Darren Fletcher Dinanti Rekor Unik Caretaker MU: Akankah Tradisi Berlanjut di Old Trafford? - Liputan6
Darren Fletcher Dinanti Rekor Unik Caretaker MU: Akankah Tradisi Berlanjut di Old Trafford?
Darren Fletcher resmi jadi manajer sementara Manchester United. Simak rekor unik para pelatih interim Setan Merah yang selalu tampil gemilang di Old Trafford.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5283123/original/091537200_1752523713-000_9UA7UB.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Manchester United kini kembali memasuki masa transisi baru menyusul keputusan klub memecat manajer mereka. Ruben Amorim secara resmi diberhentikan pada Senin (5/1) pagi waktu setempat, mengakhiri masa kepemimpinannya yang penuh dengan dinamika. Darren Fletcher pun ditunjuk sebagai pengganti.
Selama menangani Setan Merah, Amorim tercatat telah mendampingi tim dalam 63 pertandingan namun gagal membangun konsistensi performa. Ia meninggalkan klub dengan catatan 24 kemenangan, 18 hasil imbang, dan 21 kekalahan, dengan persentase kemenangan hanya 38,1 persen.
Penunjukan Darren Fletcher sebagai manajer interim segera memantik rasa optimisme di kalangan pendukung klub. Dalam sejarah klub pasca-era Sir Alex Ferguson, posisi pelatih sementara memang memiliki makna dan catatan yang cukup istimewa.
Seluruh manajer caretaker di Old Trafford diketahui selalu berasal dari barisan mantan pemain mereka sendiri. Uniknya, para pelatih sementara ini hampir selalu mampu memberikan hasil yang memuaskan dalam waktu yang sangat singkat.
Rekam Jejak Manis Para Caretaker MU
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4376848/original/048420100_1680147630-000_336N2QD.jpg)
Ryan Giggs menjadi sosok pertama yang menjadi caretaker setelah klub memecat David Moyes pada musim 2013/2014. Dalam empat laga kepemimpinannya, Giggs berhasil mempersembahkan dua kemenangan, satu hasil seri, dan satu kekalahan bagi publik Manchester.
Meskipun statistiknya tidak terlalu mencolok, kehadiran Giggs terbukti ampuh menstabilkan kondisi klub yang saat itu sedang dilanda kekacauan internal. Giggs seolah membuktikan bahwa ikatan emosional yang kuat dengan klub mampu memberikan dampak positif secara instan.
Pada musim 2020/2021, giliran Michael Carrick yang mencatatkan namanya dalam buku sejarah kepelatihan sementara Setan Merah. Setelah Ole Gunnar Solskjaer didepak, Carrick memimpin Manchester United dalam tiga laga dengan hasil dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Carrick sukses membawa tim menumbangkan Arsenal serta Villarreal, dan berhasil menahan imbang Chelsea di kompetisi domestik. Ia pun meninggalkan kursi kepelatihan dengan rekor tidak terkalahkan meski tidak pernah mendapatkan status manajer permanen.
Darren Fletcher dan Harapan Baru Old Trafford
Kisah sukses pelatih sementara berlanjut pada musim 2023/2024 melalui tangan dingin Ruud van Nistelrooy. Ia mendampingi tim dalam empat pertandingan usai pemecatan Erik ten Hag dengan meraih catatan gemilang berupa tiga kemenangan dan satu hasil imbang.
Di bawah arahannya, lini serang United tampil sangat tajam dengan mencetak total 11 gol dan hanya mengalami kebobolan sebanyak tiga kali saja. Ketajaman ofensif dan kokohnya lini belakang seakan kembali hidup di tangan mantan penyerang legendaris tersebut.
Kini, tanggung jawab besar itu berpindah ke pundak Darren Fletcher untuk mengawal performa tim di masa transisi ini. Mantan gelandang asal Skotlandia tersebut sebelumnya telah aktif melatih tim U-18 Manchester United sejak awal musim 2025/2026.
Kesuksesan para pendahulunya diharapkan menjadi modal psikologis sekaligus motivasi tambahan bagi Fletcher untuk segera memberikan hasil nyata.
Sejarah membuktikan bahwa peran caretaker di klub ini sering kali menjadi peluang emas untuk membangkitkan kembali kepercayaan di Old Trafford.