepindahan Maarten Paes ke Ajax.
Menurut laporan media-media Negeri Kincir Angin dan pakar transfer Fabrizio Romano, Selasa (27/1/2026), klub raksasa Eredivisie itu sepakat menebusnya dari FC Dallas.
Paes didatangkan sebagai rekrutan di jendela transfer Januari 2026.
Kolektor 10 caps timnas Indonesia tersebut siap meneken kontrak permanen hingga Juni 2029 bersama De Godenzonen.
Voetbal Primeur melaporkan Ajax menebusnya dengan harga ekonomis dari klub peserta MLS, yakni 1 juta euro lebih.
Dari segi nominal transfer, Ajax dipuji melakukan perekrutan yang baik.
Selain masih muda untuk ukuran jenjang karier seorang kiper (27 tahun), Paes memiliki rekam jejak bagus di negara kelahirannya.
Pria asal Nijmegen itu pulang ke tempat dan kompetisi yang membesarkan karier sepak bolanya.
Paes merupakan alumni akademi NEC Nijmegen, mencuat bareng FC Utrecht, sekaligus berpengalaman mengawal gawang timnas Belanda di level junior.
Kemampuan dan pengalamannya di level internasional juga sudah teruji bersama timnas Indonesia.
Peran Direktur Ajax, Jordi Cruyff, dan asisten pelatih Denny Landzaat sangat kentara dalam transfer Paes mengingat mereka pernah menjalin kolaborasi di timnas Indonesia.
Namun, pemain yang neneknya lahir di Kediri itu diyakini Willaert bukan diproyeksikan sebagai kiper utama Ajax Amsterdam.
Benar kalau De Godenzonen bersiap melepas dua kiper mereka saat ini, Viteszlav Jaros dan Remko Pasveer.
Masa pinjam Jaros habis akhir musim ini dan dia bakal dikembalikan ke Liverpool.
Adapun Pasveer, 42 tahun, ingin segera menutup kariernya bersama Heracles Almelo.
Sementara itu, kiper jebolan akademi, Joeri Heerkens, masih membutuhkan jam terbang yang cukup untuk naik pangkat.
Meskipun demikian, dalam kondisi ini Ajax disebut cuma menyiapkan Paes sebagai kiper pelapis di masa depan.
Klub pemilik empat gelar Liga Champions itu masih mengincar penjaga gawang top untuk dijadikan opsi utama.
"Tidak diharapkan bahwa Paes akan menjadi kiper utama," kata Willaert, dikutip BolaSport.com dari ESPN.nl.
"Paes tidak masuk dalam susunan pemain utama FC Dallas belakangan ini. Pertandingan kompetitif terakhirnya adalah pada Juli tahun lalu."
"Dia memang sempat bermain dalam beberapa pertandingan bersama Indonesia, jadi dia tidak sepenuhnya kehilangan ritme."
"Saya pikir ini langkah yang mengejutkan dari Ajax. Di sisi lain, kita tahu bahwa Jaros akan hengkang pada akhir musim dan belum menegosiasikan opsi pembelian."
"Joeri adalah prospek yang bagus, tapi dia sedang kesulitan. Dari sudut pandang itu, tidak mengherankan jika Ajax mencari kiper tambahan."
Calon Kompetitor
"Saya tidak berpikir dia (Paes) akan menjadi kiper utama Ajax."
"Mereka akan melihatnya sebagai kiper cadangan berpengalaman, di belakang kiper utama yang masih perlu dibeli," ucap sang pandit ESPN.
Lantas, siapa kira-kira sosok penjaga gawang utama yang masih diburu Ajax Amsterdam untuk musim depan sebagai kompetitor Maarten Paes?
Kiper Barcelona yang dipinjamkan ke Girona, Marc-Andre ter Stegen, target idaman Ajax Amsterdam. (CESAR MANSO/AFP)Kalau ditarik beberapa bulan ke belakang, muncul kabar yang mengaitkan De Godenzonen dengan beberapa nama top.
Salah satunya adalah kiper timnas Kroasia, Dominik Livakovic, yang saat ini dipinjamkan Fenerbahce ke Girona.
Di kancah lokal, ada nama Kayne van Oevelen, kiper muda yang sedang meroket bersama Volendam.
Baca Juga: Maarten Paes Datang, Kiper Veteran Belanda Langsung Putuskan Hengkang dari Ajax
Selain itu, Ajax diberitakan memantau Brandon Nozawa (Antwerp) dan Tjak Ernst (Hertha Berlin).
Dari nama-nama kandidat yang beredar, figur idaman publik De Godenzonen sepertinya jatuh kepada sosok Marc-Andre ter Stegen.
Desember lalu, Ajax mencoba mendekati kiper timnas Jerman itu, tapi manuver mereka ditolak selain karena gaji Ter Stegen yang terlalu mahal bagi ukuran klub Belanda.
Mengingat statusnya kini sedang dipinggirkan Barca ke Girona, tidak mustahil Ter Stegen berubah pikiran demi menyelamatkan kariernya musim depan.