Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Panjat Tebing SEA Games Spesial

    Panjat Tebing Absen di SEA Games 2027, Federasi Buka Suara - Kompas

    5 min read

     


    KOMPAS.com - Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) buka suara perihal dihapusnya cabang olahraga panjat tebing di SEA Games 2027 Malaysia.

    Sekretaris Umum PP FPTI Wahyu Pristiawan Buntoro menyebut penghapusan ini membuat Indonesia kehilangan salah satu fase penempaan atlet muda untuk naik ke level lebih tinggi.

    Southeast Asian Games Federation (SEAGF) telah menetapkan daftar final cabang olahraga dan nomor pertandingan yang akan dipertandingkan pada SEA Games ke-34 2027 Malaysia.

    Multievent level Asia Tenggara itu bakal mempertandingkan sebanyak 43 cabang olahraga (cabor) dengan 473 nomor pertandingan.

    INSIDE | BERAKHIR! | Atlético de Madrid 4 - 0 Real Sociedad

    Sayangnya, sejumlah cabang olahraga yang selama ini menjadi andalan Indonesia dalam mendulang medali, termasuk panjat tebing, dayung, voli pantai, serta nomor beregu putra dan putri bulutangkis, tidak masuk dalam program pertandingan yang telah diputuskan. 

    Baca juga: Skor Man United Vs AS Roma 3-2, Schmeichel Puji Kontribusi Tielemans

    Cabor lain yang tidak dipertandingkan di SEA Games 2027 yakni gulat, catur, jujitsu, kickboxing, bola tangan dan triathlon. 

    Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, terutama Indonesia.

    Sebab,  Indonesia selalu tampil maksimal dalam dua gelaran SEA Games yang mempertandingkan panjat tebin.

    Baca juga: UNY Raih Gelar Dobel di Campus League Futsal Regional Yogyakarta

    Pada edisi 2011 saat digelar di Jakarta-Palembang, Indonesia berhasil meraup sembilan medali emas dari 10 nomor yang dilombakan. 

    Sedangkan pada SEA Games 2025 Thailand, Indonesia menyabet 4 medali emas dari enam nomor perlombaan.

    Yang lebih mengagumkan, medali emas yang didapat tim panjat tebing Indonesia pada ajang SEA Games 2025 diraih oleh atlet-atlet muda. 

    Ardana Cikal Damarwulan dan Alma Ariella Tsany yang meraih medali emas nomor lead putra dan putri masih masuk dalam kelompok umur U17. 

    Baca juga: Arema FC Pesta Gol, Hanif Sjahbandi Jadikan Comeback sebagai Awal Perjuangan

    Pun, dengan Antasyafi Robby Al Hilmi dan Puja Lestari yang menyabet emas nomor speed perorangan putra dan putri juga masih masuk dalam kelompok umur U19.

    Bagi PP FPTI, SEA Games sejatinya merupakan ajang unjuk kekuatan atlet muda untuk bersiap melanjutkan tonggak prestasi yang diraih para seniornya di Asian Games serta Olimpiade. 

    Kehilangan Potensi Medali Emas

    Atas kondisi tersebut, Sekretaris Umum PP FPTI, Wahyu Pristiawan Buntoro, menyatakan Indonesia dipastikan kehilangan potensi medali emas di ajang SEA Games menyusul absennya cabang olahraga panjat tebing.

    "Ini bukan soal untung rugi bagi panjat tebing, yang pasti perolehan medali Indonesia akan berkurang tanpa cabor panjat tebing di SEA Games 2027," ujar Pristiawan dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2026).

    Pristiawan menambahkan bahwa panjat tebing masih menjadi salah satu olahraga yang konsisten untuk menyumbangkan prestasi bahkan hingga level Olimpiade.

    Baca juga: Persela Bekuk Persijap 2-0, Bima Sakti Puji Kerja Keras Pemain

    Terbaru, panjat tebing meraih satu medali emas dari Desak Made Rita Kusuma Dewi di nomor speed perorangan putri di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

    Sedangkan, di Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo menyabet emas di nomor speed perorangan putra.

    Selain nomor speed, nomor lead juga mulai mengancam negara-negara yang selama ini dianggap raksasa. 

    Baca juga: Bonus Miliaran bagi Para Juara Asian Games dan Arah Baru Pembinaan Atlet Indonesia

    Keberhasilan Putra Tri Ramadani alias Srondeng menduduki peringkat dua World Climbing Series 2026 adalah bukti yang tidak terbantahkan. 

    Oleh karena itu, dengan dihapusnya cabor panjat tebing dari SEA Games 2027 Malaysia, Indonesia bukan hanya kehilangan medali emas, tetapi juga kehilangan salah satu fase penempaan atlet muda untuk naik ke level yang lebih tinggi yakni Asian Games dan Olimpiade.  

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    HIGHLIGHTS | LaLiga 24-25 Jornada 35 | Atlético de Madrid 4 - 0 Real Sociedad

    Komentar
    Additional JS