0
News
    Home Featured Kick Boxing SEA Games

    Icen Puas Jalankan Peran Pelatih Kickboxing SEA Games 2025, Target Medali Emas Belum Tercapai - Tribun-medan.

    8 min read

     

    Icen Puas Jalankan Peran Pelatih Kickboxing SEA Games 2025, Target Medali Emas Belum Tercapai - Tribun-medan.com

    Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi

    IST
    Pelatih Kickboxing asal Sumut, Sadarmawati Simbolon. Wanita yang akrab disapa Icen itu merasa puas menjalankan tugasnya sebagai pelatih Kickboxing Indonesia di SEA Games 2025. 

    TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Multievent olahraga SEA Games XXXIII Thailand 2025 menyisakan banyak cerita dan pengalaman berharga bagi para atlet maupun pelatih yang terlibat.

    Salah satunya dirasakan oleh Pelatih Kickboxing asal Sumatra Utara, Sadarmawati Simbolon, yang dipercaya menangani Tim Nasional Indonesia pada ajang olahraga se-Asia Tenggara tersebut.

    Pelatih yang akrab disapa Icen itu mengemban tanggung jawab membina delapan atlet kickboxing Indonesia dengan target meraih prestasi tertinggi.

    Dari perjuangan para atlet binaannya, kontingen Indonesia berhasil membawa pulang enam medali, yang terdiri dari satu emas, satu perak, dan empat perunggu.

    Meski capaian tersebut terbilang membanggakan, Icen menilai hasil itu masih menyisakan ruang untuk evaluasi.

    Ia berpandangan bahwa secara profesional, seluruh tugas kepelatihan telah dijalankan secara maksimal, mulai dari penyusunan program latihan, persiapan fisik dan mental atlet, hingga pendampingan selama pertandingan berlangsung.

    Namun dari sisi hasil akhir, ia mengakui belum sepenuhnya sesuai dengan target pribadi yang telah ditetapkan sebelumnya.

    Rekomendasi Untuk Anda
    PSMS Medan Sudah Punya 4 Pemain Baru dari Super League, Presiden Klub Jaga Kondusifitas Ruang Ganti

    Ia menjelaskan bahwa sejak awal dirinya menargetkan lebih dari satu medali emas.

    Namun dalam perjalanan menuju dan selama pelaksanaan SEA Games, muncul sejumlah kendala yang tidak dapat dihindari.

    Salah satunya adalah dinamika serta permasalahan di internal kepengurusan federasi yang secara tidak langsung berdampak pada konsentrasi dan kesiapan atlet saat bertanding.

    “Secara tugas saya merasa puas karena bisa menyelesaikan tanggung jawab dengan baik. Tetapi secara hasil memang masih di luar ekspektasi saya, karena target awal lebih dari satu emas,” ujar Icen kepada Tribun Medan, Minggu (4/1/2026).

    Menurutnya, berbagai permasalahan tersebut memunculkan gangguan, baik teknis maupun nonteknis, di arena pertandingan.

    Kendati demikian, ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian tugas yang dibebankan kepadanya tetap dapat diselesaikan dengan baik.

    Icen menilai bahwa program persiapan umum yang dirancang sejak awal tetap berjalan sesuai rencana.

    Tahapan latihan, pematangan teknik dan strategi, hingga pelaksanaan pertandingan di SEA Games dapat dijalankan dengan relatif lancar meski di tengah berbagai keterbatasan.

    “Adanya permasalahan di kepengurusan federasi sedikit banyak memang menimbulkan gangguan saat pertandingan. Namun secara keseluruhan, mulai dari persiapan umum, program latihan, hingga pelaksanaan pertandingan, semuanya dapat dijalankan dengan baik,” jelasnya.

    Usai SEA Games, fokus Icen bersama tim pelatih dan atlet tidak berhenti pada capaian tersebut. Ia mulai mengarahkan perhatian pada agenda pembinaan jangka panjang, khususnya persiapan tim Sumatra Utara menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang. 

