MotoGP Qatar Tetap Digelar 6–8 November, Pebalap Minta Jaminan Keamanan - Kontan

KONTAN.CO.ID - MotoGP memastikan Grand Prix (GP) Qatar tetap dijadwalkan berlangsung pada 6–8 November 2026, meski sejumlah pebalap meminta jaminan keamanan tambahan sebelum melakukan perjalanan ke negara Teluk tersebut.
Penyelenggara MotoGP menyatakan telah memberikan berbagai jaminan keamanan kepada tim dan pebalap berdasarkan informasi dari pemerintah Qatar, pengelola sirkuit, serta hasil penilaian risiko yang terus diperbarui.
"Kami sepenuhnya menghormati kekhawatiran yang disampaikan dan menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas bagi semua pihak yang terlibat," kata juru bicara MotoGP, Sabtu (31/10/2026), seperti dikutip Reuters.
Baca Juga: China Intensifkan Patroli di Perairan Taiwan, Taipei Soroti Ancaman Blokade
Balapan di Lusail International Circuit tersebut semula dijadwalkan berlangsung pada April 2026. Namun, jadwalnya ditunda menjadi 6–8 November 2026 akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Meski demikian, penyelenggara menilai tuntutan untuk menciptakan lingkungan tanpa risiko sama sekali sulit dipenuhi.
Menurut MotoGP, kondisi tanpa risiko tidak realistis untuk dijamin oleh pemerintah maupun penyelenggara acara di negara mana pun.
Dalam beberapa bulan terakhir, MotoGP mengaku terus berdialog dengan tim dan pebalap. Penyelenggara juga menyampaikan informasi terbaru, memberikan akses terhadap dokumen, serta menjawab berbagai pertanyaan secara terbuka.
Wakil CEO MotoGP Carlos Ezpeleta bahkan telah mengunjungi Qatar pada Kamis. Presiden Lusail International Circuit Abdulrahman Al-Mannai menyatakan pihaknya siap menyambut pebalap, tim, dan penggemar untuk seri ke-20 musim ini.
Baca Juga: Ekspor Korea Selatan Melonjak 93,7% pada Oktober, Tertinggi Sejak 1974
Namun, kekhawatiran keamanan masih muncul. Kedutaan Besar Spanyol di Qatar telah mengeluarkan imbauan agar warga negaranya tidak bepergian ke Qatar kecuali untuk keperluan yang benar-benar mendesak.
Hal ini menjadi perhatian karena pebalap asal Spanyol merupakan kelompok terbesar di grid MotoGP, termasuk juara dunia Marc Marquez.
Sumber yang mengetahui langsung persoalan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Qatar telah memberikan jaminan kepada tim bahwa mereka tidak akan terjebak di negara tersebut jika konflik meningkat.
Tim juga dijamin dapat meninggalkan Qatar dengan aman sebelum dua seri terakhir musim ini di Portugal dan Spanyol pada November.
Marc Marquez disebut menjadi salah satu pebalap yang meminta jaminan keamanan tambahan. Meski demikian, ia belum menyampaikan sikap secara terbuka terkait rencana keberangkatannya ke Qatar.
Baca Juga: Liverpool vs Arsenal: The Reds Punya Rekor Buruk dalam 8 Pertemuan Terakhir
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi membela Marquez dari kritik yang menyebut pebalap Spanyol itu enggan tampil di Qatar.
Menurut Tardozzi, Marquez hanya meminta adanya rencana keselamatan yang jelas, termasuk prosedur evakuasi jika terjadi eskalasi konflik.
"Marc hanya meminta, seperti banyak pebalap lainnya, rencana keselamatan dari penyelenggara. Tidak lebih dan tidak kurang. Dia tidak mengatakan, 'Saya tidak mau pergi'," ujar Tardozzi kepada Sky Sport.
Tardozzi menambahkan, Ducati tetap akan berangkat ke Qatar apabila persyaratan keselamatan yang diperlukan telah dipenuhi.
Sementara itu, Aprilia juga berharap balapan di Qatar dapat berlangsung sesuai jadwal. Direktur teknis Aprilia Fabiano Sterlacchini mengatakan timnya ingin segera mengalihkan perhatian ke seri berikutnya dan melanjutkan persaingan hingga akhir musim.
Pebalap Aprilia Jorge Martin saat ini berada di posisi kedua klasemen sementara di bawah Marquez. Martin sebelumnya mundur dari GP Malaysia akibat cedera pergelangan tangan.
Hingga kini, belum ada keputusan mengenai sanksi olahraga apabila tim atau pebalap memilih tidak berpartisipasi dalam GP Qatar.
Baca Juga: AC Milan Menangkan Derby della Madonnina 3-1, AS Roma Pesta Gol ke Gawang Udinese