Persib ke 16 Besar ACL 2 dengan Rekor Sempurna, di Luar Dugaan Igor Tolic - Kompas
KOMPAS.com - Persib Bandung resmi mengamankan tiket menuju babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2026-2027 usai menundukkan raksasa Australia, Melbourne Victory.
Hasil Melbourne Victory vs Persib Bandung berakhir dengan skor 1-2 pada Rabu (4/11/2026) di Stadion Melbourne Rectangular.
Kemenangan tersebut memastikan langkah Persib ke fase gugur secara lebih dini. Maung Bandung lolos dengan torehan sempurna, 12 poin dari empat pertandingan.
Gawang Persib sempat kebobolan lebih dulu akibat kesalahan kiper Fitrah Maulana yang berujung gol bunuh diri Julio Cesar pada menit ke-71.
Detik-detik Perpisahan Lionel Messi dengan Argentina
Namun, improvisasi taktik brilian dari pelatih kepala, Igor Tolic, mengantar Persib membalikkan keadaan.
Baca juga: Persib Bekuk Melbourne Victory, Pengamat Harap Kualitas Tertular ke Timnas Indonesia
Keputusan Tolic memasukkan amunisi segar dari bangku cadangan terbukti jitu. Kolaborasi Mariano Peralta, Ragnar Oratmangoen, dan Luka Menalo berbuah gol penyama kedudukan.
Sepakan Menalo pada menit ke-85 mengubah skor jadi 1-1. Gol penentu kemenangan Persib lalu datang dari sontekan Balsa Sekulic pada menit ke-90.
Menanggapi keberhasilan menyegel tiket fase gugur secepat ini, Igor Tolic mengakui bahwa capaian tersebut berada di luar ekspektasi awalnya.
Berangkat dari kerja keras dan suasana ruang ganti yang solid, armada Maung Bandung mampu melampaui berbagai rintangan berat di panggung Asia.
"Bagi saya pribadi, pencapaian ini benar-benar di luar dugaan. Kami bekerja sangat keras dan berusaha membangun atmosfer yang tepat bersama pemain yang tepat pula,” ungkap Igor Tolic.
Baca juga: Persib Libas Melbourne Victory, Buah Improvisasi Taktik Igor Tolic
Status Tim Non-unggulan

Lihat Foto
Pelatih 48 tahun ini mengenang bagaimana perjalanan timnya dirintis dari status non-unggulan sejak laga pembuka di Korea Selatan, hingga akhirnya mampu mengumpulkan poin demi poin secara konsisten.
“Kami saling menghormati dan menatap laga demi laga. Saat bertandang ke Seoul kami bukan unggulan, tetapi kami beruntung karena mereka memainkan skuad pelapis sehingga kami bisa meraih kemenangan awal,” paparnya.
“Kemudian kami bertahan dengan sangat terorganisasi melawan tim Vietnam dan pada pertemuan pertama melawan Victory di Bandung. Poin demi poin berhasil kami kumpulkan,” urai pelatih asal Kroasia ini.
Baca juga: Persib Comeback di Markas Melbourne Victory, Pengamat Sebut Kejeniusan Igor Tolic Jadi Kunci
Diwarnai Keputusan Berisiko
Situasi klasemen yang menguntungkan jelang melawan Melbourne Victory diakui Tolic membuat Persib tampil tenang tanpa beban wajib menang.
Situasi itu memberi ruang bagi Tolic untuk mengambil perjudian ofensif saat tim tertinggal, yang akhirnya berbuah manis lewat dua gol di pengujung duel.
“Di laga ini kami tidak dalam tekanan wajib menang, hasil imbang sudah cukup, sehingga kami bisa mengatur jalannya laga. Saat tertinggal, kami mengambil risiko menyerang dan akhirnya menang,” papar Tolic.
“Di awal kami hanyalah tim underdog, namun kualitas tim lain di grup ini sangat tangguh. Kami sudah tidak sabar untuk bertarung di babak berikutnya," pungkasnya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Rekam Jejak John Herdman, Pelatih yang Bawa Indonesia Raih Trofi FIFA ASEAN Cup 2026