    Dalam pandangannya, langkah krusial yang harus ditempuh adalah memastikan atlet-atlet binaannya mampu lolos pada ajang Pra-PON yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.

    Untuk mencapai target itu, proses seleksi atlet akan dilakukan secara berjenjang, dimulai dari ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Icen menyadari proses tersebut masih menyisakan banyak pekerjaan rumah, sehingga dibutuhkan fokus, konsistensi, serta keseriusan dalam menjalankan setiap tahapan persiapan.

    “Fokus kita sekarang adalah menyiapkan atlet agar bisa lolos Pra-PON. Proses seleksi akan dimulai dari Porprov, jadi masih banyak tugas yang harus dikerjakan,” katanya.

    Sebagai bentuk keseriusan, program latihan direncanakan kembali dimulai dalam waktu dekat. Icen menargetkan latihan sudah berjalan pada awal Januari dengan fokus utama pada persiapan Porprov dan Pra-PON, guna memperbesar peluang atlet Sumatra Utara tampil di PON.

    “Rencananya tanggal 8 ini kami sudah mulai latihan lagi sebagai persiapan menuju Porprov dan Pra-PON, dengan harapan lebih banyak atlet yang bisa lolos ke PON,” tambahnya.

    Terkait peningkatan kualitas kepelatihan, Icen mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari program pemusatan latihan, termasuk pengalaman berlatih ke luar negeri.

    Ia menilai bahwa secara prinsip dasar, ilmu kepelatihan relatif sama di berbagai negara, namun pemusatan latihan internasional memberikan perspektif tambahan, baik dari sisi manajemen organisasi olahraga maupun penerapan teknik dan taktik di lapangan.

    “Ilmunya sebenarnya hampir sama, tetapi saat pemusatan latihan ke luar negeri kita mendapat banyak pengalaman baru, baik dari sisi organisasi federasi maupun teknik dan taktik di lapangan,” ungkapnya.

    Ke depan, ia berharap pengembangan pola permainan kickboxing dapat terus dilakukan, sembari tetap berfokus pada target utama menuju PON.

    Terkait peluang kickboxing tampil di Asian Games, Icen mengaku belum mendapatkan kepastian, mengingat pada edisi sebelumnya cabang olahraga tersebut belum dipertandingkan.

    Meski demikian, ia menyatakan kesiapan untuk tetap mengabdi di dunia olahraga, khususnya cabang beladiri.

    Icen membuka peluang untuk terlibat di cabang lain seperti tinju apabila diberikan kepercayaan, selama masih dapat berkontribusi bagi prestasi Indonesia.

    “Saya belum tahu apakah kickboxing akan masuk Asian Games. Kalau tidak masuk, mudah-mudahan ada cabang olahraga lain yang bisa memanfaatkan kemampuan saya. Selama masih di beladiri, saya siap ditempatkan di mana pun,” ujarnya.

    Menatap tahun 2026, Icen berharap pembinaan atlet beladiri di Indonesia, khususnya di Sumatra Utara, dapat berjalan lebih baik dan kondusif.

    Ia ingin mencetak lebih banyak atlet berprestasi, mengembangkan R12 Fighting Camp, serta melihat kondisi federasi olahraga semakin solid dan minim konflik internal. 

    Dengan situasi yang lebih stabil, ia optimistis prestasi atlet beladiri Indonesia dapat terus meningkat dan bersaing di level nasional maupun internasional.

    “Harapan saya di tahun 2026 bisa mencetak atlet-atlet yang lebih berprestasi, mengembangkan R12 Fighting Camp, dan semoga kondisi federasi olahraga semakin kondusif. Mudah-mudahan prestasi atlet beladiri kita bisa semakin melejit,” pungkasnya.

    (Cr29/Tribun-Medan.com)

    Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

    Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

    Berita viral lainnya di Tribun Medan

    Komentar
    Additional JS