Momen Veda Eda Makan Belalang Goreng Usai Finis, Quiles Terkejut - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com – Ada cara unik yang dilakukan pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, untuk merayakan keberhasilannya meraih podium kedua Moto3 GP Malaysia 2026.
Bukan dengan sampanye atau selebrasi biasa, Veda justru mengeluarkan camilan khas kampung halamannya, yakni belalang goreng atau dikenal dengan sebutan walang goreng.
Momen menarik itu terjadi sesaat setelah balapan berakhir di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Minggu (1/11/2026). Ketika berada di area parc ferme, Veda mengeluarkan sebuah kotak transparan yang berisi belalang goreng.
Baca juga: Hasil Moto3 GP Malaysia 2026, Veda Ega Pratama Sukses Podium Dua
Dengan penuh percaya diri, pebalap Indonesia tersebut menikmati camilan khas Gunungkidul, Yogyakarta, itu sebagai bagian dari perayaan keberhasilannya mengamankan posisi runner-up.
Veda Ega Pole Position! Pebalap Indonesia Pertama Raih Start Terdepan Moto3
Aksi Veda sontak mencuri perhatian. Selebrasi sederhana tetapi tidak biasa tersebut menjadi salah satu momen paling menarik setelah balapan Moto3 Malaysia 2026.
Tawari Maximo Quiles
Keseruan tidak berhenti ketika Veda mulai menyantap walang goreng. Ia juga sempat menawarkan camilan tersebut kepada Maximo Quiles, pebalap yang berhasil keluar sebagai pemenang Moto3 GP Malaysia 2026.
Namun, respons Quiles justru mengundang gelak tawa. Pebalap asal Spanyol itu tampak terkejut ketika ditawari belalang goreng dan langsung menolaknya sambil tertawa.
Baca juga: Klasemen MotoGP: Marc Marquez Mulai Tinggalkan Jorge Martin

Lihat Foto
Momen tersebut memperlihatkan suasana akrab di antara kedua pebalap setelah melewati persaingan sengit di lintasan. Veda pun tetap menikmati camilan tradisional kebanggaan daerah asalnya.
Podium Kedua Jadi Prestasi Terbaik Veda
Di balik selebrasi unik tersebut, pencapaian Veda di Sepang memiliki arti istimewa. Finis di posisi kedua Moto3 GP Malaysia 2026 menjadi hasil terbaik sepanjang kariernya di ajang Grand Prix.
Veda menunjukkan performa impresif dengan mengawali balapan dari posisi kedelapan. Ia mampu merangsek ke barisan depan, terlibat dalam persaingan ketat perebutan podium, hingga akhirnya mengamankan posisi runner-up.
Baca juga: Skenario Marc Marquez atau Jorge Martin Juara Dunia MotoGP 2026

Lihat Foto
Hasil tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Pebalap berusia 17 tahun itu membuktikan kemampuannya bersaing dengan para pebalap muda terbaik dunia.
Menariknya, keberhasilan besar itu dirayakan dengan cara yang sangat sederhana dan khas Indonesia.
Melalui walang goreng, Veda tidak hanya menikmati camilan kampung halaman, tetapi juga memperkenalkan salah satu kuliner tradisional Gunungkidul kepada dunia balap internasional.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Kata Veda Ega Usai Finis P6 Di Moto3 Indonesia
