0
News
    Home ASEAN Para Games Berita Featured Spesial

    ASEAN Para Games - Indonesia Kunci Peringkat 2, Lampaui Target dengan Borong 135 Medali Emas - Bolasport

    8 min read

     

    ASEAN Para Games - Indonesia Kunci Peringkat 2, Lampaui Target dengan Borong 135 Medali Emas


    Atlet para catur Indonesia, Aisah Wijayanti Putri Brahmana, meraih medali emas di ASEAN Para Games 2025 di Thailand, Minggu (25/1/2026). (NPC INDONESIA/AGUNG WAHYUDI)

    BOLASPORT.COM - Kontingen Indonesia berhasil memastikan posisi di peringkat kedua klasemen akhir ASEAN Para Games 2025 di Thailand, Minggu (25/1/2026).

    Pencapaian tersebut didapatkan setelah target medali berhasil dilampaui dengan raihan 135 emas, 143 perak dan 114 perunggu.

    Indonesia berada di antara Malaysia selaku peringkat ketiga (64 emas, 64 perak, 73 perunggu) dan Thailand (175 emas, 155 perak, 156 perunggu) sebagai juara umumnya.

    Pasukan Merah Putih berangkat ke Thailand dengan target menempati posisi tiga besar. Ini lebih rendah dari pencapaian juara umum di tiga edisi terakhir.

    Namun, target tersebut realistis mengingat hilangnya sejumlah nomor andalan Indonesia karena keputusan tuan rumah hingga pengunduran diri Kamboja.

    Pasukan yang dipimpin Reda Manthovani awalnya 'hanya' dibebani target 82 emas, 77 perak dan 77 perunggu.

    Namun dalam perjuangan selama sepekan terakhir, para atlet-atlet paralimpiade Indonesia jauh melebihi harapan.

    Catatan perolehan kontingen Indonesia semakin bertambah pada hari terakhir seiring raihan tim para catur Indonesia menambah pundi-pundi medalinya.

    Total 9 emas, 22 perak, dan 7 perunggu didapat dalam sejumlah partai final catur di Auditorium Nakhon Ratchasima Rajabhat University, Minggu (25/1/2026).

    Baca Juga: ASEAN Para Games 2025 - 7 Emas Jadi Hadiah Jendi Pangabean bagi Indonesia dan Keluarga yang Telah Berkorban

    Salah satu atlet yang menyumbangkan medali terbanyak dari cabor andalan Indonesia ini ialah Aisah Wijayanti Putri Brahmana.

    Untuk edisi kali ini, Putri berhasil merengkuh tiga emas, satu perak, dan satu perunggu.

    Padahal, awalnya ia hanya membidik dua emas di ajang ini. Pada edisi sebelumnya di Kamboja, ia hanya membawa pulang dua emas, satu perak, dan satu perunggu.

    Atlet Indonesia Aisah Putri Wijayanti Brahmana dalam pertandingan nomor catur kilat ASEAN Para Games 2025 di Hall Nakhon Ratchasima Rajabhat University, Nakhon Ratchasima, Thailand, Minggu (25/01/2026). Tim Indonesia berhasil meraih 9 medali emas, 22 perak dan 7 perunggu di cabir para catur. Atlet Indonesia Aisah Putri Wijayanti Brahmana dalam pertandingan nomor catur kilat ASEAN Para Games 2025 di Hall Nakhon Ratchasima Rajabhat University, Nakhon Ratchasima, Thailand, Minggu (25/01/2026). Tim Indonesia berhasil meraih 9 medali emas, 22 perak dan 7 perunggu di cabir para catur. (NPC INDONESIA/AGUNG WAHYUDI)

    "Awalnya, cukup sulit untuk mengalahkan lawan-lawan di cabor para catur ini. Apalagi, saya dan teman-teman sempat kesulitan mendapatkan emas. Kami hanya bisa mendapatkan satu emas."

    "Namun, karena berjuang dan berusaha, Alhamdulillah akhirnya kami bisa mendapatkan emas dari nomor cepat dan kilat," kata Putri melalui siaran pers dari NPC Indonesia.

    Putri memang harus melewati perjalanan yang tak ringan untuk bisa mempersembahkan prestasi membanggakan di ajang ini.

    Sebab, selama masa persiapan, ia harus meninggalkan buah hatinya yang baru lahir pada Agustus 2025 lalu.

    "Selama Pelatnas, saya harus menitipkan anak saya ke orang tua. Oleh karena itu, saya ingin mempersembahkan catatan medali ini untuk anak saya."

    "Rasanya sangat sedih meninggalkan anak yang baru lahir. Namun, demi Indonesia, saya harus berjuang," kata dia.

    Pelatih para catur Indonesia, Tedy Wiharto, mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi anak asuhnya selama ASEAN Para Games 2025 ini.

    Menurut dia, sejumlah negara kuat di cabor para catur membuktikan kesiapannya untuk bersaing memperebutkan medali.

    "Dari evaluasi kami, para atlet dari Vietnam dan Filipina menjadi pesaing terberat kami di ASEAN Para Games 2025."

    "Mereka terlihat lebih siap dan sudah semakin berkembang. Saya mengapresiasi atlet kami yang sudah berjuang keras," kata Tedy.

    Tedy berharap, anak asuhnya bisa menjaga konsistensi dalam berlatih karena ada ajang-ajang single-event yang akan dihadapi setelah ASEAN Para Games 2025 ini.

    Selain itu, Tedy juga menyelipkan apresiasi untuk sejumlah pihak yang mendukung anak asuhnya selama masa persiapan.

    "Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk seluruh masyarakat Indonesia atas dukungan dan doanya."

    "Selain itu, kami juga menyampaikan apresiasi kepada Kemenpora, NPC, tim CdM yang sudah mendukung kami di ASEAN Para Games ini," ujar dia.

    Adapun beberapa cabang olahraga lain yang sukses melampaui catatan target juga memuaskan.

    Para atletik, misalnya, berhasil mempersembahkan 44 emas, 39 perak, dan 23 perunggu sekaligus menjadi penyumbang medali terbanyak.

    Selanjutnya ada cabor para renang yang menghasilkan 29 emas, 37 perak, dan 20 perunggu. Jendi Pangabean paling sukses di kontingen Indonesia setelah memborong 7 emas.

    Selain itu, cabor para bulu tangkis juga melampaui target setelah sukses membawa pulang 12 emas, 9 perak, dan 7 perunggu.

    Sedangkan para angkat berat mendulang 9 emas dan 4 perak.

    Adapun para judo menjadi satu-satunya cabor yang menyapu bersih semua nomor setelah menghasilkan 7 emas, 3 perak, dan 1 perunggu.

    Menurut rencana, kontingen Indonesia akan pulang ke Tanah Air pada hari Selasa (27/1/2026) dalam dua kloter.

    Mereka akan pulang menggunakan pesawat carter melalui penerbangan langsung dari Bandara Internasional Suvarnabhumi di Bangkok menuju Bandara Adi Soemarmo di Jawa Tengah.

    Baca Juga: Indonesia Rajai Panahan pada ASEAN Para Games 2025, All Indonesian Final Tercipta

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

    Komentar
    Additional JS