Yamaha Tantang 'Rezim Tangan Besi' dengan Lewatkan MotoGP Qatar, 19 Pembalap Enggan karena Potensi Perang - Semua Halaman - Bolasport.
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 1 November 2026 | 18:51 WIB
Motor Fabio Quartararo terparkir di garasi tim Monster Energy Yamaha di Sirkuit Mandalika, Lombok, Sabtu (10/10/2026). (WAHID FAHRUR ANNAS/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Polemik mengenai perhelatan MotoGP Qatar 2026 memasuki babak baru setelah Yamaha mengumumkan untuk menarik partisipasi mereka. Sanksi menanti Pabrikan Garpu Tala.
Yamaha menjadi pabrikan pertama yang mengambil sikap secara tegas untuk absen dari seri ke-20 MotoGP Qatar pekan depan.
Minggu (1/11/2026), Yamaha menyatakan bahwa mereka tidak menemukan alasan yang cukup untuk keluar dari aturan pembatasan perjalanan yang diterapkan sebagai perusahaan.
Artinya, tidak akan Fabio Quartararo dan Alex Rins (Monster Energy Yamaha) serta Jack Miller dan Augusto Fernandez yang menggantikan Toprak Razgatlioglu (Prima Pramac Yamaha).
"Oleh karena itu, Yamaha telah memberitahukan kepada MotoGP Group mengenai keputusannya untuk tidak berpartisipasi dalam Grand Prix Qatar 2026," tulis Yamaha.
"Keputusan ini mencerminkan penilaian Yamaha terhadap informasi yang tersedia dan tidak terkait dengan langkah-langkah yang diterapkan oleh MotoGP Group maupun penyelenggara acara."
"Yamaha tetap berkomitmen penuh terhadap MotoGP dan menantikan kembalinya ke ajang balapan pada Grand Prix Portugal."
Baca Juga: Klasemen MotoGP 2026 - Marquez Jauhi Martin yang Absen, Kunci Titel Juara Dunia di Qatar?
Yamaha sebenarnya bukan satu-satunya yang enggan balapan di Qatar.
Sejumlah media olahraga balap luar mengabarkan kekhawatiran dari penghuni paddock (termasuk mekanik) karena potensi pecahnya perang.
Amerika Serikat telah mengancam akan menyerang Iran setelah Pemilu Sela di negaranya pada 3 November, atau tiga hari sebelum sesi latihan bebas pertama GP Qatar.
Di sisi lain, Qatar merupakan wilayah strategis AS di Timur Tengah dan telah menjadi salah satu target rudal Iran dalam eskalasi yang timbul awal tahun ini.
Pangkalan Udara Militer AS di Al Udeid berjarak sekitar 66km dari Qatar dengan perjalanan darat dari Sirkuit Lusail yang menjadi arena MotoGP Qatar.
Sejak pekan lalu di Phillip Island, para pembalap MotoGP telah berkumpul untuk membahas sikap. Teras kantor Yamaha di Sepang menjadi sanksi dalam pertemuan terkini.
MotoGP Group lantas mengambil tindakan. Ancaman skors dari dua balapan terakhir di Portugal dan Valencia diberikan bagi pembalap yang nekat absen.
Hanya Alex Marquez (BK8 Gresini Racing) yang terang-terangan berniat melewatkan balapan di Qatar dengan alasan medis untuk melepas plat yang menggangu bahunya.
Baca Juga: Kontroversi MotoGP Paksa Pembalap Tampil di Qatar, Marc Marquez Disuruh Pilih Nyawa atau Juara
"Saya tidak mau berangkat. Ada 19 orang di antara kami yang tidak ingin pergi ke sana," ucap Jack Miller, dilansir dari Crash.net.
"Saya rasa kami seharusnya tidak berlomba seperti ini. Kami telah menyampaikan pendapat kami dengan jelas tentang itu."
Mengutip dari GPone.com, mayoritas pembalap menandatangani surat pernyataan sikap dalam pertemuan antara penyelenggara dan tim pada siang tadi.
"Kita akan melihat keputusannya nanti seperti apa. Sebagai pembalap, kami bersatu dan memberi upaya terbaik, dan menekan sebaik mungkin dengan apa yang kami punya."
"Ini bukan cuma kami para pembalap, tetapi juga orang-orang lain di kejuaraan ini. Kita berbicara dengan 50 persen orang di paddock, tidak ada yang mau ke sana," tukas Miller.
MotoGP Group telah memberikan respons terhadap keputusan Yamaha. Ancaman sanksi olahraga turut disampaikan di samping kekecewaan.
"MotoGP merasa kecewa dengan keputusan Yamaha untuk tidak berpartisipasi dalam Grand Prix Qatar," demikian pernyatan MotoGP Group.
"Meskipun kami menyadari bahwa tim tersebut terikat pada kebijakan perusahaan yang lebih luas yang membatasi perjalanan ke Timur Tengah, kami tidak percaya bahwa keputusan ini mencerminkan jaminan yang telah diberikan secara menyeluruh kepada semua pemangku kepentingan kejuaraan."
"Setelah berkonsultasi dengan Negara Qatar, Sirkuit Internasional Lusail, penasihat keselamatan independen, dan proses penilaian risiko berkelanjutan MotoGP sendiri, MotoGP belum menerima informasi apa pun yang dapat menjadi dasar untuk mengubah rencana acara saat ini."
"Kami telah menyampaikan posisi tersebut, beserta informasi terbaru yang tersedia, kepada semua Pabrikan dan Tim hari ini, dan menyambut baik konfirmasi dari sisa peserta balapan bahwa mereka akan berkompetisi di Qatar; kami mengucapkan terima kasih atas komitmen tersebut."
"Selain implikasi kontraktual dari keputusan Yamaha terhadap perjanjiannya dengan MotoGP dan IRTA, ketidakikutsertaan Yamaha juga memiliki implikasi olahraga, di mana konsekuensi olahraga apa pun akan ditangani oleh FIM sesuai dengan peraturan Kejuaraan."
Perwakilan Yamaha di Lusail kemungkinan hanya skuad mereka di Moto2, yakni Alberto Ferrandez dan Izan Guevara dari Tim BLU CRU Pramac Yamaha.
Guevara sedang memperebutkan gelar juara.
Calon pembalap Pramac Yamaha di MotoGP tahun depan ini terpaut 3,5 poin saja dari pemuncak klasemen, Manuel Gonzalez (Liqui Moly Dynavolt Intact GP).
Sebagai informasi, walau proyeknya diurus oleh Yamaha, motor balap yang dipakai bukan made in Iwata, karena regulasi penyegaraman spesifikasi dengan mesin Triumph.